Wah, Hyundai Siapkan Divisi Khusus Mobil Terbang

02/10/2019

Pasar mobil

5 menit

Wah, Hyundai Siapkan Divisi Khusus Mobil Terbang
Bukan hanya mobil ramah lingkungan, saat ini para pabrikan juga mulai mengembangkan mobil terbang sebagai solusi dari kemacetan di perkotaan. Bahkan, Hyundai sampai menyiapkan divisi khusus untuk pengembangan mobil terbang.

Jika berbicara soal mobil terbang, film fiksi ilmiah yang terkenal pada pertengahan tahun 1980-an, Back To The Future meramalkan tahun 2015 transportasi akan didominasi oleh kendaraan terbang. Memang, hal tersebut tidak tercapai, karena empat tahun dari ramalan tersebut belum ada satupun mobil terbang yang dijual ke pasaran.

Mobil terbang di film Back to The Future

Impian mobil terbang sudah hadir sejak tahun 1980-an

Namun, bukan berarti mimpi mobil terbang sirna begitu saja. Selain elektrifikasi yang saat ini menjadi tren, beberapa pabrikan juga sudah mulai melek dengan peluang hadirnya mobil terbang. Yang terbaru, Hyundai menjadi pabrikan terbaru yang sadar akan hal ini.

>>> Bukan hanya atasi kemacetan, ternyata mobil terbang juga bisa mengatasi perubahan iklim, kok bisa?

Berlatar belakang kemacetan yang hadir di kota-kota besar, pabrikan Korea Selatan itu mendirikan divisi baru yang diberi nama Urban Air Mobility Division. Hyundai bahkan sampai merekrut Dr. Jaiwon Shin, yang pernah mengemban jabatan sebagai pemimpin Direktorat Aeronautics Research di NASA.

Ilustrasi mobil terbang

Hyundai bahkan sampai merekrut teknisi senior NASA untuk memimpin divisi litbang mobil terbang

“Setelah mengerjakan penelitian dan pengembangan mutakhir di NASA selama 30 tahun terakhir, saya sangat bersemangat dan tersanjung dengan kesempatan untuk membentuk strategi mobilitas udara di Hyundai Motor Group,” ujar Dr. Shin.

>>> Temukan mobil pilihan dengan harga terbaik di sini

“Tim di Hyundai akan mengembangkan teknologi inti yang akan menjadikan perusahaan sebagai pelopor pada mobilitas udara di perkotaan, sebuah sektor yang diperkirakan akan berkembang menjadi pasar senilai 1,5 triliun Dollar Amerika pada 20 tahun mendatang.”

Tujuan dibentuknya divisi Urban Air Mobility Hyundai saat ini tampaknya masih cukup terbuka, yakni “Menghadirkan inovasi dan solusi mobilitas pintar yang belum pernah terlihat atau terpikirkan sebelumnya.” Dengan cakupan yang sangat luas, tentu sulit menerka apa yang disiapkan divisi baru ini.

Hyundai memang menjadi pabrikan pertama yang menghadirkan pengembangan mobil terbang secara mandiri dengan divisi baru dalam perusahaan, namun beberapa pabrikan juga sudah mulai berinvestasi pada gagasan ini.

>>> Berita seputar mobil baru bisa Anda temukan di sini

Sebagai contoh, Toyota menginvestasikan $375.000 (setara Rp 5,4 miliar) untuk proyek mesin terbang yang dikembangkan beberapa karyawanya. Meski tidak berjalan mulus, namun mereka menargetkan mesin tersebut dapat dipakai saat penyalaan obor Olimpiade Tokyo, tahun depan.

Selain itu, Geely, yang merupakan perusahaan induk dari Volvo dan Lotus, membeli pabrikan Terrafugia, yang sudah menciptakan prototype mobil terbang 2017 lalu.

Konsep mobil terbang Audi pop up

Salah satu konsep mobil terbang, pop up racikan Audi-Airbus

Audi juga tak mau kalah, bekerja sama dengan raksasa penerbangan Airbus, Audi menciptakan sebuah pod penumpang modular yang dapat dipasangkan ke quadrocopter untuk terbang dan sasis mobil jika ingin berkendara di jalanan. Apakah ini berarti era mobil terbang sudah semakin dekat? Menarik untuk ditunggu.

>>> Berita otomotif terlengkap ada di Cintamobil.com

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top