Warga Singapura yang Beli Mobil Listrik Bisa Dapat Diskon Ratusan Juta

18/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Warga Singapura yang Beli Mobil Listrik Bisa Dapat Diskon Ratusan Juta
Singapura telah mengumumkan program agar warganya mau beli mobil listrik. Salah satunya memberikan diskon yang kalau dirupiahkan setara ratusan juta rupiah.

Singapura menjadi salah satu negara yang juga tengah fokus dalam pengembangan elektrifikasi. Maka dari itu, pemerintah setempat telah menyiapkan sejumlah skema untuk menarik warganya beralih menggunakan mobil listrik.

Mengutip Channel News Asia, memberikan insentif menjadi salah satunya seperti tercantum dalam program EV Early Adoption Incentive (EEAI) yang berlaku mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2023.

Lewat EEAI, warga Singapura yang beli mobil listrik murni bisa mendapatkan potongan hingga 45% dari biaya registrasi tambahan (ARF). Potongan tersebut dipatok paling besar 20.000 dolar Singapura atau kalau dirupiahkan setara Rp 210 juta.  

Penjualan Mobil Listrik di Inggris Tahun Lalu Alami Peningkatan

Kendaraan listrik di Singapura kian berkembang

>>> Menyikapi Era Mobil Listrik Secara Bijaksana

Beli Mobil Listrik Bisa Lebih Hemat

ARF sendiri merupakan pajak yang dibayar ketika membeli mobil dan dikalkulasi berdasarkan prosentase dari biaya impor Open Market Value ke negara tersebut. 

Akhir tahun lalu, pemerintah Singapura juga mengumumkan bahwa di bawah skema Vehicular Emission Schemes (VES) akan ada peningkatan potongan untuk kendaraan yang lebih bersih. Kemudian kendaraan yang lebih berpolusi justru akan dikenakan biaya tambahan.

VES yang sudah dimulai sejak Januari dan efektif hingga 31 Desember 2022 bisa memberikan penghematan hingga 25.000 dolar Singapura setara Rp 263 jutaan. Ini artinya warga Singapura yang membeli mobil bertenaga listrik sekelas Tesla Model 3 bisa menghemat hingga 45.000 dolar atau kalau dirupiahkan setara Rp 474 juta. Sedangkan mereka yang kendaraan listrik peruntukan taksi bisa menghemat hingga 57.500 dolar Singapura setara Rp 606 juta. 

Tak cuma itu, pemerintah Singapura juga tengah menyiapkan revisi pajak. Dengan adanya aturan ini, pajak mobil listrik nantinya bisa setara dengan mobil bermesin konvensional. Namun detail aturan terkait masih disusun. 

Gambar menunjukan Stasiun pengisian daya mobil listrik

Puluhan ribu titik pengecasan kendaraan listrik bakal dibangun di Singapura

>>> Mengintip Cara hingga Biaya Perawatan Mobil Listrik

Program Dimulai pada 2021

Singapura memang telah berkomitmen untuk melakukan percepatan adopsi kendaraan listrik mulai tahun 2021. Selain menyiapkan skema biaya agar warganya mau beralih, pembangunan infrastruktur juga bakal gencar dilakukan. 

Pemerintah Singapura semula menargetkan bisa membangun 1.600 titik pengecasan. Saat ini angka itu sudah direvisi menjadi 28.000 titik pengecasan yang akan dibangun seantero Negeri Singa. Deputi Perdana Menteri Heng Swee Keat menyebut akan membangun hingga 60.000 titik poin pengecasan kendaraan listrik di parkiran umum dan pribadi pada tahun 2030. 

Heng juga menargetkan agar seluruh kendaraan yang beroperasi di Singapura pada tahun 2040 sudah lebih ramah lingkungan.

>>> 5 Hal yang Bikin Konsumen Masih Ragu Membeli Mobil Listrik di Indonesia

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top