Jangan Asal Berhenti di Area Jalur Penyelamat Darurat

28/01/2021

Pengemudian

3 menit

Dibuat untuk penyelamatan darurat, siapapun dilarang berhenti di area emergency escape ramp atau jalur penyelamat darurat untuk menghindari bahaya lebih besar.

Pembangunan infrastruktur jalan selain memprioritaskan kualitas jalan itu juga mempertimbangkan faktor keselamatan. Yang menanjak terlalu tajam jika mungkin dibikin lebih rendah akan direndahkan, sedangkan yang menurun dibikin landai, Selain memikirkan kontur jalan fasilitas pendukung keselamatan juga penting. Misalnya jalur penyelamat darurat yang disebut emergency escape ramp atau emergency safety area.

Anda yang sering berkendara pasti pernah melihat di jalanan yang menurun ada jalur buatan di sebelah kiri yang dibikin agak naik dan jalurnya berupa pasir yang dibikin bergelombang. Itulah jalur penyelamat. Biasanya disertai juga dengan rambu penunjuk jalur penyelamat berupa tulisan berukuran besar dengan tanda panah.

Foto menunjukkan salah satu jalur penyelamat darurat di jalan tol

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib menyediakan fasilitas penunjang keselamatan

Jalur penyelamat darurat

Sesuai namanya emergency escape ramp adalah jalur penyelamat darurat. Fungsinya menyelamatkan kendaraan yang mengalami masalah saat kendaraan masih berjalan. Sedangkan tujuannya agar tidak timbul kecelakaan fatal. Jalur penyelamat seperti ini lebih banyak dibuat di jalan berkontur menurun untuk menyelamatkan kendaraan yang mengalami gangguan pengereman alias blong.

Seperti diketahui, kasus kecelakaan karena rem blong sering terjadi di Indonesia. Yang paling sering menimpa pada kendaraan besar bermuatan berat, seperti bus, mobil pick up, hingga truk bermuatan berat. Sedangkan faktor penyebabnya beragam, mulai dari kelebihan muatan hingga sistem pengereman yang bermasalah.

Apapun penyebabnya, rem blong hampir selalu berujung pada kecelakaan dengan korban besar. Kendaraan akan terperosok atau menabrak objek lain dengan kecepatan maksimum. Pada akhirnya menimbulkan kerusakan besar pada kendaraan lain maupun property hingga membuat orang kehilangan nyawa.

>>> Mengenal KM 428, Lokasi Kecelakaan Chacha eks Trio Macan

Foto menunjukkan dampak kecelakaan di Bawen Semarang Januari 2021 karena rem blong

Rem blong bisa menimbulkan kecelakaan besar yang memakan banyak korban

Harus Dikosongkan

Dengan adanya jalur penyelamat diharapkan kendaraan yang mengalami gagal pengereman alias blong bisa tertolong, tidak terjadi kecelakaan yang lebih fatal. Nah, manfaat maksimal ini butuh dukungan dari pihak lain. Minimal mengosongkan area tersebut. Jangan ada yang menggunakannya untuk parkir kendaraan, meletakkan sesuatu, berjualan atau malah untuk begadang ngobrol bareng teman.

Dampaknya bakal sangat besar jika jalur penyelamat digunakan untuk hal-hal di atas. Gambarannya, pengemudi bakal mengarahkan kendaraannya yang blong ke jalur penyelamat karena itu satu-satunya harapan untuk menyelamatkan diri. Jika ternyata di jalur masuk terdapat objek lain, kendaraan blong bakal tidak mulus masuk ke jalur penyelamat.

Bisa saja pengemudi membanting setir menghindari objek yang pada akhirnya kecelakaan. Atau kalau tidak, kendaraan tetap masuk jalur penyelamat dengan menabrak segala yang menghalangi di situ. Bayangkan, jika disitu ada orang-orang tengah mengobrol tentu bakal langsung jadi korban. Atau ada kendaraan yang tengah diparkir, juga bakal jadi sasaran tabrak.

>>> 5 Cara Menghindari Kecelakaan di Jalan Tol

Foto truk rem blong masuk jalur penyelamat

Area masuk jalur penyelamat harus steeril dari berbagai objek

>>> Baca tips dan trik mengemudi di Cintamobil.com

Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top