Begini Cara Aman Berhenti di Bahu Jalan Tol

14/01/2020
Ketika kendaraan Anda sedang mengalami masalah, maka sebaiknya perhatikan beberapa hal agar aman berhenti di bahu jalan tol. Ini demi menghindari risiko buruk kendaraan Anda ditabrak dari belakang oleh kendaraan lain yang tengah melaju kencang.

Pada keadaan darurat, misalnya mobil atau pengemudi mengalami gangguan, maka sebaiknya menepi. Bahu jalan adalah lokasi yang tepat untuk Anda menepi ketika sedang berkendara di jalan tol.

Tapi perlu diperhatikan, setelah menepi, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan. Hal ini demi tetap menjaga keselamatan saat Anda sedang berhenti di bahu jalan.

>>> Inilah Alasan Anda Tak Boleh Sembarangan Berhenti Di Bahu Jalan Tol

1. Posisi Mobil

mobil sedang berhenti di bahu jalan tol

Beri jarak antara mobil dengan garis marka bahu jalan

Ketika menepikan kendaraan di bahu jalan, maka perhatikan posisi mobil Anda. Dengan berpatokan pada garis lurus marka bahu jalan, maka sejajarkan mobil dengan garis tersebut. Kemudian beri jarak 50-60 centimeter antara garis marka dengan bagian paling kanan mobil.

2. Kontur Jalan

Berhentilah pada kontur jalan yang lurus. Tidak miring, tidak menanjak, atau menurun. Jangan pula berhenti pada bidang jalan yang kebetulan sedang rusak. Hal ini untuk memudahkan ketika Anda harus melakukan perbaikan pada kendaraan tersebut. Misalnya mendongkrak mobil untuk mengganti ban yang pecah atau kempis.

>>> Promo mobil baru menarik selalu ada disini

3. Lampu Hazard

pengemudi aktifkan lampu hazard mobil

Pasang lampu hazard saat berhenti di bahu jalan

Setelah mobil benar-benar berhenti, maka sebaiknya nyalakan lampu hazard. Lampu ini akan berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya kalau saat itu Anda sedang dalam keadaan darurat.

4. Spion Mobil

Cara aman berhenti di bahu jalan tol lainnya yang perlu diperhatikan yakni pastikan spion luar sebelah kanan ditekuk demi menghindari risiko bersenggolan dengan mobil lain yang sedang melaju. Sementara spion luar sebelah kiri boleh tetap pada posisinya.

5. Keluar Mobil

pintu mobil terbuka lebar

Jangan langsung keluar, pastikan keadaan dari belakang mobil aman

Saat keadaan harus memaksa berhenti di bahu jalan, maka pastikan pengemudi dan penumpang keluar kendaraan. Pengemudi bisa keluar dengan lebih dulu memperhatikan mobil dari belakang. Buka dahulu sedikit pintu pengemudi, lalu intip kondisi di belakang mobil dari celah kecil tersebut. Jika aman baru boleh keluar mobil. Sedangkan penumpang belakang sebaiknya gunakan pintu sebelah kiri untuk keluar.

>>> Pilihan mobil bekas berkualitas ada disini

6. Pasang Segitiga Pengaman

Pada keadaan darurat, pengemudi harus memasang segitiga pengaman di belakang mobil dengan jarak aman. Hal ini juga untuk menghindari risiko ada kendaraan lain dari belakang yang menerobos mobil Anda yang sedang berhenti.

7. Hubungi Petugas

Saat dalam keadaan darurat di jalan tol, maka sebaiknya langsung menghubungi petugas. Bisa petugas pengelola jalan tol yang sedang lewat, pihak Jasa Marga, polisi, dealer mobil Anda, atau ambulance.

>>> Tips dan trik menarik lainnya ada disini

Prasetyo Adhi

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
6

berita lain