Bahaya Efek Suara Klakson Terlalu Kencang Pada Mobil

18/12/2018

Pengemudian
Share this post:
Bahaya Efek Suara Klakson Terlalu Kencang Pada Mobil
Salah satu fungsi klakson adalah memberi tanda atau peringatan untuk pengendara sekitar. Namun ternyata ada bahaya yang mengintai bila suara klakson pada mobil Anda terlalu kencang.

Jalan raya bukan soal kendaraan dan pengguna jalan semata. Berbagai aturan serta etika berkendara wajib dipatuhi dan diterapkan agar keselamatan di jalan raya semakin terjaga. Selama ini ada satu hal yang menjadi sorotan dalam etika berkendara adalah membunyikan klakson. Suara yang kencang pada klakson ada efek terhadap pengendara sekitar.

>>> Baca juga: Fitur Wajib di Mobil, Kenali Sejarah Klakson

Di beberapa negara, penggunaan klakson diatur dan sangat sensitif karena bisa membuat pertikaian bila ada pengemudi yang membunyikan klason mendadak. Sedangkan di Indonesia belum ada aturan yang pasti dan masih tergolong bebas untuk pengemudi membunyikan klakson. Ketika tidak ada aturan maka bisa menimbulkan efek domino yang berbahaya pada lalu lintas.

Membunyikan klakson mendadak berbahaya untuk pengendara lain

Membunyikan klakson terlalu kencang dan mendadak bisa membahayakan pengemudi lain karena menganggu konsentrasi atau fokus

Satu hal yang harus diperhatikan saat membunyikan klakson jangan sampai mengganggu pengendara lain sehingga membuatnya kehilangan fokus. Klakson wajib digunakan dengan waktu yang tepat dan dibunyikan dengan bersahabat bukan karena emosi. Adapun fungsi klakson mobil yakni untuk memberi peringatan/berkomunikasi dengan pengguna jalan lain maupun pedestrian jika kita ingin melewati/menerobos suatu area. Sehingga mereka bisa memberi kita jalan. Termasuk berkomunikasi dengan mobil lain yang menghalangi jalan atau bersimpangan.

>>> Mungkin Anda tertarik: Awalnya Bukan Ditengah, Berikut Perkembangan Posisi Klakson Mobil

Meski masih tergolobg bebas, namun ada aturan soal klakson di Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi. Pada Bab II pasal 74 PP tersebut disebutkan jika klakson yang digunakan harus dapat mengeluarkan bunyi yang dalam keadaan biasa dapat didengar pada jarak 60 meter.

Klakson bisa memicu pertikaian

Beberapa negara suara klakson sangat sensitif karena bisa memicu perkelahian antar pegendara

>>> Ingin membeli mobil bekas terbaik di pasaran? Dapatkan informasinya di sini

Selebihnya jika seseorang pengendara melakukan penggantian klakson bersuara kencang. Akibatnya bisa menimbulkan risiko terhadap pengendara lain hingga kehilangan konsentrasi dan menyebabkan kecelakaan. Itulah sebabnya mengapa tingkat kencang suara klakson juga sudah diatur jelas. Hal ini merujuk pada merujuk pada PP No. 55/2012 tentang Kendaraan. Dalam pasal 69 disebutkan: Suara klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) huruf f paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).

Semua aturan ini berguna untuk menciptakan ketertiban di jalan. Karena pada prinsipnya, apa yang digunakan di jalan seharusnya menciptakan suasana tertib, antisipatif dan ada rasa saling empati.  Jadi pastikan saat berkendara Anda menggunakan klakson sebagai alat untuk berkomunikasi dengan pengemudi kendaraan lain. Klakson digunakan saat pengemudi ingin memberi isyarat kepada pengemudi yang lain untuk keselamatan kedua belah pihak.

>>> Berbagai tips dan trik otomotif terpercaya hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top