Viral! Pos Penyekatan di Karawang Dijebol Pemudik

08/05/2021

Pasar mobil

3 menit

Antusiasme pemudik pulang ke kampung halaman masih cukup besar. Bahkan banyaknya jumlah pemudik mampu menjebol pos penyekatan polisi di kawasan Karawang.

Titik penyekatan di kawasan Karawang tampak jebol oleh para pemudik roda dua dan juga roda empat. Terlihat dalam postingan yang diunggah akun lambe_turah ratusan kendaraan menerobos titik penjagaan yang dilakukan kepolisian. Tampak pihak kepolisian tak berdaya menghalau para pemudik yang jumlahnya lebih banyak dalam video yang sudah diputar sebanyak 2,3 juta kali itu. 

"Wah jebol gaes.... jeeeebolllll. Pada mudik...," tulis akun lambe_turah dilihat Cintamobil, Sabtu (8/5/2021). 

pemudik jebol titik penyekatan

Jumlah pemudik lebih banyak daripada petugas yang menjaga di titik penyekatan

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pada hari Sabtu tanggal 08 Mei 2021 diprediksi sebagai puncak arus mudik kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintas di Jalur Arteri Pantura dengan didominasi oleh kendaraan Roda 2, tepat pada pukul 00.05 wib terjadi lonjakan arus pemudik yang melintas di Bundaran Kepuh, Karawang.

"Pada saat kejadian penerobosan, dikarenakan jumlah personil yang tidak sebanding dengan jumlah pemudik (diperkirakan terdapat 500 pemudik) sehingga pemudik menerobos secara paksa barikade rekayasa dengan cara melawan arus saat diperintahkan oleh petugas untuk putar balik," ungkap Kapolres Karawang Rama Samtama Putra. 

>>> 333 Titik Penyekatan dari Lampung-Bali Disiapkan untuk Cegat Masyarakat Mudik

Situasi Sudah Terkendali

Kejadian penerobosan oleh pemudik terjadi pada jam 00.05 wib kemudian dilaksanakan penebalan personil BKO dari Sat Brimob dan Dalmas Dit Sabhara sehingga pada jam 00.15 wib situasi sudah terkendali dan pemudik seluruhnya berputar kembali ke arah Jakarta.

Ya, dalam rangka menghalau pemudik pihak kepolisian memang tengah memperketat penjagaan di sejumlah titik. Para petugas gabungan baik dari unsur Kepolisian, TNI, Dishub, dan unsur terkait lainnya, juga sudah mulai diturunkan di titik-titik penyekatan. Ini lantaran masih adanya masyarakat yang tetap ingin mudik meski dilarang seperti diungkap Presiden Joko Widodo belum lama ini. Dikhawatirkan itu dapat memicu adanya peningkatan kasus positif Covid-19. 

Belajar dari pengalaman, biasanya hari libur diikuti oleh peningkatan kasus positif. Supaya tak terulang, perlu ada pengetatan terhadap kedisiplinan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan. Dibeberkan Jokowi pada tahun lalu ada empat libur panjang yang menjadi penyebab kenaikan angka positif Covid yakni libur Idul Fitri naik 93%, libur Agustus 119%, libur Oktober naik 95%, dan Tahun Baru 78%.

Foto Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono meninjau persiapan pengamanan larangan mudik lebaran 2021

Bakal ada penjagaan di sejumlah titik

Pemerintah pun melalui Peraturan Menhub Nomor 13 Tahun 2021 sudah merilis aturan Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang mengatur operasional transportasi untuk melayani kepentingan bukan mudik.

>>> Pemudik Ini Nekat ke Kampung Halaman dengan Berjalan Kaki

Pergerakan Moda Transportasi Diatur Pemerintah

Kepentingan nonmudik ini adalah bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluara meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 (dua) orang, pelayanan kesehatan darurat, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya. Kepentingan nonmudik tertentu lainnya ini harus dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Gambar menunjukan Larangan mudik

Penjagaan dilakukan hingga ke jalur tikus

“Angkutan logistik/barang seperti angkutan pengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok, barang-barang penting untuk kegiatan ekonomi, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan, juga akan berjalan seperti biasa,” ucap Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Adita menambahkan, transportasi juga akan tetap beroperasi secara terbatas melayani kawasan aglomerasi yaitu di : Medan, Binjai, Deli, Serdang, dan Karo (Mebidangro); Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); Bandung Raya; Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, Semarang, dan Purwodadi (Kedungsepur); Jogja Raya; Solo Raya; Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila), dan Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros (Maminasata). 

Meskipun demikian, kegiatan mudik tetap diminta tidak dilaksanakan di kawasan ini, dan transportasi akan dipiroritaskan untuk aktivitas masyarakat yang masih bekerja, membutuhkan layanan kesehatan dan sebagainya.

>>> Duh! Ada Truk Sayur Diduga Bawa Pemudik Keciduk Polisi

 
Penulis
Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor. Roles Sebagai Editor di Cintamobil.com, Dina berperan menulis sekaligus mengedit tulisan agar lebih enak untuk dibaca dan juga mengontrol pemberitaan yang lebih layak. Di samping itu, tetap memantau pergerakan berita di industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. Specialities Memantau pergerakan berita di industri otomotif sekaligus menulisnya dengan cepat Mengedit berita Experience - GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019 - IIMS 2017, 2018, 2019 - IMOS 2016, 2018 - Geneva International Motor Show 2017 - Tokyo Auto Salon 2019
 
back to top