Awas, Emosi di Jalan Raya Bisa Dipenjara 5 Tahun atau Denda Rp 72 Juta

23/09/2020

Pengemudian

5 menit

Awas, Emosi di Jalan Raya Bisa Dipenjara 5 Tahun atau Denda Rp 72 Juta
Emosi di jalan raya yang menimbulkan kekerasan fisik serta penganiayaan bisa dijerat hukuman sesuai Undang-Undang Hukum Pidana. Sanksinya berupa pidana penjara sampai 5 tahun atau denda hingga Rp 72 juta.

Berkendara di jalan raya selain wajib memiliki kemampuan mengemudikan kendaraan dengan baik, mentaati setiap rambu-rambu lalu lintas, juga wajib menahan emosi. Karena jalan raya bukan hanya Anda yang menggunakannya, namun ada banyak pemakai. Mulai dari pengemudi kendaraan lain, sarana transportasi umum, pengguna sepeda, sampai pejalan kaki.

Sudah jamak kita mendengar atau melihat jika ada pengendara mobil maupun motor yang bersenggolan dengan kendaraan lainnya. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta yang kepadatan lalu lintasnya sangat luar biasa. Disinilah peran para pengemudi untuk bisa menahan emosi di jalan raya amat diperlukan. Karena jika tidak, ada banyak kerugian yang dapat mengancam Anda.

>>> Beragam Kronologi Kecelakaan Truk di Jalan Raya

Bisa Melanggar Undang-undang Pidana

Pengemudi Mobil Emosi

Jika terjadi perselisihan di jalan raya dan menyebabkan penganiayaan, maka dijerat KUHP

>>> 10 Gambar Rambu Lalu Lintas dan Artinya yang Sering Muncul di Jalan

Kewajiban untuk menahan emosi saat berada di jalan raya bukan hanya demi kepentingan psikologis, namun ternyata juga diatur dalam peraturan lalu lintas. Dikutip dari laman Toyota Indonesia, Rabu (23/09/2020), pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tertera hal yang mengatur kekerasan fisik di jalan raya. Jika terjadi kekerasan seperti pemukulan atau perkelahian terhadap penyelesaian masalah di jalan raya, maka pihak yang memukul bakal dikenai sanksi pidana penjara. Ini tercantum dalam KUHP Pasal 351 ayat 1.

Pasal tersebut tertulis jika ada perkelahian di jalan raya, maka tindakan ini masuk dalam kasus penganiayaan yang diancam sanksi pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Kemudian di Pasal 351 ayat 2 tertulis pula:

"Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun."

Selanjutnya jika Anda terbukti memukul atau menganiaya pengguna jalan lain yang ternyata korbannya di bawah umur, maka akan dikenai Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pada pasal 76C jo Pasal 80 terdapat ketentuan yang memuat jika terjadi penganiayaan terhadap anak di bawah umur akan dikenai pidana penjara paling lama tiga tahun enam bulan dan atau denda paling banyak Rp 72 juta.

Kendalikan Emosi dan Selalu Konsentrasi saat di Jalan Raya

Cekcok pengemudi di jalan raya

Jika terjadi insiden yang melibatkan pengguna jalan lain, selesaikanlah secara damai

>>> Review KIA Grand Sedona Diesel 2019: Fitur Semakin Lengkap dan Aman

Tentunya ancaman hukuman penjara tersebut tidak main-main. Ketentuan ini juga pasti dibuat demi menciptakan keamanan dan keselamatan berkendara setiap pemakai jalan raya. Untuk itulah sudah sepatutnya Anda menahan emosi di jalan raya selama berkendara.

Selalu fokus ketika mengemudi, dan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bersenggolan atau menabrak kendaran lain, selesaikanlah dengan tenang dan kekeluargaan. Sehingga baik pihak yang korban atau penyebab kecelakaan sama-sama mendapat penyelesaian secara damai.

Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top