Amankah Membaca di Dalam Perjalanan Mobil?

30/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Amankah Membaca di Dalam Perjalanan Mobil?
Selain tidur, membaca merupakan salah satu aktivitas bagi para penumpang mobil untuk mengusir rasa jenuh. Alih-alih terhibur, beberapa orang merasa mual saat melakukannya. Sebenarnya, amankah menikmati tulisan di dalam perjalanan?

Gambar menunjukkan wanita membaca novel

Perhatikan anak-anak bila sedang membaca di mobil

Menunggu merupakan hal membosankan, termasuk menunggu mobil melaju hingga sampai ke tujuan. Karenanya tidak jarang kita melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menikmati pemandangan saat perjalanan, mendengarkan musik, hingga membaca supaya kebosanan hilang. Untuk yang terakhir disebut, jenis bacaan semakin beragam, seperti novel dan komik fisik, atau cukup dari ponsel pintar.

Bagi sebagian orang, membaca di dalam mobil justru menimbulkan sensasi tidak menyenangkan, seperti keringat dingin, mata berkunang-kunang, hingga mual di perut. Hal serupa juga dialami bagi para pekerja yang tetap membuka laptop untuk menyelesaikan pekerjaan saat naik taksi.

Baca juga: 

Sensasi tersebut timbul akibat tidak sinkronnya mata dengan anggota tubuh lain. Saat membaca di dalam mobil, mata dalam keadaan statis untuk menyisir tulisan dan visual, sehingga organ tersebut memberi sinyal ke otak bahwa Anda sedang dalam kondisi diam. Namun tidak demikian halnya dengan kulit yang merasakan getaran dan pergerakan, atau telinga yang mendengar suara mesin serta lalu lintas. Mereka memberi tahu otak bahwa Anda sedang bergerak. Otak bingung dengan kondisi tersebut, sehingga umpan baliknya adalah kondisi kurang sehat seperti keringat dingin hingga vertigo.

Gambar menunjukkan pemandangan di pegunungan

Merasa mual saat membaca? Segera beralih ke pemandangan luar jendela mobil

>>> Tips mengemudi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di sini

Menurut Dr. Michael G. Stewart, Ketua Departemen Otorhinolaryngology dari New York Presbyterian Hospital/ Weill Cornell Medical College, membaca di dalam mobil tidak merugikan kesehatan meski kadang menimbulkan berbagai efek kurang mengenakkan. Lebih lanjut, ia menuturkan “Ada keseimbangan manusia dipengaruhi oleh tiga titik, yakni input visual, perasaan posisi (biasa disebut proprioception), serta input dari telinga dalam yang menangkap akselerasi dan pergerakan,” tulisnya dalam website nytimes. “Jika satu dari ketiganya tidak sinkron, Anda bisa merasa vertigo atau pusing.

“Jika Anda bisa membaca tanpa merasakan gangguan, tidak mengapa untuk lanjut. Tapi bila mulai merasa tidak enak, berhenti sejenak untuk beralih ke pandangan bergerak,” pungkasnya.

Untuk berjaga-jaga, kita bisa menyiapkan minyak angin atau permen mint sebelum perjalanan. Bila masih tidak yakin, lebih baik tahan bacaan hingga tempat tujuan dan ganti dengan kegiatan lain seperti mendengar musik atau ngobrol dengan penumpang lain. 

>>> Baca tips Cintamobil.com lainnya di sini!

Share this post:
 
back to top