Bismania Musti Baca! Inilah Sistem Kemudi Bus dan Truk

22/06/2021

Pengemudian

3 menit

Sistem kemudi bus dan truk menganut model kemudi worm & nut dan recirculating ball karena alasan kekuatan, kemudahan perawatan dan keunggulan mekanikal

Enggak melulu soal ngeblong! Artikel menganai sistem kemudi bus dan truk seperti ini juga layak dibaca komunitas penyuka bis di Indonesia alias bismania. Sebelum beralih memakai sistem kemudi rack and pinion, pada umumnya kendaraan bermotor menggunakan sistem kemudi worm and sector, worm and nut dan recirculating ball.

Foto bis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 2017

Sistem kemudi bus juga jadi pokok bahasan menarik seputar bis

Seiring perkembangan jaman dan kebutuhan, kini hanya kendaraan berat sejenis bus dan truk yang masih menerapkan sistem kemudi model worm and sector dan recirculating ball. Sedangkan kendaraan penumpang beralih menggunakan sistem kemudi rack & pinion.

>>> Sistem Kemudi Otonom ini Buat Toyota GR Supra Drifting Tanpa Pengemudi

Worm & Sector

Secara umum, dapat disimpulkan oleh tim Cintamobil.com bahwa sistem setir bus dan truk menerapkan model worm and sector, worm & nut yang terdiri atas sebuah komponen berulir yang terhubungkan dengan roda kemudi dan memutar komponen lainnya pada sumbunya.

gambar kemudi

Sistem kemudi worm & nut banyak dipakai pada kendaraan bermotor jalam dahulu

Pergerakan komponen tersebut kemudian menggerakkan lengan Pitman yang bertugas mengatur pergerakan roda depan sesuai input dari pengemudi. Sistem kemudi worm & sector atau worm & nut banyak digunakan pada kendaraan bermotor jaman dulu.  

Recirculating Ball

Seiring perkembangan jaman, sistem kemudi bus dan truk model worm and sector dan worm and nut disempurnakan dengan menambahkan perangkat “recirculating ball” berupa bola-bola baja.

Foto setir Mitsubishi Fuso Fighter FN61M

Setir truk modern banyak yang pakai tipe ini

Komponen bola-bola baja pada bagian dalam komponen berulir mempunyai fungsi untuk mengurangi gesekan dan membuat putaran kemudi menjadi lebih halus. Karena bola-bola baja tadi bergerak di dalam komponen berulir sesuai dengan putaran roda kemudi, muncul sebutan “recirculating ball”.

gambar kemudi

Sistem kemudi recirculating ball menjadi standar pada kendaraan bermotor jenis bus dan truk

Selain menghasilkan pergerakan roda kemudi yang lebih halus dan linear, mekanisme pada sistem kemudi recirculating ball juga memberikan keunggulan mekanikal berupa kemampuan “leverage” sehingga dapat memaksimalkan tenaga putar tangan pengemudi menjadi tenaga putar yang lebih besar atau lebih kuat untuk menggerakkan kedua roda depan.

Foto ban dan velg Isuzu Giga Tractor Head GXZ 60 K ABS

Sistem ini juga punya kelemahan

Pada sisi lain, desain pada sistem kemudi recirculating ball memiliki ciri khas "dead spot on center” yang disebabkan adanya celah antar komponen di bagian dalamnya sehingga menimbulkan jeda  ketika roda kemudi diputar dan pergerakan  roda depan.

Foto Volvo Dynamic Steering di truk Volvo FMX

Pada sistem yang lebih canggih, bisa dipasang alat yang lebih membuat ringan putaran setir seperti ini

Gejala tersebut  bisa dikurangi dengan pengaturan ulang melalui sistem penyetelan pada rumah kemudi agar kemudi terasa lebih “rapat”. Namun, gejala  tersebut tidak bisa dihilangkan sama sekali karena jika komponen kemudi dikencangkan secara maksimal maka berpotensi menimbulkan gesekan berlebihan antar komponen sehingga mempercepat keausan.

Foto Volvo FMX 400 6x4R VDS

Volvo FMX jadi salah satu truk yang punya fitur setir canggih

Secara umum, sistem kemudi recirculating ball tetap digunakan pada kendaraan berat karena alasan kekuatan, perawatan dan keunggulan mekanikal. Lagi pula, bus dan truk adalah kendaraan besar dan berat yang tidak bisa bermanuver mendadak sehingga lebih membutuhkan kemudi dengan karakter yang halus.   

>>> Cara Pegang Setir Posisi Jam 9 Dan 10 Jadi Yang Ideal, Ini Alasannya

Penulis
Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.
 
back to top