Begini Etika Berhenti di Jalan Tol

16/05/2021

Pengemudian

2 menit

Demi keselamatan dan keamanan Anda serta pengemudi lainnya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat berhenti di tol. Berikut etika serta aturannya.

Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan yang memungkinkan mobil melaju dalam kecepatan yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, kendaraan tidak boleh sembarangan berhenti. Namun, apabila saat sedang melaju di jalan tol tiba-tiba kendaraan Anda mengalami masalah, maka Anda diperbolehkan untuk menepi ke bahu jalan guna melakukan perbaikan atau tindakan darurat.

Agar tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri serta pengguna jalan tol lainnya, ada beberapa etika yang sangat perlu Anda perhatikan sebelum berhenti di jalan tol. Apa saja? Berikut penjelasannya. 

Aturan tentang Kendaraan yang Berhenti di Jalan Tol

Meski tampak sepele, memberhentikan kendaraan di jalan tol tanpa alasan dilarang keras secara hukum. Hal itu tertuang dalam  Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Pasal 41 Ayat 2 tentang Jalan Tol. Berikut adalah aturan penggunaan jalan tol yang harus dipatuhi oleh para pengemudi.

  1. Digunakan bagi arus lalu lintas pada keadaan darurat.
  2. Diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat.
  3. Tidak digunakan untuk menarik/menderek/mendorong
  4. Tidak digunakan untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang, dan (atau) barang dan (atau) hewan.
  5. Tidak digunakan untuk menyalip atau mendahului kendaraan.
  6. Selain daripada yang disebutkan di atas, maka penggunaan bahu jalan tol tidak bisa asal dilakukan oleh seseorang  kecuali petugas berwenang yang memang memiliki otoritas untuk itu.

penampakan foto tol jagorawi

 Penampakan jalan di tol

Etika Berhenti di Jalan Tol

Untuk menjaga agar tetap berkendara dengan aman, baik bagi Anda maupun pengemudi lainnya, ada beberapa etika saat berhenti di jalan tol yang perlu Anda lakukan.

1. Nyalakan Lampu Hazard 

Ketika saat sedang berkendara Anda menemukan sesuai yang janggal pada kendaraan Anda, mau tidak mau Anda harus menepi. Tetapi sebelum itu, nyalakan lampu Hazard atau lampu komunikasi terlebih dahulu sebagai tanda. Semua kendaraan tentunya dirancang memiliki lampu Hazard atau yang biasa dikenal dengan lampu Hazard atau emergency flasher. Saat dinyalakan, lampu Hazard akan berkedip di empat titik depan dan belakang kendaraan. Mengapa disebut lampu komunikasi? Karena dengan menyalakan lampu ini, Anda seolah memberi informasi kepada pengguna jalan tol lainnya bahwa Anda sedang berada dalam situasi darurat. Dengan begitu, mereka dapat lebih berhati-hati.

>>> Jangan Sampai Salah! Ini Aturan Penggunaan Lampu Hazard pada Mobil

Sebelum benar-benar memberhentikan dan memarkir kendaraan Anda, Anda harus memastikan bahwa kendaraan Anda sudah berada di dalam area bahu jalan yang telah ditetapkan oleh otoritas jalan tol. Biasanya, area tersebut ditandai dengan garis pembatas jalan berwarna putih. Perhatikan pula dengan hati-hati titik blind spot dan area di sekitar Anda melalui kaca spion saat Anda memarkirkan mobil. 

pentingnya menyalakan lampu hazard saat darurat

 Lampu hazard harus dinyalakan ketika keadaan darurat

>>> Hati-Hati, Ini 4 Kesalahan Menggunakan Lampu Hazard yang Sering Terjadi

2. Pasang Tanda Segitiga Darurat

Etika lainnya yang bisa Anda lakukan adalah memasang tanda segitiga darurat berwarna merah. Tanda segitiga darurat mengindikasikan komunikasi bahwa Anda tengah melakukan perbaikan akibat situasi darurat yang Anda alami, misalnya mobil Anda mogok atau terjadi kesalahan teknis lainnya pada kendaraan. Menurut peraturan, sebaiknya tanda segitiga darurat dipasang kurang lebih sekitar 50-100 meter sebelum dan setelah titik di mana kendaraan Anda terparkir.

Alasannya karena rata-rata laju mobil di jalan tol adalah 80 km/jam, sementara pengemudi membutuhkan waktu berhenti sekitar 45 meter sejak menyadari adanya tanda segitiga darurat. Tujuan pemasangan tanda segitiga ini juga agar pengemudi lainnya dapat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman.

memasang tanda segitiga darurat dalam keadaan darurat

 Usai memasang tanda segitiga darurat, segera atasi masalah pada kendaraan anda

3. Segera Atasi Masalah pada Kendaraan

Setelah memarkirkan mobil, menyalakan lampu Hazard dan memasang tanda segitiga darurat, selanjutnya Anda harus segera mengatasi masalah yang terjadi pada kendaraan Anda. Jika memang memungkinkan diatasi sendiri, maka Anda bisa segera melakukan perbaikan. Namun, apabila terlalu kompleks dan tidak dapat diselesaikan sendiri, maka Anda dapat menghubungi nomor telepon call center jalan tol di tempat Anda berada untuk meminta bantuan lebih lanjut.

Demikianlah beberapa etika berhenti di jalan tol yang harus Anda perhatikan. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga keselamatan dan keamanan bersama serta agar terhindar dari insiden yang tidak diinginkan.

>>> Percuma Punya Mobil Mewah Kalau Otaknya di Dengkul!

Menyukai dunia menulis di bangku SMP hingga serius menggeluti dunia SEO sejak tahun 2011. Penggemar berat FC Barcelona, konser musik, dan eksplorasi alam, kini menulis SEO di Cintamobil.com sejak Maret 2021.

 
back to top