Bukan Polusi Udara, Buangan Mobil Juga Menghasilkan Polusi Lain yang Berbahaya

24/07/2019

Pengemudian

3 menit

Ternyata buangan mobil yang menakutkan dan merusak lingkungan bukan hanya CO2 saja. Debu dari rem mobil dan ban masih akan mencemari udara kota, bahkan ketika konsumen sudah beralih menggunakan tenaga listrik.

Sebelumnya, buangan zat karbon pada mobil disebut merusak lingkungan. Tapi setelah adanya mobil listrik, tidak serta merta membuat kendaraan menjadi ramah lingkungan bagi pengendaraan sehari-hari. Fragmen mikroplastik yang terlepas dari ban, permukaan jalan, dan rem juga menjadi zat hasil buangan mobil yang berbahaya bagi lingkungan.

kemacetan di jalanan di Indonesia 
Kendaraan menjadi salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia

Di Inggris, otoritas terkait dilaporkan sedang meningkatkan standar dan kualitas ban dan rem. Namun para kritikus otomotif menyebutkan bahwa pemerintah harus mengembangkan kebijakan untuk memikat pengguna kendaraan beralih ke transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadi.

>>> 4 Cara Mudah Mengurangi Polusi Udara Hanya dengan Satu Sentuhan

Kelompok Ahli Kualitas Udara Inggris mengatakan bahwa partikel dari rem, permukaan jalan, serta ban yang aur secara langsung berkontribusi terhadap lebih dari setengah polusi partikel dari transportasi jalan.

"Tidak ada undang-undang saat ini di tempat khusus untuk membatasi atau mengurangi partikel (yang keluar dari kendaraan),” sebagaimana dilansir oleh BBC. "Jadi, sementara undang-undang telah menurunkan emisi partikel dari knalpot, proporsi non-knalpot dari emisi lalu lintas telah meningkat."

ban dari mobil berwarna biru di jalanan
Ban dan jalan aspal yang tergerus menghasilkan polusi partikel

>>> Dapatkan tips pengemudian mobil hanya dari Cintamobil.com

Mobil listrik tidak menyelesaikan masalah

Laporan terbaru memperingatkan bahwa mobil listrik tidak akan menawarkan solusi lengkap untuk mobilitas. Bahkan mobil listrik yang dikemudikan sendiri akan menghasilkan polusi partikel dan tetap saja membuat jalanan padat.

Prof. Jillian Anable, salah satu penulis laporan tersebut menjelaskan bahwa kuncinya adalah mengurangi penggunaan mobil dengan mengarahkan masyarakat ke bentuk transportasi yang kurang berpolusi. “Penggunaan mobil adalah titik buta besar pada kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

>>> Dapatkan daftar mobil bekas dan baru siap jual hanya di Cintamobil.com

mobil listrik berwarna putih yang sedang dicas

Meskipun tidak menghasilkan emisi udara, mobil listrik masih menghasilkan polusi partikel

“Selama bertahun-tahun, para Menteri telah mengadopsi berbagai peraturan dan berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen dengan meningkatkan ruang untuk jalanan (agar tidak terjadi kemacetan),” terang Prof. Jillian. “Mereka harus mengurangi permintaan (pembelian kendaraan).”

Untuk mengurangi polusi partikel dari buangan mobil, dia menyarankan kepada anak-anak muda di kota-kota besar untuk tidak membeli mobil. Sebaliknya, generasi muda disarankan untuk menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, bersepeda, dan menyewa mobil hanya pada saat dibutuhkan.

>>> Klik di sini untuk mendapatkan berbagai tips otomotif lainnya!

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top