Cara Bus dan Truk Bisa dengan Mudah Melewati Jalanan Rusak

28/08/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Tidak seperti mobil penumpang jenis sedan, hatchback, MPV maupun SUV, bus dan truk lebih mudah melewati jalanan rusak dan menantang. Berikut jawabannya!

Salah satu kelebihan kendaraan besar seperti bus dan truk dibanding kendaraan kecil adalah kemampuannya melewati jalanan rusak dan tak mulus. Baik bergelombang, berlubang, rusak hingga tak beraspal sekalipun.

Faktor Penentu

Menurut produsen ban asal Korea Selatan, Hankook, banyak hal menjadi faktor penentu hal tersebut. Dan salah satu diabaikan bisa meningkatkan potensi terjadinya hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Foto menunjukkan truk melintas di jalanan yang rusak

Kendaraan besar dan berat punya daya tahan lebih baik saat melewati jalanan rusak

Pertama; skill mengemudi

Bagaimanapun juga mengoperasikan kendaraan besar tidak seperti kendaraan kecil karena dimensi bobotnya yang berbeda. Terlebih lagi jika harus melewati jalanan rusak. Pengemudi harus benar-benar terlatih dan memiliki kompetensi dengan bukti Surat Izin Mengemudi (SIM) B.

>>> Tips Berkendara Aman Bagi Pengemudi Truk dan Bus Ala Daimler

Kedua; kehati-hatian

Sudah punya skill kalau tidak berhati-hati juga berisiko. Gaya bisa membahayakan diri diri sendiri, kendaraan, muatannya, hingga membahayakan orang lain.

“Pengemudi bus dan truk jika tidak berhati-hati dan tetap memaksakan dengan gaya mengemudi layaknya di jalanan halus, dapat menghantam jalanan yang bergelombang dan berlubang yang dapat menyebabkan pecah ban hingga hingga berakibat fatal seperti menyebabkan kecelakaan,” kata National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni dalam keterangan resminya.

Ketiga; penggunaan ban yang tepat

Faktor ini tak bisa diabaikan. Penggunaan ban yang tepat berpengaruh besar terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara. Ban harus berukuran besar dengan jumlah menyesuaikan dimensi dan kapasitas kendaraan. Ada yang hanya 6 ban, 10 ban, hingga lebih dari 20 ban secara keseluruhan.

“Selain kehati-hatian ekstra dalam mengemudi, pemilihan ban sesuai dengan kondisi jalan atau operasional fleet juga menjadi bagian penting. Hal ini dikarenakan setiap jenis ban dirancang untuk masing-masing operasional ataupun kondisi jalan tertentu”, jelas Ahmad.

Foto menunjukkan petugas dari Dinas Perhubungan melakukan pengecekan ban

Pengecekan wajib dilakukan untuk memastikan ban dalam kondisi baik

Ban yang baik menurut Ahmad, memiliki ciri yang tidak bisa ditawar. Diantaranya kondisinya baru keluaran pabrik alias bukan vulkanisir. Meski sama-sama terlihat baru, ban keluaran pabrik lebih terjamin kualitasnya dibanding ban vulkanisir.

>>> KNKT: Vulkanisir Ban Truk & Bus Itu Aman, Asal...

Berikutnya ban memiliki fitur keausan yang merata serta bisa menyesuaikan kondisi jalan dan dinamika kendaraan. Memiliki daya cengkeram yang optimal agar bisa dikendalikan dengan baik saat digunakan.

Untuk Hankook sendiri ada beberapa produk ban disiapkan untuk memenuhi beragam kebutuhan bus dan truk. Seperti AH31, AH30, AM81 maupun DM04. AH31 dan AH30 untuk jalanan regional dan on road. Sementara AM81 untuk jalanan mixed service dan on/off road serta DM04 untuk jalanan off road.

“Dengan pemilihan ban yang sesuai dengan kondisi operasional, melakukan pengecekan ban sebelum melakukan perjalanan dan berhati-hati selama perjalanan akan mengurangi risiko kerusakan ban, kendaraan maupun muatannya. Keselamatan dan kenyamanan pun akan didapatkan”, tutup Ahmad.

Foto peluncuran ban Hankook di sebuah pameran

Ban Hankook tersedia juga untuk kendaraan berat seperti bus dan truk

>>> Hankook Tire Resmi Jadi Ban Original Honda Vezel 2021 Hybrid

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top