5 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Wanita saat Berkendara

15/01/2021

Pengemudian

4 menit

Share this post:
Seringkali tak disadari, kebiasaan buruk bisa membahayakan wanita saat berkendara. Apa saja kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari kaum hawa saat berkendara?

Wanita seringkali dianggap tak ahli kalau berurusan dengan dunia otomotif. Tapi perlu diketahui bahwa kemampuan berkendara tak bisa diukur dari jenis kelaminnya. Meski begitu, tak sedikit wanita yang sering mengabaikan keselamatan berkendara dengan melakukan sejumlah kebiasaan buruk. 

Perlu diingat, kebiasaan buruk tak hanya dilakukan bagi Anda pengendara pemula. Banyak juga mereka yang sudah ahli menyetir secara sadar mengulangi kebiasaan buruk itu. Nah apa saja kebiasaan buruk yang harus dihindari wanita saat berkendara? Berikut penjelasannya. 

>>> Ada Peran Wanita Indonesia di Balik Fitur Autopilot Tesla

1. Memakai Make Up saat Lampu Merah 

make up saat nyetir

Menepilah kalau Anda ingin berdandan

Pemandangan wanita menggunakan make up saat lampu merah tak asing lagi bagi Anda. Ya, wanita tak jarang memanfaatkan waktu 1-2 menit menunggu lampu merah untuk berdandan. Mungkin Anda sangat sibuk dan terburu-buru sehingga harus sudah tampil cantik ketika turun dari mobil. 

Tapi perlu dipahami, berdandan saat menunggu lampu merah itu berbahaya. Berkendara bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan konsentrasi penuh. Solusinya, Anda bisa memanfaatkan waktu berdandan di tempat parkir. Atau sesudah turun dari mobil, carilah toilet untuk berdandan. Waktu berdandan di toilet pun tak mengharuskan Anda terburu-buru layaknya menunggu lampu merah. 

2. Mengerjakan Kegiatan Lain

Mengerjakan kegiatan lain saat berkendara mungkin sering dilakukan tanpa disadari misalnya saat membaca pesan di handphone. Namun, seperti dijelaskan sebelumnya bahwa berkendara merupakan aktifitas yang membutuhkan konsentrasi penuh. Lengah beberapa detik saja bisa membahayakan keselamatan. 

Bila Anda memang harus membalas pesan atau menelepon, ada baiknya mencari tempat untuk menepi. Ini dapat mengurangi risiko kecelakaan saat berada di jalan. 

3. Berkendara saat Tubuh Lelah atau Mengantuk

wanita berkendara

Pastikan tubuh bugar saat berkendara

Berkendara dalam keadaan tubuh lelah dan juga mengantuk mungkin saja tak bisa dihindarkan bagi kaum hawa. Dapat dimengerti bagi wanita pekerja dan sekaligus mengurus rumah tangga bisa membuat kondisi tubuh cepat lelah. 

Bila Anda merasa lelah, ada baiknya untuk tak menyetir. Tubuh yang lelah dapat menganggu konsentrasi ketika berkendara. Ujung-ujungnya keselamatan menjadi taruhannya. 

>>> 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Oleh Wanita saat Berkendara Sendiri

4. Duduk dengan Posisi yang Salah

Tak semua orang tahu bagaimana posisi duduk yang benar ketika berkendara. Padahal, dengan posisi duduk yang benar, Anda bisa mengontrol penuh mobil. Hindari untuk menyandarkan tangan di jendela mobil karena dengan posisi ini Anda tak bisa bereaksi cepat ketika ada hal berbahaya terjadi. 

Posisikan tangan mengikuti jam 3 dan jam 9 pada setir. Ini merupakan posisi ideal ketika berkendara. 

5. Tak Mau Tahu Soal Mobil

wanita berkendara

Pahami permasalahan yang kerap terjadi pada mobil

Kalau bicara mobil, kebanyakan kaum wanita hanya bisa menggunakannya. Sedikit dari mereka yang mengeri seluk beluk mesin dan komponen lainnya. Ada baiknya bagi Anda mengetahui masalah-masalah ringan yang kerap menjangkiti mobil juga cara mengecek mesin, air, serta komponen lainnya. Jangan sepelekan masalah sekeci apapun pada mobil sekalipun itu hanya suara ataupun getaran. Kalau lama-lama didiamkan bisa jadi membahayakan mobil Anda. 

>>> 4 Atribut yang Sebaiknya Dihindari Pengendara Wanita saat Menyetir

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top