5 Tips Melintas Di Jalanan Pegunungan Berkabut Parah

02/03/2019

Pengemudian
Share this post:
5 Tips Melintas Di Jalanan Pegunungan Berkabut Parah
Salah satu daerah favorit yang sangat sering dijadikan tempat rekreasi ialah daerah pegunungan. Akan tetapi saat musim hujan jalanan pegunungan kebanyakan menjadi berkabut, ini menjadi tantangan besar untuk mereka yang bepergian dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Foto keindahan alam pegunungan Dieng Wonosobo

Keindahan alam pegungungan Dieng Wonosobo ini hanya bisa dinikmati saat cuaca cerah

Kabut tebal tentu saja bisa membatasi jarak pandang dan sangat mempengaruhi batas pandang, tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi pengendara. Untuk Anda yang memang sudah sering ke pegunungan, tentu saja Anda juga tidak asing dengan kabut. Namun bagi yang belum terbiasa atau yang sedang berlibur ke daerah atau melintas di jalanan pegunungan tentu kaget dengan adanya kabut tebal menyelimuti jalanan. Berikut 5 tips melintas di jalanan pegunungan berkabut parah supaya aman dan terhindar dari berbagai kemungkinan buruk.

1. Mengurangi Kecepatan

Ketika Anda berkendara di jalanan pegunungan yang berkabut, maka akan lebih baik jika Anda mengurangi kecepatan laju kendaraan Anda. Hal ini disebabkan karena jarak pAndang yang tidak terlalu jauh. Jika Anda melaju dengan kecepatan tinggi, maka tentu saja bisa berakibat fatal dan bahkan membahayakan Anda sendiri. Belum lagi jika Anda tidak mengetahui rute jalan dengan benar.

Foto jalan pegunungan berkabut

Tak ada yang bisa dinikmati di jalanan pegunungan berkabut parah selain Anda harus waspada dan mengurangi kecepatan

2. Jaga Jarak

Selalu posisikan kendaraan dalam jarak aman, terlebih bila jalanan berkabut parah dan Anda beriringan dengan kendaraan - kendaraan yang lain. Tujuannya agar ketika pengendara di depan melakukan rem mendadak maka Anda akan terhindar dari tabrakan sebab jaraknya yang memang terlalu dekat. Anda bisa menjaga jarak dengan pengendara di depan Anda dengan cara memperhatikan lampu belakang dari kendaraan tersebut.

>>> Hati-Hati, Ini 4 Kesalahan Menggunakan Lampu Hazard yang Sering Terjadi

3. Menyalakan Fog Lamp

Saat Anda berkendara di jalanan yang berkabut parah, segera nyalakan lampu kabut atu fog lamp, bukan lampu hazard. Fog lamp membuat penglihatan untuk jalan juga lebih luas. Sebab lampu ini juga bisa menembus hujan yang deras dan kabut yang tebal.

Menyalakan fog lamp

Nyalakan foglamp di jalan berkabut, bukan lampu hazard

4. Ikuti Marka Jalan

Ketika jalanan yang Anda lewati berkabut parah dan jarak pandang Anda sangat minim, maka salah satu teknik berkendara yang bisa Anda lakukan ialah dengan cara mengikuti marka jalan yang ada. Tentu saja dengan begitu Anda akan mengetahui rute jalan yang Anda tersebut, apakah mulai berbelok atau masih jalan lurus. Akan tetapi yang harus Anda ingat bahwa teknik berkendara ini hanya bisa Anda lakukan dengan berkendara dalam kecepatan rendah. Sebaiknya jangan sampai melewati marka jalan, sebab bisa saja terjadi tabrakan dengan kendaraan yang ada di arah yang berlawanan dengan Anda.

>>> Tips pengemudian terbaru dan terlengkap bisa Anda dapatkan di sini

5. Nyalakan Wiper dan AC

Yang tak kalah penting saat melintas di jalanan pegunungan berkabut parah adalah memasstikan kondisi dari kaca depan kendaraan Anda tetap cerah sehingga pandangan pengemudi tetap terjaga baik. Untuk kasus ini wiper dan juga AC kendaraan sangat penting tugasnya. Wiper bisa membersihkan embun yang menempel pada kaca kendaraan dan untuk AC sendiri bisa digunakan untuk mencampur antara suhu dalam dan juga bagian luar kendaraan. Dengan begitu maka tidak akan timbul embun yang pekat pada kaca kendaraan bagian dalam.

>>> Tips Dasar Untuk Mengurangi Kaca Mobil Berkabut Ketika Musim Hujan

>>> Simak info tips dan trik lainnya tentang mobil hanya di situs Cintamobil.com

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top