Bukan Kondisi Jalan, Ini Yang Bisa Bikin Ban Meletus Di Jalan Tol

22/02/2019

Pengemudian
Share this post:
Bukan Kondisi Jalan, Ini Yang Bisa Bikin Ban Meletus Di Jalan Tol
Ramai diperbincangkan oleh sebagian kalangan kalau jalan tol - jalan tol yang baru selesai dibangun berbahaya untuk dilewati, bisa bikin ban meletus dan menyebabkan kecelakaan. Alasannya karena bentuknya rigid pavement dan bukan aspal. Bagaimana pendapat ahli tentang hal ini?

Foto salah satu persimpangan jalan tol Trans Suamtera

Jalan tol terbaru dibuat dengan pengerasan beton atau rigid pavement

Jalan tol di beberapa wilayah Indonesia saat ini sudah bisa digunakan dan dilewati secara resmi, seperti jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan kota Jakarta, Semarang dan Surabaya. Lalu lintas kian lancar, jarak tempuh yang biasanya memakan waktu lama kini bisa dipersingkat hanya beberapa jam saja. Hal ini sudah tentu menjadi sebuah manfaat besar bagi para pengguna jalan tol. Memang ada harga yang harus dibayar, tapi itu sebanding dengan kelancaran yang ditawarkan.

Tentang kondisi jalan tol yang dibuat rigid pavement atau menggunakan beton ternyata tidak semua orang cocok dan menerima dengan lapang dada. Sebagian kalangan menganggap kalau kondisi jalan tol baru saat ini lebih membahayakan dibanding tol lama. Bentuk rigid pavement dan bukan aspal dinilai membuat ban cepat panas dan mudah meletus yang berakibat terjadinya kecelakaan.

>>> Banyak Pilihan, Perhatikan Cara Memilih Ban Berdasarkan Tipe Mobil

Bagaimana pendapat ahli tentang hal ini, benarkah jalan tol yang berbentuk rigid pavement bisa membuat ban meletus?

Zulpata Zainal, seorang praktisi industri ban yang sangat paham betul dengan seluk beluk masalah ban menuturkan, ban-ban mobil saat ini oleh pabrikannya sudah dibuat dengan standar yang sangat tinggi dan ketat. Sebelum diproduksi massal ban sudah diuji coba ketahanannya di berbagai kondisi. Jadi, sangat kecil kemungkinan ban meletus hanya gara-gara faktor jalanan.

Foto ban mobil pecah dan meletus

Ban meletus bukan karena faktor jalanan, tapi karena faktor lain

Zulpata menjelaskan ada 5 hal yang bisa membuat ban meletus, tidak hanya di jalan tol tapi juga di jalan non-tol:

  • Ban terlalu tipis dengan tingkat keausan di bawah TWI (Tread Wear Indicator)
  • Kelebihan atau kekurangan angin. Tekanan angin berada selisih jauh dari yang direkomendasikan pabrik, baik kelebihan maupun kekurangan
  • Mobil kelebihan beban atau muatan, tidak sesuai yang direkomendasikan pabrik.
  • Menggunakan ban yang tidak sesuai peruntukannya.
  • Ban tertusuk benda lain seperti paku, batu, kaca dan yang lain

>>> Ingin membeli mobil baru? Lihat dulu daftarnya di sini

"Pertama kalau bannya standar, maksudnya keausan nggak tipis banget, kan ada namanya TWI atau tread wear indicator kalau itu diikuti misalnya untuk passanger car sisanya ban 1,6 milimeter misalnya, pokoknya masih di atas TWI, itu dianggap standar. Yang kedua, tekanan angin sesuai yang disarankan oleh pabrikan mobil. Yang ketiga beban sesuai kapasitas kendaraan yang direkomendasikan oleh pabrik mobil. Terakhir ban itu diperuntukkan memang untuk kendaraannya itu. Kalau itu semua sudah dipenuhi, itu kemungkinannya kecil untuk pecah ban kalau dipakai normal," kata Zulpata seperti dikutip dari detikOto, (17/2/2019).

"Dengan syarat nggak ada paku, nggak ada batu yang menancap, pokoknya normal semua, kendaraan juga remnya nggak macet segala macam, pokoknya normal itu aman," tambahnya.

>>> Mengalami Pecah Ban Saat Mobil Sedang Berjalan, Ini Yang Harus Dilakukan!

Foto seseorang sedang memeriksa kondisi ban

Memeriksa kondisi ban untuk meminimalisir risiko kecelakaan

Bisa disimpulkan, kalau ban dalam kondisi normal sangat kecil kemungkinan ban meletus hanya karena faktor jalanan, termasuk jal tol yang berbentuk rigid pavement. Maka dari itu, sebelum berkendara pengendara sebaiknya memeriksa kondisi ban mobilnya dengan seksama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalanan.

>>> Dapatkan beragam tips dan trik berguna lainnya hanya di Cintamobil

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Berlaku Mulai 14 Februari, Berikut Besaran Tarif Tol Bandara Soetta

12/02/2019

Pasar mobil

Setelah beberapa waktu dipertimbangkan bersama pihak-pihak terkait, Jasa Marga secara resmi mengumumkan tarif baru Tol Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) atau Tol Prof. Dr. Sedyatmo.

Lihat juga

Tol Jakarta-Surabaya, Kesempatan Buat Menjajal Fitur Cruise Control

10/01/2019

Pengemudian

Salah satu keuntungan bagi pengemudi yang melintasi jalan tol Jakarta-Surabaya, Jawa Timur adalah bisa memanfaatkan fitur cruise control untuk menstabilkan laju mobil dalam kecepatan tertentu.

Lihat juga

Sama-sama Mengingatkan Pengemudi Untuk Istirahat, Fitur Ini Punya Banyak Nama

12/02/2019

Pengemudian

Salah satu fitur unggulan mobil-mobil modern adalah pengingat pengemudi untuk melakukan istirahat. Tahu tidak kalau fitur ini ternyata memiliki banyak nama tergantung merek dan pabrikan masing-masing.

Lihat juga

Mengisi Tekanan Udara Ban dengan Nitrogen, Apa Pengaruhnya Pada Efisiensi Bahan Bakar?

Saat ini, banyak yang mengisi tekanan udara ban dengan nitrogen guna mempertahankan tekanan udara lebih lama. Tetapi apakah hal tersebut berpengaruh pada efisiensi bahan bakar?

Lihat juga

Ban Serep Belum Turun Apakah Menambah Harga Jual Mobil Bekas?

06/02/2019

Jual beli

Di beberapa iklan mobil bekas kerap kita temui kata-kata iklan yang mempromosikan "ban serep belum turun". Seakan jika ban serep belum turun itu menjadi nilai tambah bagi mobil bekas yang dijual, lalu apakah benar jika ban serep belum turun itu menambah harga jual mobil bekas?

Lihat juga