Begini Cara Stop And Go Yang Aman Di Jalan Menanjak

30/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Begini Cara Stop And Go Yang Aman Di Jalan Menanjak
Stop and go di jalan menanjak memang cukup tricky, terlebih pada transmisi manual dan pengemudi pemula. Berikut tips amannya.

Berwisata dengan berkendara ke daerah pegunungan sambil menikmati pemandangan dan udara sejuk memang menyenangkan. Namun kerap kali kemacetan yang menghadang di beberapa titik tempat wisata di pegunungan, menjadi momok tersendiri pengemudi, khususnya yang pemula atau belum berpengalaman. Tak jarang pengemudi tak sanggup mengontrol tenaga mesin saat stop and go di jalan menanjak dan berakibat mobil mundur ke belakang atau ‘loncat’ dan berpotensi mengundang kecelakaan.

Foto BMW seri 3 warna hitam di jalanan menanjak

Ketika harus melakukan stop and go di jalan menanjak, lakukan dengan tenang dan jangan panik

Momen tersebut memang kerap terjadi, tak hanya di jalur pengunungan, namun juga gedung parkir di pusat perkantoran dan perbelanjaan yang memiliki jalanan menanjak terjal. Pada mobil dengan transmisi manual, sinkronisasi saat harus melepas pedal rem, lalu dilanjutkan dengan menginjak pedal gas dan melepaskan pedal kopling secara bertahap di waktu yang hampir bersamaan, memang cukup tricky. Jika tahapan tersebut tidak tepat, maka resiko mesin akan mati, mobil mundur ke arah belakang atau bahkan ‘menyundul’ mobil di depan semakin besar. Lantas bagaimana cara stop and go di jalan menanjak yang aman?

>>> Simak juga:

Tips paling dasar, saat harus memulai akselerasi dari keadaan diam di jalanan menanjak dan padat adalah dengan menggunakan gigi paling rendah, yaitu gigi 1 (transmisi manual) atau L (transmisi otomatis). Tujuannya agar mobil selalu mendapatkan torsi dan tenaga optimal dan tidak kehilangan ‘momen’ lantaran tak mendapatkan tenaga yang cukup saat memulai berakselerasi di jalanan menanjak.

Foto Honda BR-V warna silver di jalanan menanjak

Sesuai dengan rambu peringatan, gunakan gigi terendah ketika sedang berjalan di jalanan menanjak

Kedua, jangan melewati tanjakan dengan cara setengah kopling atau menggantung kaki pada kopling.“Cara tersebut bisa membuat kopling akan cepat panas, hangus bahkan jebol,” terang Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).Tahap melepas kopling secara bertahap idealnya hanya digunakan saat baru memulai akselerasi dari keadaan diam. Setelah mobil berjalan dengan kecepatan konstan, kaki tak boleh lagi menginjak atau ‘menggantung’ pada pedal kopling.

>>> Pilihan pas untuk pengemudi pemula, cek Toyota Agya dengan harga terbaik di sini

Lantas, bagaimana jika terpaksa berhenti di tengah jalanan yang menanjak? Setelah mobil benar-benar berhenti (baik transmisi manual atau otomatis), segera tarik rem tangan (hand brake) atau aktifkan rem parkir (parking brake). Setelah itu, taruh gigi di posisi netral (N) dan angkat kaki dari pedal rem. Pedal rem yang diinjak dalam waktu lama membuat proses pelepasan panas pada permukaan piringan cakram menjadi tidak merata. Sebab, bagian cakram yang ditekan oleh kampas rem akan kesulitan untuk melepas panas sehingga permukaan cakram menjadi bergelombang.

Foto ilustrasi cara menggunakan parking brake di mobil

Gunakan rem tangan atau parking brake saat berhenti di tanjakan agar kerja rem tak terlampau berat

Selanjutnya, ketika ingin kembali memulai akeselerasi dari keadaan diam, sebaiknya beri jarak terlebih dahulu dengan mobil di depan untuk mengurangi risiko tabrakan. Bila mobil dengan transmisi manual, injak kopling dan masukan tuas transmisi ke gigi 1. Lepas pedal kopling secara bertahap pada kaki kiri dengan berbarengan dengan melepas rem dan mulai menekan pedal gas secara perlahan pada kaki kanan. Jangan lupa untuk segera melepas rem tangan atau rem parkir. Lakukan dengan tenang agar proses akselerasi mobil menjadi lebih lancar. Ketika mobil sudah berjalan dengan dengan kecepatan stabil, segera lepaskan kaki kiri dari pedal kopling.

>>> SImak kumpulan tips mengemudi hanya di Cintamobil.com

Foto ilustrasi menggunakan pedal kopling dan gas di tanjakan

Lakukan proses sinkronisasi antara melepas kopling dan menginjak pedal gas secara perlahan agar proses akselerasi bisa lancar

Bagi mobil dengan transmisi otomatis lebih mudah. Pertama, taruh tuas transmisi ke posisi L, 1 atau D1 lalu injak pedal gas secara perlahan dan lepas rem tangan atau rem parkir. “Jika tak ada posisi L, 1 atau D1, gunakan posisi 2 atau D2,” tambah Jusri. Namun ingat, pada mobil bertransmisi otomatis agar menginjak pedal gas dengan perlahan dan bertahap. “Karena transmisi otomatis tidak ada pedal kopling, jadi resiko mobil loncat ketika membuka gas terlalu dalam saat berakselerasi di tanjakan sangat besar dan berbahaya,” tutup Jusri. Dan ingat! lakukan proses akselerasi saat tanjakan dengan tenang. Jika Anda belum lancar, jangan ragu untuk meminta tolong pada pengemudi yang lebih berpengalaman atau berlatih kembali dengan bantuan jasa sekolah mengemudi.

>>> Tips & Trik otomotif terlengkap hanya di Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top