Tuna Netra Menjadi Navigator dalam Reli Mobil yang Diadakan di India

27/02/2018

Pasar mobil
Tuna Netra Menjadi Navigator dalam Reli Mobil yang Diadakan di India
Biasanya, reli mobil berkaitan dengan kecepatan dan keterampilan berkendara. Namun, kompetisi yang diadakan di India ini menunjukan koordinasi antara pengemudi dengan navigator yang merupakan seorang tuna netra.

Puneet adalah salah seorang tuna netra di India dan Satish merupakan salah satu pembalap mobil reli. Mereka berdua bahu membahu menyelesaikan kompetisi balap pada jalur reli mobil sepanjang 50 km di Patiala, India, pada hari Minggu lalu (25/2) dengan Paneet sebagai penunjuk jalan.

Gambar yang menunjukan seorang waita yang mengemudi dengan mobil bernomor 10

Pereli India ini dibantu oleh navigator tuna netra

Menggunakan peta rute demonstasi yang memakai huruf Braille (huruf timbul yang dikhususkan untuk penyandang tuna netra), 55 navigator yang mengalami gangguan visual yang berasal dari Nagaland, Rajasthan, Tripura, Meghalayan, Arnachal Pradesh dan Punjab di India membantu 55 pembalap lainnya.

>>> Baca juga Penghargaan Mercedes-Benz terhadap dealer di Indonesia

Disebut Braille Tulip, peta ini mencakup rute reli mobil yang ditandai mulai dari Polo Ground melewati beberapa kota. Navigator tidak hanya membimbing pembalap dengan memberitahu rute yang akan ditempuh, tapi juga memperingatkan mereka pada batas kecepatan untuk setiap jalan seperti yang ditentukan di dalam peta.

Gambar yang menunjukan beberapa huruf Braile untuk tuna netra pada papan tulis

Peta menggunakan huruf Braile untuk navigator tuna netra

Diselenggarakan oleh Society for Welfare of the Handicapped, sebuah organisasi non-profit yang membantu penyandang disabilitas, kompetisi ini merupakan bagian dari Heritage Festival. Semua perencanaan dilakukan oleh Royal City Rider yang mengadakan kompetisi dengan bantuan polisi lalu lintas setempat.

>>> Baca juga berita pasar mobil lainnya disini

Puneet, seorang tuna netra berusia 29 tahun yang mengajar musik di Kendra Vidyalaya di Ludhiana, mengatakan,

“Ini adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Rute itu benar-benar berat saat kami pergi ke desa-desa kecil di distrik Patiala. Ada batas kecepatan dan juga waktu yang ditentukan untuk mencapai setiap post pemeriksaan yang membuat [kompetisi] ini menantang. Bagaimanapun, itu sangat menggairahkan.”

Puneet mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman sekali seumur hidup. Mengikuti kompetisi ini menjadinya lebih percaya diri dan bisa mencapai apapun dalam hidupnya.

Gambar yang menunjukan mobil reli berwarna biru yang sedang melaju pada jalan tanah

Kompetisi ini dilakukan oleh organisasi non-profit

Terlebih, kompetisi ini juga diselenggarakan dengan serius. Sekertaris Society for Welfare of the Handicapped, Kolonel Karmider Singh mengatakan bahwa gagasan utama kompetisi ini adalah memberdayakan tuna netra. Dia juga mengatakan bahwa kompetisi ini terbilang sukses, tanpa adanya keluhan dari peserta kompetisi.

>>> Baca juga berita otomotif lainnya disini

 
back to top