Awas! Injak Marka Serong Bisa Didenda Rp 500 Ribu

23/07/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Meski kurang dikenal, marka serong bukanlah marka biasa. Bahkan pengemudi yang melintasinya bisa didenda hingga Rp 500 ribu atau dipenjara paling lama 2 bulan.

Banyak rambu dan penanda yang harus dikenali pengemudi. Selain bertujuan untuk keselamatan juga menghindarkan dari terjebak pelanggaran. Salah satunya marka serong yang bentuknya serong membentuk segitiga.

Marka ini kerap dipasang di lokasi pertemuan dua jalur (percabangan jalan) atau digambar pada area penyempitan jalan raya dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan.

Marka Serong

Istilah tersebut tertera dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan. Pada Pasal 1 butir 4 dijelaskan Marka Serong adalah marka jalan yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam pengertian marka membujur atau marka melintang, untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan.

>>> Dari Garis Hingga Lambang, Ini Arti Marka Jalan di Indonesia

Foto Pembuatan Marka Serong

Marka jalan dibuat untuk tujuan keselamatan

Nyata dalam penjelasan tersebut bahwa marka serong adalah area larangan untuk dilintasi kendaraan. Namun dalam penjelasan lebih lanjut tidak semuanya dilarang dilintasi. Ada yang diperbolehkan dengan syarat tertentu.

Pada Pasal 27 dijelaskan ada 2 jenis marka dengan bentuk serong, yaitu

  • garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis utuh; dan
  • garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis putus-putus.

Marka yang pertama berupa garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis utuh adalah marka yang benar-benar dilarang untuk dilintasi kendaraan. Sedangkan yang kedua atau garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis utuh masih boleh dilintasi dengan catatan situasi benar-benar aman.

"Marka Serong berupa garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis putus-putus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b digunakan untuk menyatakan kendaraan tidak boleh memasuki daerah tersebut sampai mendapat kepastian selamat." demikian bunyi Pasal 27 ayat 4.

Sanksi

Sebagai salah satu rambu larangan, pengendara yang melintasi marka serong garis utuh yang dibatasi dengan rangka garis utuh masuk dalam kategori pelanggaran lalu lintas.

Sanksinya tertera pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 287 (1) yang berbunyi:

(1) Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Jadi, berhati-hatilah jika melihat marka seperti tersebut di atas. Bukan hanya menghindari tilang, tapi untuk keselamatan.

>>> Sudah Tahu Arti Marka Jalan Yellow Box Junction?

Foto salah satu Marka Serong pola Chevron di jalan raya

Marka Chevron banyak digambar di percabangan jalan untuk mencegah kecelakaan

>>> Wajib Tahu! Ini Besaran Sistem Poin Pelanggaran SIM yang Terbaru

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top