Agar Tetap Aman, Perhatikan Tips Melewati Jalan Sempit

17/11/2018

Pengemudian
Agar Tetap Aman, Perhatikan Tips Melewati Jalan Sempit
Dalam berkendara Anda terkadang harus melewati jalan alternatif yang tidak terlalu lebar. Agar tetap aman dan tidak menyerempet bodi mobil, ada beberapa tips aman melewati jalan sempit yang bisa Anda lakukan.

Kemacetan tentu dihindari oleh seluruh pengemudi mobil di dunia. Ketika Anda mengecek melalui peta digital ada kemacetan pada jalur yang akan dilalui, jalan alternatif pun menjadi solusi. Namun jangan beranggapan bahwa jalan alternatif seperti perumahan atau jalan kecil akan membuat Anda lebih tenang karena kondisi jalan lancar dan jumlah kendaraan tidak banyak. Padahal jalan alternatif umumnya lebih sempit dan berliku yang justru berpotensi menimbulkan bahaya seperti mobil terserempet.

>>> Jangan Asal Injak, Kenali Teori Pengereman Yang Tepat

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan ada beberapa tips atau cara untuk mengantisipasi saat berkendara di jalanan yang sempit. “Poin penting ketika melewati jalan sempit adalah mengobservasi situasu sekeliling dan perhatikan gerak para pejalan kaki. Pengenalan objek menjadi hal penting untuk dilakukan saat berkendara,” ujarnya.

Beri jalan untuk pedestrian yang menyeberang

Beri jalan untuk pedestrian yang ingin menyeberang maupun berada di samping mobil Anda

Jusri menambahkan langkah tersebut harus dilakukan pengemudi untuk menghindari potensi bahaya sehingga bisa memperhitungkan ruang dan waktu. Semua objek mulai dari depan, samping hingga belakang harus diperhatikan oleh pengemudi saat melintasi jalan yang sempit. Kecepatan kendaraan juga wajib diperlamat ketika melintasi tempat ramai pejalan kaki seperti sekolah, zebra cross atau pasar. Ketika memperlambat mobil dan memberi jalan untuk pejalan kaki menyeberang, intip kaca spion agar mengtahui objek sekitar. Potensi bahaya bia datang dari belakang jika melakukan pengereman mendadak. Maka dari itu kontrol kecepatan mobil saat melaju di jalan sempit.

>>> Meminimalisir Kecelakaan, Perhatikan Fitur Bantuan Mobil ketika Hujan

Bila Anda berpapasan dengan mobil lain berlawanan arah, utamakan untuk mengalah dan menepikan sedikit mobil untuk memberikan kesempatan mobil lewat lebih dulu agar terhindar dari kondisi terjebak (stuck). Bila ada sepeda motor di belakang yang ingin mendahului mobil Anda ketika mobil sedang berpapasan, persilakan sepeda motor untuk mendahuluinya. Namun bila jarak terlalu dekat dengan mobil berpapasan, berikan kode dan instruksi agar tunggu mobil yang berlawanan arah tersebut melewati mobil Anda.

Lakukan observasi saat mengemudi

Tetap tenang dan lakukan observasi pada lingkungan sekitar saat melewati jalan sempit

>>> Dapatkan semua tips mengemudi di jalan raya lebih lengkap di sini

Kondisi lain yang mungkin akan Anda jumpai ketika melewati jalan sempit adalah berpapasan dengan pengendara lain saat berbelok. Karena pandangan jalan yang tertutup bangunan atau objek lain, gunakan klakson sebanyak 1 kali untuk memberi isyarat bahwa Anda akan berbelok. Sebaliknya, bila Anda sudah mendengar klakson dari arah berlawanan, perlambat kecepatan dan beri jalan dahulu kepada mobil lain. Pun ketika Anda mendekat belokan yang pandangan terhalang bangunan tapi sudah melihat ‘moncong’ mobil maka berikan jalan untuk mobil tersebut.

Berkendara di jalan sempit perumahan juga berpotensi bahaya ketika secara tiba-tiba muncul mobil dari balik pagar rumah. Jangan sesekali meremehkan kondisi jalan yang lengang karena justru potensi bahaya bisa lebih besar. Ketika ada mobil yang keluar rumah, Anda bisa saja melakukan rem mendadak atau membanting setir untuk menghindarinya. Tetapi hal ini justru membahayakan lingkungan sekitar. Ibarat sebuah radar, lakukan sikap selalu waspada dalam segala kondisi dan identifikasi semua objek baik bergerak atau diam. Kemampuan kognitif dan motoring sangat dibutuhkan dalam hal ini agar bisa mengantisipasi bahaya yang datang.

 
back to top