Alasan Sepeda Motor Dilarang Masuk Tol

11/04/2021

Pengemudian

3 menit

Share this post:
Bukan tanpa alasan, sepeda motor dilarang masuk jalan tol karena risikonya jauh lebih tinggi daripada manfaatnya baik dari sisi keselamatan maupun sisi hukum.

Dalam beberapa kesempatan masih sering terjadi sepeda motor masuk ke jalan tol. Padahal hal tersebut jelas-jelas dilarang. Selain rambu-rambu sepeda motor disilang merah, di gerbang masuk tol juga terpampang tulisan besar-besar JALAN TOL HANYA UNTUK KENDARAAN BERMOTOR RODA EMPAT ATAU LEBIH.

Alasan dilarang

Melalui unggahannya di IG @jasamarga.official, PT Jasa Marga memberikan penjelasan mengapa sepeda motor dilarang masuk tol. Faktor keselamatan adalah konsiderasi atau pertimbangan utama hal tersebut.

1. Berbahaya

Area yang luas serta banyaknya kendaraan besar yang melintas dengan kecepatan tinggi menimbulkan tekanan angin yang lebih besar. Jika mengenai sepeda motor bisa berisiko oleng hingga kehilangan kendali.

Dalam beberapa kasus sepeda motor masuk tol berujung pada kecelakaan. Seperti yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek pada 30 Agustus 2020. Satu unit sepeda motor yang dikendarai 3 orang cewek mengalami kecelakaan karena tersenggol Mitsubishi Pajero Sport. Mereka diketahui masuk lewat GT Bekasi Timur yang tidak memiliki gerbang tol karena menggunakan sistem off ramp pay (transaksi dilakukan di gerbang keluar).

Foto menunjukkan Sepeda motor masuk tol mengalami kecelakaan

Sepeda motor masuk tol membahayakan keselamatan

Kasus lainnya juga terjadi di Tol Jakarta-Cikampek  pada 13 Desember 2020 jam 01.30 WIB. Dua orang yang mengendarai satu motor nyasar masuk tol lewat GT Bekasi Barat. Pada akhirnya sepeda motor yang mereka tumpangi tercebur ke Kali Bekasi. Satu orang selamat, sementara temannya meninggal karena tenggelam.

2. Melanggar aturan

Dengan alasan apapun selain yang dikecualikan, sepeda motor dilarang masuk tol karena bukan peruntukannya. Sebagaimana disebutkan dalam dalam Pasal 38 Peraturan Pemerintah (PP) No. 44 Tahun 2009 tentang Perubahan PP No. 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol.

“(1) Jalan tol diperuntukkan bagi pengguna yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.”

Aturan diatas cukup jelas. Larangan bukan hanya berlaku untuk sepeda motor, tapi juga untuk sepeda onthel, sepeda listrik, dan pejalan kaki, serta kendaraan roda tiga seperti bajaj, bentor (becak motor), dan sepeda motor ural.

>>> Sanksi Bagi Sepeda Motor yang Nekat Masuk Tol

Pengecualian

Cukup jelas bahwa hukum asal adalah sepeda motor dilarang di jalan tol. Namun demikian ada pengecualian dimana sepeda motor diperbolehkan masuk dan melintas. Yaitu di jalan tol yang telah dilengkapi jalur khusus sepeda motor, dan jalurnya secara fisik terpisah dari jalur mobil. Pengecualian ini tertuang pada Pasal 38 PP No. 44 diatas yang berbunyi:

“(1a) Pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.”

Contoh jalan tol yang dilengkapi jalur sepeda motor yaitu Tol Bali Mandara yang sudah beroperasi sejak 23 September 2013 dan dikelola. Tol lainnya yaitu Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali, rencananya jalan tol ini juga bakal dilengkapi jalur khusus sepeda motor.

>>> Pahami Aturan Berkendara di Jalan Tol Agar Tak Melanggar

Foto menunjukkan kendaraan melintas di Tol Bali Mandara

Jalan Tol Bali Mandara memiliki jalur khusus sepeda motor

>>> Temukan informasi mobil menarik lainnya hanya di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top