6 Fitur yang Membantu Pengemudi saat Musim Hujan

25/01/2021

Pengemudian

5 menit

6 Fitur yang Membantu Pengemudi saat Musim Hujan
Seperti tahun-tahun sebelumnya, awal tahun ini Indonesia kembali diguyur hujan lebat, enam fitur ini dapat membantu pengemudi saat berkendara di musim hujan

Awal tahun ini hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia. Adanya pemanasan global yang terjadi juga mengakibatkan musim hujan menjadi tidak terprediksi dan cenderung di atas normal. Akibatnya, hujan deras pun jadi santapan kita sehari-hari. Tapi hujan tak berarti kegiatan Anda ikut terhambat. Berkendara pun masih bisa dilakukan asalkan tetap menjaga kemanan dan keselamatan.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fitur-fitur di dalam mobil guna mencegah kejadian yagn tak diinginkan. Berikut Cintamobil.com sajikan beberapa fitur yang dapat membantu pengemudi saat berkendara di musim hujan, beberapa di antara mereka terdengar sederhana, hingga yang advanced. 

1. Defogger

Perbedaan temperatur antara kabin mobil dengan udara luar seringkali membuat kaca mobil berembun. Memang terdengar sepele, namun hal ini berpotensi mengganggu pandangan Anda ke jalan. Salah-salah, Anda bisa tidak menyadari keberadaan kendaraan lain saat hendak berpindah jalur. Hal ini jelas membahayakan bukan hanya untuk Anda tapi juga pengguna jalan lain.

Foto Suzuki XL7 Alpha AT 2020

Mobil di kelas LMPV dan LSUV biasanya sudah dilengkapi dengan fitur ini

Guna mengatasi gejala embun pada kaca belakang, Anda bisa aktifkan fitur rear defogger. Defogger merupakan elemen kawat pemanas yang terletak pada kaca belakang sehingga mampu menguapkan embun. Pada mobil-mobil di kelas premium, biasanya juga terdapat fitur kaca spion anti-embun. Membuat pengendaraan pun semakin aman. Oh ya, jangan lupa untuk mematikan rear defogger saat kaca sudah tidak berembun untuk mencegah deffoger dari kerusakan. 

2. Heater

Turunnya temperatur udara luar karena musim hujan pasti berpengaruh pada suhu kabin. Akibatnya, Anda bisa merasa kedinginan. Ini bukan hal prinsip, namun jelas mengganggu kenyamanan berkendara Anda. Apalagi, hujan identik dengan kemacetan. Terjebak kemacetan berjam-jam dalam kabin sedingin kulkas jelas tidak enak. 

Beruntung, banyak mobil yang telah dilengkapi pemanas kabin alias heater.

Foto tombol pengatur AC di Mazda CX-3 PRO

Heater akan memberi Anda kehangatan di musim hujan

Fitur ini sejatinya diperuntukkan bagi mobil berdomisili di wilayah dengan empat musim, tetapi heater ini juga dapat dipergunakan di Indonesia. Hanya saja, perhatikan agar kaca jangan sampai berembun. Fitur ini juga bisa menjadi satu dengan climate control bahkan heated seat. Caranya Anda harus mematok suhu pada angka tertentu, sistem akan menyesuaikan heater maupun cooler, sementara untuk heated seat biasanya Anda tinggal menekan tombol.

3. Rear Foglamp

Patut dicatat bahwa lampu memegang peranan penting dalam keselamatan di jalan raya. Dalam kondisi pencahayaan rendah, lampu akan membuat mobil kita dapat terlihat oleh pengendara lain. Pun demikian saat turunnya air di musim hujan. Hanya saja, curah hujan super-lebat membuat lampu belakang yang ada terlihat kurang terang. Sehingga Anda butuh ‘alat’ identifikasi yang lebih mumpuni agar mobil tetap terlihat dengan jelas.

