3 Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas, Human Error Mendominasi

23/01/2020

Pengemudian

4 menit

3 Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas, Human Error Mendominasi
Seringnya kecelakaan lalu lintas tak lepas dari berbagai sebab. Menurut Aptrindo human error jadi penyebab terbesar kecelakaan diantara penyebab yang lain

Akhir-akhir ini kecelakaan lalu lintas makin sering menghiasi pemberitaan media. Kendaraan yang terlibat pun beragam mulai dari kendaraan pribadi, angkutan umum bus hingga kendaraan berdimensi besar seperti truk dan kontainer. Ada yang kecelakaan tunggal hingga melibatkan banyak kendaraan. Kondisi ini tentu menimbulkan keprihatinan mengingat dalam setiap kecelakaan dipastikan timbul kerugian yang tidak kecil.

Foto menunjukkan bus Sriwijaya masuk jurang di Pagar Alam Sumatera Selatan

Kecelakaan selalu timbulkan kerugian

>>> Kabar Buruk, 3 Kecelakaan Terjadi di Jalan Tol RI Tiap Hari

Sebagai contoh kecelakaan bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel ) yang terjun ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam, Sumsel, Senin (23/12/2019). Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan 35 penumpang meninggal dunia dan 13 lainnya terluka.

Kecelakaan lain yang terekam kamera CCTV dan viral yaitu tergulingnya truk kontainer di rest area Km 97B Tol Cipularang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi di dekat SPBU rest area tersebut, namun kerugian dipastikan sangat besar. Selain truknya sendiri juga 7 mobil di parkiran yang rusak tertimpa.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Video rekaman cctv kecelakaan di Rest Area KM 97 Tol Cipularang pada Jumat (17/1) sore #jktinfo

A post shared by JAKARTA INFO (@jktinfo) on

3 faktor penyebab kecelakaan lalu lintas

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman, ada 3 faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, yaitu manusia, kendaraan dan geometri jalan. "Faktor manusia itu menduduki peringkat pertama, karena 60 persen sampai dengan 70 persen kecelakaan itu disebabkan human error," tutur Kyatmaja, seperti dikutip dari Kompas, Senin (20/1/2020).

Faktor manusia meliputi kelalaian hingga perilaku berkendara tak beretika dan melanggar aturan. Kecelakaan truk di rest area pertama diketahui karena kendaraan mengalami rem blong. Namun setelahnya terungkap kalau pengemudi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

>>> Rawan Celaka, Ketahui Dulu 7 Tips Berkendara Aman Di Kabut Asap

Begitu juga kasus kecelakaan bus Sriwijaya di atas. Hasil pemeriksaan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tidak menemukan adanya bekas pengereman. Diduga pengemudi tidak melakukan pengereman, entah karena lalai atau rem blong. Selain itu menurut penuturan sebagian penumpang yang selamat bus melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya masuk jurang.

Pihak Kementerian Perhubungan menuturkan faktor yang lain, diantaranya bus kelebihan kapasitas. Yang seharusnya mengangkut 24 penumpang, tapi membawa 50 orang. Dari sisi kelaikan kendaraan, masa berlaku surat kendaran Kartu Pengawasan (KP) dinyatakan sudah habis atau mati. Yang artinya bus seharusnya tidak boleh jalan.

Foto menunjukkan truk ODOL penyebab Kecelakaan Tol Cipularang 2 September 2019

Pelanggaran lalu lintas tidak pandang jenis kendaraan

>>> Simak juga tips dan trik otomotif menarik lainnya hanya di situs Cintamobil.com

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top