Android Auto dan Apple CarPlay Lebih Berbahaya Dari Pengemudi Mabuk

23/03/2020

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Android Auto dan Apple CarPlay Lebih Berbahaya Dari Pengemudi Mabuk
Seiring perkembangan zaman, teknologi mobil semakin maju dengan hadirnya berbagai fitur yang memberikan kenyamanan ketika berkendara. Tapi, bagaimana jadinya jika teknologi tersebut justru jadi hal berbahaya?

Saat ini, teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi mobil dengan menghadirkan peningkatan keamanan dan kenyamanan. Saat fitur seperti blind-spot monitoring, pedestrian detection, dan adaptive cruise control membuat mobil lebih aman, inovasi lain justru dapat mengalihkan fokus pengendara, yang tentu sangat berbahaya.

>>> Bagaimana cara memanfaatkan fitur integrasi ponsel Android dan Apple di MZD Connect?

Lebih berbahaya ketimbang mengemudi saat mabuk

Studi terbaru dari IAM RoadSmart, organisasi keamanan jalan yang berbasis di Inggris, mengatakan penggunaan Android Auto dan Apple CarPlay ketika berkendara dinilai lebih berbahaya daripada pengemudi mabuk.

>>> Temukan pilihan mobil baru dan bekas bekualitas di sini

Sebuah klaim yang berani, namun berdasarkan studi yang dilakukan oleh IAM dengan bantuan TRL, FIA, dan Rees Jefrey Road Fund, pengoperasian head unit layar degan fitur integrasi ponsel Android dan Apple dapat meningkatkan waktu reaksi pengemudi dibandingkan mengemudi saat mabuk (pada batasan legal), texting, menghisap ganja, atau bahkan menelepon saat berkendara.

Interface Apple CarPlay Touchscreen

Head unit layar sentuh dapat mengalihkan fokus pengemudi sekitar 16 detik

Saat mengoperasikan layar sentuh sistem tersebut, pengemudi mengalihkan fokusnya ke jalanan sekitar 16 detik. Dengan waktu selama itu, mobil dapat berjalan lebih dari 500 meter dalam kecepatan 112 km/jam. Sebagai perbandingan, pengemudi dalam kondisi mabuk reaksinya melambat sekitar 12%, sementara itu perokok ganja reaksinya 21%.

Fitur voice control tak berpengaruh banyak

Ketiganya masih lebih baik jika dibandingkan pengaruh pemakaian telepon saat berkendara, mengetik pesan saat berkendara dapat mengurangi respon pengemudi sekitar 35%, menelepon tanpa bantuan handsfree dapat menurunkan konsentrasi sampai 46%, sementara penggunaan Android Auto dan Apple CarPlay dapat menurunkan reaksi pengemudi antara 53-57%.

>>> Tips pengemudian lain yang tak kalah menariknya dapat Anda lihat di sini

Fitur voice control pada mobil dengan Android Auto dan Apple CarPlay

Fitur voice control hanya dapat menekan angka distraksi sampai 30-36% saja

Memang, beberapa mobil sudah disematkan voice control, namun fitur tersebut hanya bisa menekan angka distraksi menjadi 30-36% saja, tetap saja hal ini dapat mempengaruhi fokus berkendara, khususnya untuk menjaga tetap berada di lajur dan jarak pengereman.

Para peserta yang dilibatkan dalam studi ini juga rata-rata gagal bereaksi terhadap kondisi di jalanan ketika mengoperasikan kedua sistem, dengan rata-rata waktu reaksi melambat sampai 50%. Hal ini membuktikan bahwa teknologi bisa saja meningkatkan kenyamanan berkendara, namun di sisi lain bisa mengurangi fokus berkendara.

>>> Tips & trik otomotif terbaru bisa Anda lihat di sini

Share this post:
Derry Munikartono Ahnas Putra
Penulis
Derry Munikartono Ahnas Putra
Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.

Berita lain

Tahun Depan, BMW Sematkan Android Auto Sebagai Standar

13/12/2019

Pasar mobil

3 menit

Setelah beberapa tahun terakhir menghadirkan Android Auto sebagai opsional, akhirnya BMW menghadirkan fitur integrasi ponsel Android itu sebagai standar untuk beberapa modelnya mulai tahun depan.

Lihat juga

Siap Debut, Mobil Listrik Volvo XC40 Dibekali Sistem Infotainment Android

10/10/2019

Mobil baru

3 menit

Sistem infotainment Android telah diterapkan dalam produk otomotif roda empat selama beberapa tahun terakhir, meski dibuat oleh perusahaan pihak ketiga. Namun perubahan segera terjadi sebab Volvo XC40 memastikan akan menjadi mobil listrik pertama yang mendapatkan fitur tersebut, langsung dari pabrik.

Lihat juga

Toyota Akhirnya Siapkan Sistem Infotainment Android Auto

Toyota akhirnya dapat mengalah dan memungkinkan Android Auto bekerja di mobilnya, menurut Bloomberg. Pengumuman resmi dilaporkan bisa datang bulan depan.

Lihat juga

Update Android Auto Permudah Pencarian dan User Interface

Google merilis update Android Auto yang dirancang untuk membuat user interface menjadi lebih mudah dan efisien, terlebih untuk navigasi dan mengurangi kemungkinan konsol infotainment mengganggu dan menempatkan pengemudi dalam keadaan bahaya.

Lihat juga

Renault-Nissan-Mitsubishi Ikut Tanamkan Sistem Infotainment Berbasis Android

Aliansi otomotif Renault-Nissan-Mitsubishi mengumumkan kemitraan mereka dengan Google untuk menanamkan sistem infotainment berbasis Android di kendaraan masa depannya.

Lihat juga