Begini Cara Mengemudi Mobil yang Halus

20/10/2020

Pengemudian

8 menit

Share this post:
Begini Cara Mengemudi Mobil yang Halus
Cara mengemudi mobil bukan perkara sulit, namun harus tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan baik untuk diri sendiri, seluruh penumpang di dalam mobil, dan juga untuk pengguna jalan yang lainnya.

Cara mengemudi mobil yang benar memang bukan sekedar membuat kendaraan tersebut melaju dan berhenti tepat pada waktunya. Namun juga penting untuk mengetahui bagaimana mengemudikan mobil yang aman dan nyaman.

Aman yakni tidak menimbulkan risiko kecelakaan baik bagi pengemudi maupun seluruh penumpang di mobil tersebut, serta aman bagi pengguna jalan lainnya. Sementara nyaman adalah sebuah usaha bagaimana cara mengemudi mobil yang halus sehingga tidak terasa hentakan-hentakan yang terkadang membuat penumpang jadi mual atau pusing.

Nah pada artikel kali ini, Cintamobil.com akan membocorkan rahasia bagaimana cara mengemudi mobil yang benar dan nyaman terutama untuk pemula yang baru belajar nyetir mobil. Dibaca sampai habis ya!

>>> Ini Sebabnya Mobil Matik Punya Harga Lebih Mahal dari Manual

Jangan Mengemudi Mobil Secara Agresif

Mengemudikan sebuah kendaraan harus sesuai peruntukannya. Apabila kendaraan itu digunakan di jalan raya dan bersama keluarga, maka sebaiknya jangan mengemudikan secara agresif. Kecuali Anda memang sedang dalam keadaan darurat untuk tiba di suatu lokasi dalam waktu secepat mungkin, atau Anda tengah berada di lintasan balap.

Karena kalau mengemudikan mobil dengan agresif, biasanya akan berimbas pada ketidaknyamanan orang lain. baik penumpang di dalam mobil itu yang bisa merasakan mual atau pusing, atau pengguna jalan lain yang merasa terganggu atas aksi berkendara Anda di jalan raya. Lalu bagaimana cara mengemudi mobil yang tidak agresif sehingga bisa membuat penumpang lain di mobil itu terasa nyaman? Berikut beberapa pedomannya:

1. Perhatikan Tekanan Pedal Gas

RPM Mobil

Jangan ngebut kalau berkendara di jalan raya

Saat mengemudi di jalan raya, perhatikan tekanan kaki kanan ke pedal gas. Sebaiknya jangan meninjak pedal gas terlalu dalam yang mengakibatkan mesin mobil meraung keras atau mobil meluncur dengan cepat. Jika rpm mobil dipaksa terus menerus tinggi, maka khawatir komponen di dalam ruang mesin akan menjadi mudah rusak.

Sementara jika memacu mobil dalam kecepatan tinggi, mengingat kondisi jalan raya yang lebih sering padat dengan pengguna jalan lain, maka konsisi ini malah akan menimbulkan risiko tabrakan. Cukup injak gas perlahan dan biarkan mobil meluncur halus sesuai batas kecepatan yang sudah ditetapkan melalui rambu-rambu lalu lintas.

>>> Hati-Hati, Mengemudi Terlalu Pelan di Jalan Tol Bisa Picu Kecelakaan

2. Jangan Rem Ketika Sudah Dekat

Kaki Injak Pedal Rem

Perlambat laju mobil saat jarak dengan kendaraan lain masih cukup jauh

Menginjak pedal rem memang dibutuhkan agar mobil berhenti dan menghindari tabrakan dengan kendaraan lain. Namun sebaiknya injaklah pedal rem dalam jarak yang masih cukup jauh dari kendaraan di depan. Cara mengemudi mobil seperti ini akan membuat mobil meluncur lebih halus untuk melakukan deselerasi untuk kemudian berhenti tanpa terasa menghentak. Teknik ini tentu ampuh daripada menginjak pedal rem secara penuh ketika objek di depan sudah amat dekat.

