3 Alasan yang Bisa Bikin Bus Ngeblong di Jalan

26/06/2020

Pengemudian

4 menit

Share this post:
3 Alasan yang Bisa Bikin Bus Ngeblong di Jalan
Aksi ngeblong bus AKAP bukan hal baru. Meski berpotensi membahayakan, kebiasaan itu tetap jalan terus hingga sekarang. Ternyata ini alasan bus ngeblong di jalanan.

Banyak yang akan Anda temui saat mengemudi ke luar kota. Dari berbagai kontur jalanan hingga beragam perilaku pengendara lain. Salah satunya Anda mungkin akan bertemu bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) karena jalur yang Anda lalui masuk kategori jalan provinsi. Bukan busnya yang kita perhatikan, melainkan aksinya di jalan.

Secara fisik bus AKAP nyaris tidak berbeda dengan bus Antar Kota Dalam Provinsi atau bus angkutan kota. Namun aksinya di jalan raya terkadang bikin pengendara lain menarik nafas. Bus AKAP terkenal suka kebut-kebutan dan suka ngeblong, alias overtake menggunakan jalur yang tidak seharusnya.

Di jalanan umum yang hanya memiliki dua jalur tanpa dipisah sparator mereka bisa ngeblong menggunakan jalur berlawanan atau jalur kanan. Sedangkan di jalan tol yang jalurnya dipisah dengan pembatas (sparator) mereka ngeblong melalui jalur kiri bahkan bahu jalan.

Foto bus ngeblong di keramaian

Apapun alasannya, ngeblong membahayakan orang lain

Alasan bus ngeblong di jalanan

Baik menggunakan bahu jalan atau jalur kiri di jalan tol maupun menggunakan jalur berlawanan di jalan umum non tol, keduanya sama-sama melanggar dan pengemudi tahu jika hal itu melanggar aturan. Mereka juga tahu hal tersebut membahayakan dan mungkin berakibat fatal. Tapi, ada alasan yang menurut mereka cukup logis sehingga mereka tetap melakukannya.

Pertama; mengejar waktu agar bisa beristirahat lebih lama

Selisih satu jam tiba di tempat tujuan bagi orang lain mungkin tidak terasa faedahnya. Bagi pengemudi bus AKAP, tiba lebih awal sangat berharga karena mereka punya tambahan waktu untuk beristirahat. Makin besar selisih waktu yang dihasilkan, berarti makin lama mereka beristirahat.

Seperti diketahui, bus AKAP harus menempuh jarak hingga ratusan kilometer dengan waktu mengemudi berjam-jam. Sementara daya tahan tubuh untuk mengemudi terbatas. Karenanya pengemudi butuh istirahat lebih lama agar tubuh kembali fresh.

>>> Kenali Jenis-jenis Angkutan Umum Darat Selain Bus AKAP!

Foto menunjukkan bus ALS jurusan Surabaya-Medan

Butuh stamina dan kebugaran untuk mengemudi jarak jauh

Kedua; kejar setoran

Ini adalah alasan bus ngeblong paling klasik dan populer. Terlebih jika target setoran ke perusahaan belum tercapai atau sudah tercapai tapi sisa untuk bagian sendiri masih minim. Alasan kedua ini umumnya dilakukan pengemudi bus yang menerapkan sistem setoran.

Ketiga; hobi kebut-kebutan

Hobi kebut-kebutan, ini adalah faktor internal, alias karakter pengemudinya yang memang suka balapan. Rasanya bangga jika kendaraannya lebih cepat dibanding kendaraan lain. Karena bawaannya lebih suka di depan, pengemudi cenderung penasaran dan "tidak terima" jika ada kendaraan lain yang lebih cepat atau menyalip. Makanya, seluruh area jalan bakal menjadi sirkuit baik itu jalur berlawanan, jalur kiri, atau bahu jalan.

Cukup masuk akal tiga alasan bus ngeblong di atas. Namun perilaku itu sangat tidak layak ditiru karena mempertaruhkan nyawa dan juga melanggar aturan lalu lintas.

>>> Menyalip Aman di Jalan Tol, Perhatikan 5 Hal Berikut

>>> Tips dan trik menarik lainnya seputar mobil bisa Anda baca disini

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top