Bisa Bikin Mogok, Ketahui Batas Aman Mobil Menerjang Banjir

08/02/2021

Pengemudian

3 menit

Selain bahaya terperosok ke dalam lobang, banjir bisa menyebabkan mobil mogok. So, pengendara wajib tahu batas toleransi jika terpaksa menerjang banjir.

Intensitas hujan yang tinggi memicu banjir besar di Kota Semarang Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu, 6-7 Februari 2021. Tidak hanya merendam kawasan pemukiman banjir juga menggenangi kawasan penting, seperti Pasar Johar, Stasiun Tawang, Kawasan Kota Lama, Taman Bubakan dan yang lain. Banjir juga menggenangi jalanan seperti jalan Kaligawe dari bawah jembatan tol hingga persimpangan Genuk. Selain lalu lintas menjadi terganggu sejumlah kendaraan yang nekat menerjang banjir akhirnya mogok.

Fenomena di atas bukan sekali dua kali, banjir kerap melanda Semarang saat musim hujan. Dan kasus mobil mogok juga kerap terjadi karena pengendara nekat menerjang banjir.

Risiko nekat menerjang banjir

Perlu diketahui, genangan air merupakan salah satu area berisiko dilintasi kendaraan. Dampaknya bisa beragam dari kerusakan hingga kecelakaan. Pengendara wajib memahami dampak tersebut, termasuk teknik yang tepat bila terpaksa harus melewatinya agar aman dan selamat.

Risiko pertama adalah kerusakan pada kendaraan. Jika sampai air masuk ke saluran udara atau ruang mesin dipastikan kendaraan bakal mogok. Air juga berpotensi memutus sistem kelistrikan (ECU) yang membuat seluruh perangkat tidak berfungsi. Untuk bisa menyala harus dilakukan perbaikan oleh ahlinya dan tentu membutuhkan biaya. Kerusakan juga mengancam pada bagian bodi mobil dan sistem kelistrikan. Genangan air yang kotor, keruh, dan asin mempercepat timbulnya karat.

>>> Mobil Terobos Banjir? Hati-hati 2 Komponen Penting Ini Rusak

Foto menunjukkan mobil melintas di bawah jembatan Tol Kaligawe Semarang yang tergenang banjir

Nekat menerjang banjir bisa sangat berisiko

Risiko kedua adalah kecelakaan. Bisa saja mobil terperosok masuk ke dalam lobang yang tidak terlihat karena tertutup air. Bisa juga terperosok ke tepian jalan atau parit karena jalan yang beraspal/beton ternyata tidak cukup lebar.

Tips aman menerjang banjir

Menurut Nissan Motors Indonesia (NMI) ada beberapa tips saat menghadapi genangan air, baik banjir maupun rob air laut. Pertama; memastikan ketinggian air dalam batas aman, yaitu setengah ban atau sekitar 30 cm. Untuk mengetahui ketinggian air bisa dengan cara melihat kendaraan lain yang melintas, seperti truk, bus, mobil penumpang lain, atau sepeda motor. Pejalan kaki yang nekat lewat juga bisa jadi referensi mengetahui ketinggian air.

“Lihat apakah ketinggian air mencapai setengah ban. Bila setinggi itu, maka jangan teruskan. Berputarlah dan cari alternatif jalan atau tunggu sedikit surut.”  tulis Nissan di laman resminya.

Kedua; berjalan pelan-pelan. Hal ini untuk meminimalisir risiko terperosok ke lubang atau bahkan parit yang tidak terlihat karena tertutup air. Ketiga; jaga mesin tetap berputar agar air tidak masuk ke knalpot.

Yang keempat; menghindar jika air semakin dalam. Jika semakin diteruskan air semakin dalam sebaiknya tidak diteruskan untuk menghindari dampak yang lebih buruk. Berhenti di situ, dan jika memungkinkan untuk mundur lebih baik mundur atau putar balik.

>>> Tinggal di Semarang, temukan mobil impianmu di sini!

Foto Bundaran Bubakan Semarang saat kondisi banjir, 6 Februari 2021

Banjir di Semarang bertepatan dengan momen gerakan Jateng di Rumah Saja, 6-7 Februari 2021

>>> Baca tips dan trik menarik lainnya di sini!

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

 
back to top