3. Perlambat Laju Mobil di Jalan Berlubang

Jalan Berlubang

Hati-hati saat melintasi jalan berlubang terutama jika kondisi hujan

Selama mengemudi mobil, tentunya jalan raya yang Anda lalui tak selamanya mulus. Ada juga beberapa titik aspal jalan yang sudah rusak atau terdapat lubang. Tak hanya itu, saat memasuki jalan di pemukiman warga, biasanya juga kerap dipasang polisi tidur. Cara mengemudi mobil pada kedua konisi yang demikian biar tetap nyaman dan halus adalah dengan memperlambat laju kendaraan.

Ketika melihat ada jalan berlubang misalnya, kalau lubangnya masih relatif kecil, Anda cukup memperlambat laju kendaraan dan berusaha mengindari lubang tersbeut. Namun perhatikan juga pastikan sisi kanan dan kiri lenggang untuk And amenghindar dari lubang tersebut. Namun kalau lubang kelewat besar, maka usahakan mengerem sebelum melintas di titik ini. Sehingga benturan kala melalui jalan tak rata tadi bisa berlangsung mulus. Teknik ini juga penting untuk memperpanjang usia komponen suspensi mobil.

Hal yang sama juga terjadi ketika Anda menghadapi polisi tidur. Sebaiknya lakukan pengereman sebelum melintasi kontur jalan seperti itu. Biarkan roda bagian depan dan belakang melalui dahulu permukaan polisi tidur dengan perlahan, baru Anda bisa mulai kembali meninjak pedal gas secara hati-hati supaya tidka terjadi hentakan.

>>> Review KIA Telluride 2020: SUV Besar dengan Kemampuan Menerjang Gunung

4. Waspada Saat Hendak Berbelok

Mobil di Pegunungan

Perlambat laju mobil di jalan berkelok supaya penumpang tetap nyaman

Menghadapi jalan persimpangan atau jalan di pegunungan yang berkelok-kelok, tentunya setiap pengemudi wajib waspada. Karena biasa saja ada kendaraan lain yang datang dari arah berlawanan namun tidak terlihat. Untuk itulah sebaiknya perlambat laju mobil, perhatikan rambu yang berlaku termasuk ikut isyarat jika ada traffic light. Selain untuk menghindari risiko tabrakan, berbelok secara hati-hati juga akan membantu penumpang tetap nyaman selama perjalanan.

5. Perhatikan Saat Oper Gigi Mobil Manual

Oper Gigi Mobil Manual

Perhatikan saat mengoper gigi pada mobil manual supaya tidak terjadi hentakan

Cara mengemudi mobil manual agar tetap terasa halus dan nyaman bisa pula dengan memperhatikan teknik pengubah posisi gigi. Sebaiknya oper posisi gigi dengan memperhatikan putaran mesin (RPM) yang ada di panel instrument. Naikkan posisi gigi setiap 3.000-3.500 rpm serta oper gigi ke posisi lebih rendah apabila melakukan deselrasi atau mengerem. Dan lakukan penggantian secara halus.

Yakni dengan memperhatikan pelepasan kaki kiri di pedal kopling dan kaki kanan menginjak pedal gas. Pastikan saat akan mengoper gigi injak terlebih dulu pedal kopling secara penuh. Lepas sesaat kaki kanan dari pedal gas, lalu posisikan tuas transmisi pada gigi yang dituju. Selanjutnya pertahankan kembali rpm mesin dnegan mengontrol injakan gas pada kaki kanan. Diwaktu yang bersamaan, lepas kaki kiri dari pedal kopling secara perlahan berbarengan dengan kaki kanan menambah tekanan di pedal gas agar mesin mobil tidak mati dan mobil tidak menimbulkan hentakan-hentakan.

Share this post:
Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top