Agar Tidak Salah, Ini Jenis Surat Tilang Yang Ada di Indonesia

27/07/2019

Pengemudian

2 menit

Beredarnya video viral pengemudi mobil yang menerobos razia hingga menabrak seorang polisi disayangkan oleh seluruh netizen. Diduga pengemudi tersebut takut ditilang. Padahal tidak perlu takut bila memang tidak melakukan kesalahan. Lantas aja jenis tilang apa saja di Indonesia?

Tindakan langsung terhadap pelanggaran lalu lintas atau tilang oleh polisi merupakan hal yang sering terdengar oleh masyarakat. Namun sebagian pelanggar masih bingung untuk memahami tindakan langsung tersebut, khususnya surat tilang. Surat tilang yang ada di Indonesia memiliki lima warna, yaitu warna merah, biru, hijau, kuning, dan putih. Tetapi, hanya surat tilang merah dan biru yang berlaku untuk masyarakat umum, sedangkan surat tilang warna hijau untuk arsip keadilan, kuning untuk arsip pihak kepolisian, dan putih untuk arsip kejaksaan.

>>> Berapa Denda Telat Bayar Pajak Mobil 2019? Begini Cara Menghitungnya

Surat tilang berwarna biru

Jenis surat tilang berwarna biru mengakui kesalahan dan membayar denda maksimal

Melansir dari situs polri.go.id, pelanggar yang mengakui kesalahannya di tempat tilang berhak memilih untuk menerima surat atau slip tilang biru. Jika proses penilangan sudah selesai, pelanggar dapat membayar denda tilang di Bank BRI tempat kejadian. Setelah melunasi pembayaran, pelanggar bisa langsung mengambil dokumen yang ditahan pada saat ditilang di Polsek tempat kejadian. Tetapi, jika menerima jenis surat tilang biru, pelanggar harus membayar denda maksimal dari pelanggaran yang dilakukan.

>>> Sedang mencari mobil berbagai merek? Kami punya pilihannya!

Kemudian, pelanggar dapat meminta jenis surat tilang merah jika menolak dakwaan polisi pada saat penilangan dan proses akan dilanjutkan di pengadilan. Setelah itu, pengadilan akan memutuskan apakah pelanggar bersalah atau tidak dengan mendengarkan keterangan dari polisi yang bersangkutan. Tanggal sidang ditentukan oleh polisi pada saat penilangan, biasanya dalam waktu 5 sampai 10 hari kerja, dihitung dari tanggal pelanggaran.

Tanda tangan mengakui pelanggaran

Dengan menandatangani surat tilang artinya mengakui kesalahan

>>> Dapatkan berbagai informasi tips mengemudi lainnya hanya di sini

Sistem tilang yang berlaku saat ini memiliki tiga pilihan bagi pelanggar. Pertama, pelanggar dapat membayar denda di Bank BRI (slip biru), lalu yang kedua adalah pelanggar dapat menyelesaikan proses tilang di persidangan (slip merah). Pilihan terakhir adalah pelanggar dapat menitipkan proses tilang kepada kuasa untuk persidangan. Pilihan tersebut berlangsung sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kapolri No.Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 (SK 1998).

Pada saat penilangan, polisi yang memberhentikan pelanggar wajib menyapa dengan sopan serta menunjukkan identitas dengan jelas. Selain itu, polisi juga harus menerangkan dengan jelas kepada pelanggar apa kesalahan yang terjadi, termasuk menjelaskan pasal yang telah dilanggar dan jumlah denda yang harus dibayarkan. Berdasarkan Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, besaran denda berlaku untuk pemegang blangko tilang yang kamu terima baik itu merah (sidang) maupun biru (bayar ke bank). Jadi, sudah jelas bukan jenis surat tilang apa yang harus Anda peroleh ketika melanggar lalu lintas?

>>> Tips dan trik lainnya seputar mobil bisa ditemukan di Cintamobil.com

 
back to top