Bahayanya Mengemudi Sambil Mabuk

06/10/2020

Pengemudian

3 menit

Bahayanya Mengemudi Sambil Mabuk
Bukan hanya melanggar aturan berkendara, mengemudi sambil mabuk bisa berujung pada kecelakaan fatal yang sangat merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain.

Kecelakaan maut terjadi di jalan Magelang-Yogyakarta, tepatnya di Dusun Mulungan Kelurahan Sendangdadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Yogyakarta, pada Sabtu, (3/10/2020) pukul 0600 WIB mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Dikutip dari NTMC Polri, kecelakaan bermula saat Honda Mobilio bernopol H 8571 RG bermuatan 7 orang melaju dari arah utara dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba Honda Mobilio melompat jalur, setelah menghantam divider, pembatas jalan, dan masuk ke jalur berlawanan yang dari arah selatan.

Di saat yang sama melintas sebuah Mitsubishi Xpander bernopol B 2004 BZA. Terjadilah adu banteng hingga kedua kendaraan hancur. Seluruh korban meninggal adalah penumpang Mobilio. Sedangkan lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan.

Penyebab kecelakaan saat ini masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Sleman. Namun dugaan kuat mengarah pada pengendara yang mengemudi sambil mabuk. Hal ini diperkuat dengan temuan saat olah TKP, petugas menemukan satu botol minuman keras merk Congyang yang masih tersegel, satu botol Congyang dalam kondisi sudah pecah dan satu botol Aqua 1 liter berisi minuman keras jenis Ciu.

>>> Indeks Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Mengkhawatirkan

Foto menunjukkan Mitsubishi Xpander dan Honda Mobilio sama-sama rusak usai bertabrakan di Sleman, 3 Oktober 2020

Kecelakaan lalu lintas lebih banyak karena faktor manusia

Mengemudi sambil mabuk

Terlepas dari penyebab sebenarnya kecelakaan tersebut, ada hal penting untuk diperhatikan, hindari mengemudi sambil mabuk. Dengan alasan apapun, berkendara di bawah pengaruh alkohol sangat dilarang karena membahayakan.

Saat berkendara dibutuhkan kewaspadaan tinggi, konsentrasi penuh, respon otak yang cepat terhadap perubahan situasi lalu lintas, serta melakukan tindakan yang dibutuhkan. Sementara dalam kondisi mabuk hal tersebut sangat sulit.

Mabuk mengakibatkan berkurangnya kewaspadaan, konsentrasi hingga lambat merespon beragam perubahan situasi. Belum lagi efek lain seperti mengantuk yang juga memperbesar potensi kecelakaan.

>>> Tidak Usah Pakai Obat, Ini 6 Cara Menghilangkan Mabuk Kendaraan

Sanksi berat

Foto menunjukkan pengemudi minum-minuman keras di dalam kendaraan

Dilarang mengkonsumsi minuman keras saat berkendara

Selain membahayakan, mengemudi sambil mabuk bisa berujung pada sanksi berat, baik berupa materi maupun hukuman kurungan. Pengemudi telah melanggar aturan berkendara, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada Pasal 106 Ayat 1 disebutkan : "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi."

Pasal tersebut dijelaskan: "Yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga mempengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan."

Sanksinya pelanggaran pasal 106 di atas pengemudi dikenakan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000, sesuai Pasal 283 Undang-Undang yang sama.

Hukuman bisa menjadi lebih berat jika kemudian memicu kecelakaan yang menimbulkan kerugian materi maupun nyawa. Yaitu pidana kurungan hingga 12 tahun dan denda hingga Rp 24 juta sebagaimana tersebut dalam Pasal 311 ayat 5.

>>> Baca tips dan trik seputar pengemudian di sini!

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top