Walang Sangit Membuat 10.000 Mobil Ekspor Tidak Bisa Masuk ke Selandia Baru

25/02/2018

Pasar mobil
Walang Sangit Membuat 10.000 Mobil Ekspor Tidak Bisa Masuk ke Selandia Baru
Masalah serangga bukan saja hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Jepang. Masalah serangga ini membuat tiga kapal kargo yang membawa mobil ekspor ditolak masuk ke pelabuhan Selandia Baru, menurut pihak berwenang Selandia Baru.

Masalah serangga ini terjadi karena stinky bug atau di Indonesia dikenal dengan walang sangit, tepatnya walang sangit hitam. Walang sangit adalah ancaman utama di Selandia Baru, sebuah negara kepulauan terpencil yang berusaha keras untuk melindungi ekosistem alami dari hama asing.

Gambar yang menunjukan walang sangit berada pada tempat berwarna kuning

Walang sangit membuat pengiriman 10.000 mobil Jepang terhambat

Masalahnya, hama ini bisa mendatangkan malapetaka di seluruh pertenakan di negara kecill ini. Walang sangit cenderung bereproduksi dengan cepat, memakan beragam jenis tanaman dan bisa menolak berbagai macam pestisida.

>>>  Baca juga Jalanan Inggris yang dipenuhi mobil tua

Melindungi pertanian dan lingkungan yang diterapkan oleh Selandia Baru ini menghalangi tiga kapal kargo yang berisi mobil ekspor dari Jepang. Berdasarkan CEO Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Selandia Baru, David Vinsen, tiga kapal Jepang tersebut yang ditolak masuk membawa lebih dari 10.000 unit mobil baru dan bekas.

“Dalam 15 tahun saya dalam peran ini, dan mungkin 30 tahun terlibat dalam industri ini, saya belum melihat apapun yang seserius ini… Tidak jelas bagaimana kontaminasi terjadi. Kapal-kapal tersebut membawa ribuan kendaraan baru dan bekas.” Kata Vincen kepada CNNMoney.

Gambar yang menunjukan kapal kargo yang sedang berlayar di lautan

Pemberhentian ini membuat pengiriman 8.000 unit kendaraan tertunda

Penundaan tersebut tidak hanya mempengaruhi mobil yang tersebak di laut. Sebanyak 8.000 kendaraan lagi masih menunggu pengiriman dari Jepang. Produsen mobil Jepang yang terkena dampaknya adalah Toyota, Nissan, dan Honda.

>>>  Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Selandia Baru sudah menghentikan pembuatan mobil dalam negeri mereka pada akhir tahun 1990an. Sekarang, negara ini bergantung pada impor mobil dari negara lain. Jepang merupakan pemasok kendaraan dan suku cadang mobil terbesar di tahun ini sampai Juni 2017, dengan penjualan senilai $ 1.7 Milliar.

Gambar yang menunjukan ratusan mobil sedang diparkir pada pelabuhan di sebelah kapal

Selandia Baru hanya mengandalkan impor mobil untuk pasar otomotif mereka

Pengiriman hama oleh produsen Jepang bukan menjadi penyerbuan hama pertama yang terjadi. Sebelumnya, telur ngengat gipsi Asia, salah satu serangga lain yang berpotensi merusak, ditemukan pada kendaraan impor dari Jepang pada tahun 2012 lalu.

Pihak berwenang di Selandia Baru saat ini mencoba merawat salah satu kapal yang terkena dampak minggu ini untuk menyingkirkan serangga di dalam kapal tersebut. Pada hari Selasa lalu, (21/2), pihak berwenang akan mulai mewajibkan semua kendaraan bekas dari Jepang harus dibersihkan dan diperiksa di fasilitas yang telah disetujui sebelum dikirim ke Selandia Baru.

>>>  Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top