Agar Perjalanan Lebih Aman, Tips Memilih Jenis Lampu Saat Musim Hujan

22/11/2018

Pengemudian

4 menit

Agar Perjalanan Lebih Aman, Tips Memilih Jenis Lampu Saat Musim Hujan
Teknologi lampu utama mobil saat ini terus berkembang. Namun tidak semua lampu tersebut cocok untuk musim hujan karena visibilitas yang tidak terbantu banyak saat mengemudi. Perjalanan pun lebih aman bila Anda memilih jenis lampu yang tepat saat musim hujan tiba.

Memasuki musim hujan, peran lampu utama semakin vital karena tidak hanya menerangi jalan tapi juga penanda untuk mobil dari arah berlawanan. Namun teknologi lampu yang berkembang seperti hadirnya LED (Light Emitting Diode) atau HID (High Idensity Discharge) apakah cocok untuk menerobos hujan dan membuat visibilitas tetap terjaga?

>>> Mungkin Anda tertarik: Jangan-Jangan Anda Belum Tahu, Inilah Tips Mengganti Wiper Mobil Saat Musim Hujan

Fungsi lampu adalah sebagai alat bantu visibiiltas pengemudi agar pengemudi tetap aman di jalan. Ketika musim hujan, jarak pandang pun semakin terbatas dan fungsi lampu semakin maksimal. Tetapi bila Anda salah pilih maka jarak pandang justru terganggu dan visibilitas terbatas. Potensi bahaya juga semakin meningkat ketika hujan semakin deras.

Pabrikan sudah banyak yang menggunakan LED

Saat ini sudah semakin banyak pabrikan yang menggunakan LED sebagai lampu standar

Saat ini banyak pemilik mobil yang mengganti lampu konvensional yakni bohlam berwarna kuning dengan lampu jenis LED. Voltase yang rendah dengan banderol harga yang murah membuat LED kian digemari dibandingkan lampu HID. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua LED bagus digunakan dalam kondisi hujan karena cahaya putih yang dipancarkan umumnya tidak bisa menembus air hujan atau kabut. Bahkan beberapa LED terlihat memantul dan bisa membuat pengemudi silau.

>>> Dapatkan semua tips mengemudi di jalan raya lebih lengkap di sini

Dalam kondisi gelap memang LED lebih bagus dibandingkan bohlam karena mempunyai pencahayaan lebih terang. Namun ketika hujan, bohlam lebih bagus karena bisa menembus kabut atau air hujan deras serta tidak memantul. Jika tetap ingin menggunakan LED, disarankan memilih lampu yang intensitas cahayanya dibawah 5.000 Kelvin karena pancarannya cenderung kuning. Sehingga tetap aman meski Anda melintas saat hujan deras atau berkabut.

Lampu bohlam lebih bagus ketika musim hujan

Musim hujan akan lebih baik menggunakan lampu bohlam dibandingkan LED

Pabrikan rata-rata menggunakan LED dengan intensitas cahaya antara 3.800 hingga 4.300 Kelvin, sehingga masih cukup aman. Dalam rumus lampu, semakin tinggi kelvin yang tercantum pada spesifikasi artinya intensintas cahaya semakin tajam. Cahaya dengan spesfikasi dibawah 5.000 kelvin, hasilnya akan kuning, sedangkan diatas 6.000 Kelvin maka hasil lampu berwarna putih. Sementara untuk spesifikasi 8.000 Kelvin berwarna biru, dan diatas 10.000 Kelvin menghasilkan cahaya berwarna merah muda.

>>> Ini Rahasianya, 10 Tips Berkendara Aman Di Musim Hujan Versi Cintamobil.com

Meski bagus ketika kondisi gelap, namun ketika hujan deras justru sebaliknya. Adapun hal ini terjadi karena sifat cahaya putih mudah memantul sehingga sulit menembus rintik atau air hujan. Sebenarnya ada solusi bila Anda menggunakan lampu jenis LED namun tetap aman. Salah satunya caranya ialah dengan menempelkan striker transparan berwarna kuning pada mika lampu saat musim hujan.

Lampu kabut rata-rata menggunakan bohlam

Jenis lampu bohlam umumnya digunakan pada lampu kabut agar visibilitas tetap terjaga

Modifikasi ringan bisa membuat cahaya lampu LED bisa menembus kabut atau hujan deras. Caranya dengan menempelkan stiker transparan kuning terang pada mika lampu pada saat musim hujan tiba. Cara ini digunakan oleh mobil balap dalam ajang durabilitas karena membuat pancarahan cahaya menjadi kuning sehingga bisa menembus air hujan atau kabut.

>>> Baca juga semua tips dan trik mobil yang bermanfaat lainnya disini

 
back to top