5 Bahaya yang Mengintai Ketika Anda Memakai Sabuk Pengaman

03/01/2018

Pengemudian
Share this post:
5 Bahaya yang Mengintai Ketika Anda Memakai Sabuk Pengaman
Sistem keamanan mobil yang kita miliki tidak selamanya menghindarkan kita dari masalah. Beberapa pengguna maupun para ahli di bidang otomotif menegaskan bahaya pada sabuk pengaman yang sering dilaporkan oleh pengemudi. Bahaya ini terkadang menghantui pengemudi dalam berkendara.

Saat berfungsi dengan baik, sabuk pengaman bisa menyelamatkan nyawa, seperti yang telah diberitakan dalam artikel Cintamobil sebelumnya. Tapi, ada bahaya pada sabuk pengaman yang terjadi ketika sabuk pengaman rusak atau tidak dipakai dengan benar. Berikut beberapa hal yang membuat sabuk pengaman menjadi berbahaya bagi pengendara.

1. Malfungsi sabuk pengaman

Kejadian ini bisa terjadi bagi siapa saja dan bukan kesalahan dari pengendara. Malfungsi yang terjadi pada sabuk pengaman merupakan salah satu hal yang ditakutkan oleh pengendara. Karena tidak semua pengendara mengetahui cara kerja dan efektifitas dari sabuk pengaman mobil mereka sendiri.

Gambar sabuk pengaman mobil yang mempunyai tombol 'release'

Malfungsi bisa terjadi karena kesalahan pabrik

Salah satu malfungsi yang paling umum adalah kegagalan rejactor. Hanya dengan sedikit kendur pada sabuk pengaman dapat mengakibatkan luka serius ketika terjadi kecelakan. Ketika mekanisme rejaktor mengalami malfungsi, sabuk pengaman yang tidak terpasang dengan erat tidak bisa menahan anda dari benturan yang terjadi.

>>> Baca juga tips dan trik mengemudi lainnya

2. Tombol pelepas yang menonjol

Tombol pelepas yang menempel dari gesper bisa ditekan oleh benjolan lembut, dalam kondisi normal, bahkan saat tidak ada kecelakaan, Bila hal ini terjadi, sabuk tidak selalu terpisah untuk membuat pengendara sadar bahwa ada yang tidak aman dengan sabuk pengamannya.

Salah satu contoh sabuk pengaman mobil yang dipakai oleh mobil Chrysler pada tahun 1993-2000

Salah satu contoh tombol pelepas yang menonjol buatan Chrysler

Jika hal ini dibiarkan, maka sabuk pengaman tidak bisa menahan pengendara dari benturan sehingga membuat pengendara akan mengalami luka yang cukup serius. Hal ini pernah terjadi ketika Chrysler memasang sabuk pengaman generasi ketika yang mempunyai tombol pelepas yang menonjol pada 14 Juta mobil produksinya dari ahun 1993 sampai 2002.

3. Pengikat otomatis

Mobil dilengkapi dengan strap pada bahu yang secara otomatis terpasang ketika anda masuk ke dalam mobil atau menutup pintu mobil. Hal ini dilakukan dengan alsan untuk membuat anda memakai sabuk pengaman, meskipun anda menginginkannya atau tidak. Masalah pada pengikat otomatis ini adalah memakai tali bahu tanpa sabuk di pinggang lebih berbahaya daripada tidak memakai sabuk sama sekali.

Gambar penumpang yang sedang mengikatkan sabuk pengaman secara manual

Beberapa sabuk pengaman mempunyai pengikat otomatis

Semua benturan yang terjadi ketika mobil menabrak akan berpusat pada bagian leher atau kepala yang akan megakibatkan cedera yang serius pada bagian leher, tulang belakang, cedera otak, bahkan mengakibatkan kematian. Pintu yang terpasang sabuk otomatis akan menyebabkan ejeksi dari kendaraan jika mobil terlepas ketika terjadi kecelakaan.

>>> Baca juga, Kenapa Kita Harus Memakai Sabuk Pengaman?

4. Perangkat di sebelah jendela

Perangkat naungan jendela (window shade device) diciptakan untuk memberikan kebebasan bergerak kepada pengemudi dan penumpang. Hal ini memungkinkan anda untuk mengendurkan sabuk di bagian pinggang sehingga anda bisa dengan mudah berbalik atau membungkuk ke depan.

Gambar sabuk pengaman mobil di bagian jendela yang diambil dari belakang

Terkadang, pengikat jendela malah menyulitkan penumpang

Masalahnya, tidak banyak yang tahu bahwa anda harus memberikan tarikan untuk mengaktifkan retraktor sehingga membuat sabuk pengaman dengan pas untuk tubuh anda. Jika anda tidak menarikna, maka sabuk akan tetap longgar dan tidak bisa memberikan proteksi yang maksimal terhadap badan ketika terjadi benturan.

5. Pemakaian yang tidak benar

Bukan hanya masalah teknis, namun pemakaian sabuk pengaman juga berpengaruh besar terhadap efektifitas pereda getaran. Secara umum, ada dua bagian sabuk pengaman mobil, bagian bahu dan pundak. Sabuk bahu diletakkan di tengah dada dan sebaiknya tidak diletakkan di dekat leher, karena akan meningkatkan resiko cedera ketika terjadi kecelakaan.

Gambar seorang anak yang memakai sabuk pengaman secara salah ditunjukan dengan lingkaran merah

Gambar di atas menunjukan pemakaian sabuk pengaman yang salah

Bagian putaran sabuk harus ditempatkan di bawah area perut dan di pinggul. Ketegangan sabuk juga merupakan faktor dalam mencegah cedera. Sabuk harus sesuai dengan kenyamanan pengemudi tanpa harus terlalu ketat atau longgar.

Perhatikan video berikut untuk cara yang tepat dalam memakai sabuk pengaman

Banyak masalah yang berkaitan dengan cedera dan bahaya pada sabuk pengaman adalah hasil dari pembuatan sabuk pengaman yang salah. Namun, mengetahui bagaimana sabuk pengaman bekerja membuat kita bisa menyesuaikan diri dan menghindari kemungkinan terjadinya cedera yang lebih parah.

>>> Klik disini untuk tips dan trik mengemudi lainnya

Share this post: