Alasan Setiap Negara Menggunakan Setir Kiri Atau Kanan

30/03/2019

Pengemudian
Share this post:
Alasan Setiap Negara Menggunakan Setir Kiri Atau Kanan
Seiring berjalannya zaman, setiap negara ternyata punya aturan mengenai setir mobil. Sama halnya dengan Indonesia yang menggunakan setir kanan dan lajur jalan kiri. Hal berbeda dapat diamati pada negara-negara Eropa misalnya, yang menerapkan setir mobil kiri dengan lajur kanan. Apa alasan di baliknya?

Untuk menjawab fenomena menarik seputar setir mobil kanan dan kiri, kita perlu melompat lebih jauh ke dalam sejarah masa lalu. Tak terkecuali, setiap negara memiliki latar belakang berbeda-beda dalam menerapkan posisi setir dan lajur jalan.

Setir Kiri Dan Setir Kanan

Istilah internasionalnya, setir mobil kanan cenderung diberi nama “Right-Hand Driving”. Sama halnya seperti di Indonesia, setir mobil di sisi kanan menggunakan lajur kiri lalu lintas atau yang disebut Left Hand Traffic (LHT). Tercatat, ada 75 negara bagian yang menerapkan model berkendara LHT.

Setir mobil kanan dan kiri memiliki latar belakang yang berbeda-beda di setiap negara

Ilustrasi mengenai setir mobil kiri dan kanan

Di sisi lain, setir yang diposisikan di sebelah kiri seringkali disebut “Left-Hand Driving”. Kebalikannya, lajur jalan yang tepat adalah lajur kanan lalu lintas sehingga dikenal sebagai Right Hand Traffic (RHT). Populasi negara yang menerapkan RHT sudah mencapai 165 negara.

>>> Punya rencana membeli mobil baru? Coba lihat harga mobil yang dijual terjangkau di lapak Cintamobil.com

Sejarah Setir Mobil Kanan

Beberapa negara mengaplikasikan setir mobil kanan umumnya dikarenakan salah satu koloni atau bekas jajahan British. Mengapa begitu? Inilah sejarah setir mobil kanan.

Kembali kepada sejarah di era Feodal yang dimana pasukan berperang Inggris banyak menggunakan kuda sebagai kendaraan utama. Setiap pasukan umumnya memegang pedang dengan tangan kanan sehingga mereka cenderung mengambil lajur kiri.

Sarung pedang ditempatkan di sisi kiri pinggang pasukan. Nantinya pedang tersebut akan dikeluarkan dari sarungnya dan kemudian pedang digenggam oleh tangan kanan, sedangkan tangan kiri memegang kendali kuda. Mengingat pedang berada di posisi kanan maka akan lebih mudah melawan musuh yang berada di kanan mereka. Sehingga tak heran, apabila lajur jalan yang dilalui oleh kuda cenderung diposisikan di sisi kiri jalan.

>>> Baca juga: Bisa Menyetir Mobil Tapi Belum Tahu Kinerja Setir? Inilah 4 Hal Yang Wajib Anda Ketahui

Kuda Pasukan Inggris yang memegang pedang di tangan kanan menjadi cikal bakal sejarah setir mobil kanan

Sejarah setir mobil kanan dimulai dari filosofi pasukan berkuda Inggris

Kebiasaan mengendarai kendaraan di lajur kiri akhirnya diteruskan dari generasi ke generasi. Pada tahun 1835 akhirnya hal ini dimasukkan ke dalam aturan jalan raya dan diterapkan pula pada wilayah-wilayah yang sudah menjadi basis koloni Inggris.

“Menariknya lagi, aturan ini juga diekspor ke Jepang yang mana insinyur ahli Inggris menciptakan kereta dengan lajur sisi kiri jalan”, ungkap Giles Chapman selaku penulis transportasi. Melihat inovasi tersebut, tak lama kemudian Jepang pun akhirnya mengeluarkan regulasi tentang hal tersebut.

Pengaruh Inggris terhadap setir kanan dengan lajur kiri ini akhirnya juga diadopsi langsung oleh Australia serta Malaysia yang merupakan koloninya.

Sedangkan untuk Indonesia, hal berbeda terjadi. Penjajah Belanda pertama kali mengenalkan konsep setir kanan kepada masyarakat Hindia Belanda (Indonesia). Napoleon yang berbasis dari Prancis juga akhirnya menjajah Belanda dan mengubah haluan ke sisi kiri. Namun untuk Indonesia dan Suriname, hal tersebut tidak dihiraukan, mereka masih tetap menerapkan setir di sisi kanan.

>>> Tips mengemudi lebih lanjut bisa Anda dapatkan di sini

Setir mobil kanan masih terus dipertahankan di Indonesia

Hingga kini, Indonesia masih menganut model setir kanan

Sejarah Setir Mobil Kiri

Jika setir mobil berada di sisi kiri maka jalur yang dilewati adalah kanan. Mungkin sebagian dari kita masyarakat Indonesia, tidak terbiasa dengan hal ini. Namun dari faktanya, lebih banyak negara mengaplikasikan model setir kiri dengan jumlah 165 negara daripada setir kanan yang hanya 75 negara termasuk Indonesia.

Sejarah setir mobil kiri pertama kali ditemukan pada akhir tahun 1700-an yang mana para penduduk Amerika kerap kali menggunakan kuda untuk kendaraan pertanian. Tak ada tempat duduk sama sekali di saat itu, pengendara atau kusir kuda lebih senang duduk di kiri. Mengapa begitu? Ya, supaya tangan kanan sang kusir lebih mudah memecut kuda-kuda tersebut supaya terus berjalan.

>>> Baca juga: Ingin tahu mobil-mobil apa saja yang baru dirilis di Indonesia? Klik di sini untuk informasi selengkapnya

Adapun mereka, sang kusir, lebih senang apabila pengendara lain menyalipnya dari sisi kiri. Sementara ia tetap berada di lajur kanan jalan sambil memecut kudanya, ia juga bisa mengamati lalu lalang kendaraan lain yang menyalip dari sisi kiri.

Setir Mobil Kiri berangkat dari cerita sang kusir kuda di tahun 1700-an

Setir mobil kiri lebih banyak digunakan di berbagai negara daripada setir kanan

Hal inilah yang kemudian terus berkembang menjadi sebuah aturan utama, dicetuskan oleh Empress Elizabeth Petrovna di tahun 1752. Sebagai tambahan juga, model lajur kanan ini juga berkembang pesat pasca Revolusi Perancis. Seperti halnya, Paris juga memperkenalkan aturan lajur kanan kepada masyarakatnya di tahun 1794. Otomatis, lajur kanan di sini diimbangi dengan setir yang diposisikan di sisi kiri, kebalikan dari Indonesia.

>>> Ikuti juga informasi menarik seputar mobil lainnya hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:
 
back to top