Jangan Sampai Salah! Ini Aturan Penggunaan Lampu Hazard pada Mobil

15/03/2021

Pengemudian

3 menit

Menggunakan lampu hazard pada mobil kesayangan tidak boleh sembarangan karena sudah ada aturannya. Simak tips penggunaannya di bawah ini.

Masih banyak pengemudi salah kaprah saat menyalakan lampu hazard. Sebagian pengemudi mobil menyalakan lampu hazard atau lampu darurat ketika berkendara di tengah hujan deras untuk memberi tanda keberadaan mobilnya dan alarm pada pengemudi lain supaya hati-hati. Padahal hal itu sebaiknya tak dilakukan. 

>>> Konvoi Dilarang Pakai Hazard, Ini Alasannya

Gambar menunjukan Toyota Innova

Penggunaan Lampu  Hazard tidak bisa sembarangan

Aturan Mengenai Lampu Hazard

Menyalakan hazard artinya Anda memberi alarm atau peringatan kepada pengguna jalan lain agar berhati-hati karena mobil Anda terkena masalah sehingga wajib berhenti. Penggunaan lampu tersebut diatur oleh UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 121 Ayat 1 yang menyatakan: Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di Jalan.

Yang dimaksud dengan “isyarat lain” adalah lampu darurat dimana pada mobil difasilitasi oleh lampu belok kiri-kanan yang berkedip bersamaan. Sementara yang dimaksud dengan “keadaan darurat” adalah kendaraan dalam keadaan mogok, kecelakaan lalu lintas, atau mengganti ban. Bukan hanya undang-undang, buku kepemilikan kendaraan juga tertulis bahwa penggunaan lampu darurat hanya saat mobil berhenti karena bermasalah.

>>> Harga Mobil Toyota Terbaru Setelah Dapat PPnBM 0%

Gambar menunjukan Lampu Hazard

Hanya untuk keadaan darurat

Alasan Lampu Hazard Hanya Untuk Mobil Berhenti Darurat

Penggunaan lampu hazard saat mobil jalan menihilkan fungsi lampu sein (isyarat) yang dipakai waktu mobil pindah jalur atau belok. Manuver kendaraan tidak dapat diantisipasi oleh pengguna jalan lain karena kedua lampu isyarat belok menyala bersamaan sehingga tidak dapat diketahui kemana arah mobil. Kondisi ini jelas sangat berbahaya di tengah kondisi lingkungan yang memang sudah kurang kondusif akibat jalan licin, hujan lebat, dan berkurangnya daya pandang.

Selain itu, ketika hujan daya pandang pengemudi akan menurun drastis. Bias sinar dari pancaran hazard yang dipantulkan oleh air hujan justru membuat pengguna jalan lain terganggu oleh silau lampu  hazard yang berkedip. Situasi ini akan membuat pengguna jalan lain kesulitan memperhitungkan posisi mobil Anda dan berisiko salah melakukan antisipasi seperti saat pengereman mendadak lantaran fokus pandangan terganggu oleh nyala lampu hazard.

Anda disarankan supaya tidak mengaktifkan lampu darurat waktu mengemudi di tengah cuaca buruk. Termasuk saat konvoi atau berada di persimpangan jalan karena akan membuat pengguna jalan lain terganggu dan bingung. Cukup nyalakan lampu kendaraan sesuai dengan fungsinya, terapkan prinsip safety driving, dan patuhi aturan lalu lintas, maka perjalanan Anda akan berlangsung dengan aman dan nyaman.

>>> Review Toyota Land Cruiser Seri 80 1995: Acuan SUV 4WD Era 1990-an

Bahaya Nyalakan Lampu Hazard Saat Hujan, Sebaiknya Aktifkan Fitur Ini

Jangan sampai salah kaprah menyalakannya

 

Solusi Pengganti Lampu Hazard

Anda cukup menyalakan lampu senja atau lampu kecil saat mengemudi di tengah hujan. Atau kalau butuh tambahan daya pandang dapat mengaktifkan lampu utama. Foglamp yang sudah menjadi standar di hampir semua mobil juga bisa diperbantukan untuk meningkatkan visibilitas ketika hujan. Dan yang tidak kalah penting, kurangi kecepatan mobil dan jaga jarak aman guna mengantisipasi segala kemungkinan.

>>> Bos Toyota Ingatkan Apple, Bisnis Penjualan Mobil Itu Tak Mudah

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.

 
back to top