Foto tampilan belakang Lexus UX200 F-SPORT

Fitur rear foglamp biasanya menyatu dengan housing stoplamp dan hanya satu buah lampu

Dengan jarak pandang yang kadang tidak mencapai 10 meter, Di sinilah fitur rear fog lamp berbicara. Jangan lupa untuk menyalakannya saat hujan deras agar mobil di belakang Anda dapat menjaga jaraknya dengan aman. Hanya saja, fitur ini harus dimatikan saat cuaca kembali cerah (bebas hujan dan kabut) karena akan menyilaukan pengendara di belakang Anda.

>>> Habis Suntik Vaksin Jangan Langsung Mengemudi, Bahaya!

4. ABS (Anti-lock Braking System) 

Munculnya genangan air jelas saat musim hujan jelas membuat kinerja pengereman menjadi tidak maksimal. Bisa saja roda sudah terkunci namun licinnya jalan membuat mobil nyelonong dan sulit berhenti akibat gejala aquaplanning. Walhasil, kecelakaan pun tak bisa dihindarkan. Beruntung, saat ini ABS alias anti-lock braking system sudah tersedia bahkan di mobil kelas LCGC (Low Cost Green Car) seperti Honda Brio Satya.

Foto tes pengereman di jalan basah pakai Honda City i-DSI

Melakukan pengereman harus lebih hati-hati saat musim hujan

Cara kerja dari ABS adalah saat sensor mendeteksi adanya gejala rem mengunci, maka sistem akan mengurangi tekanan minyak rem sehingga roda dapat kembali berputar sembari terus melakukan pengereman. Proses ini dilakukan berulang kali hingga mobil benar-benar berhenti. Hasilnya, jarak pengereman pada kondisi basah pun lebih pendek jika dibanding mobil tanpa ABS. 

5. Kontrol Traksi 

Lebatnya curah hujan yang ditambah buruknya drainase jalan membuat genangan air menjadi hal yang lumrah ditemui belakangan ini. Saat jalan licin, traksi roda akan berkurang sehingga dapat mempengaruhi pengendalian mobil. Hilangnya traksi ini menjadi sangat berbahaya saat musim hujan seperti sekarang, mobil bisa meluncur tak terkendali karena setir tak bisa digunakan untuk mengontrol arah mobil.

Foto tombol pengatur fitur pad Mitsubishi Eclipse Cross

Jangan matikan kontrol traksi dan kontrol kestabilan saat musim hujan

Dengan kehadiran kontrol traksi, hal itu dapat dieliminasi. Sistem akan mendeteksi gejala selip pada roda dan mengurangi aliran tenaga ataupun mengaplikasikan rem secara otomatis untuk kembali mendapatkan traksi. Alhasil, gejala selip pun menjadi minimal. Dan Anda dapat berkendara dengan lebih aman, bahkan pada kondisi hujan lebat.

6. ESP (Electronic Stabilty Program) 

Gambar Toyota Innova Venturer AT 2020 sedang dites jalan pada musim hujan

Kontrol kestabilan akan menyelamatkan Anda di musim hujan

Pada prinsipnya ESP merupakan pengembangan dari kontrol traksi. Di sini, sejumlah sensor akan menganalisa input dari kemudi, perputaran roda, hingga pergerakan bodi mobil dengan memanfaatkan yaw sensor. Andai mobil dirasa bergeser dari arah yang seharusnya, maka sistem akan bereaksi dan mengatur tekanan rem yang berbeda pada keempat roda, termasuk menyesuaikan kemudi agar mobil kembali stabil. Dalam kondisi hujan, hal ini akan sangat membantu utamanya ketika Anda berkendara di luar kota.

>>> 10 Pilihan Mobil Anti Banjir Non SUV Di Bawah Rp 80 Juta

Penulis
Mengawali karir sebagai jurnalis otomotif pada 2014, setahun kemudian Arfian menjadi test driver di sebuah tabloid otomotif nasional. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2018, Kini ia menjadi Managing Editor Cintamobil.com
 
back to top