TTI Tidak Ikut Kelas Tertinggi ISSOM, Ini Alasannya

14/03/2019
Usai merengkuh juara nasional Indonesia Touring Car Championship (ITCC) 1.600 Max 2018, Toyota Team Indonesia (TTI) mundur dari kelas bergengsi tersebut karena masalah regulasi.

Sempat terdengar kabar bahwa tahun ini TTI tidak ikut kelas tertinggi ISSOM. Padahal mereka sukses mempertahankan gelar nasional di seri pamungkas, BSD City Grand Prix 2018, Desember lalu. Dalam acara konferensi pers peluncuran skuat balap 2019, Rabu (13/3), arsitek TTI, Memet Djumhana menyatakan rasa keberatan timnya terhadap aturan baru di kejuaraan Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang mengizinkan pemakaian mesin impor.

>>> Baca juga: Skuat TTI 2019, ada dua wajah baru!

“Ada peraturan baru yang membolehkan mesin dari luar (negeri),” tutur Memet. “Harusnya kita bangga dengan produk sendiri. Kalau ada aturan seperti itu, bagaimana saya sebagai ATPM, bagaimana saya beriklan, kalau mesinnya dari luar? Itu membohongi masyarakat.”

Hingga kini, belum ada keputusan final dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai regulator olahraga balap dalam negeri. Memet tengah berencana melayangkan protes mengenai hal tersebut.

“Saya akan komplain, mau dibawa ke mana balapan ini. Saya bukan pebalap hobi, saya pebalap yang punya tujuan, punya misi dan visi. Saya yakin Toyota kiblatnya ke pemerintah, bukan hobi. Tanggung jawab, lah, masa mesin dari luar diiklanin? Siapa yang mau beli,” imbuhnya.

>>> Dapatkan berita pasar mobil terlengkap hanya di Cintamobil.com

Skuat TTI 2019

Toyota Team Indonesia siap mengarungi kejuaraan ISSOM dan Auto Gymkhana 2019

Meski TTI tidak ikut kelas tertinggi ISSOM, tim pabrikan tersebut masih enggan berkomentar kelas yang akan diikuti pada karena masih menunggu keputusan IMI. Perihal keikutsertaan TTI di balap mobil turing nasional itu, Memet menyarankan supaya datang langsung ke seri pertama awal April nanti di Sirkuit Sentul, Bogor.

“Kami masih menunggu keputusan IMI. Untuk turun di kelas mana, tunggu saja tanggal 6-7 April nanti (saat seri pertama). Saya belum berani berkomentar lebih jauh,” tutup Memet.

Dalam kejuaraan balap turing nasional itu, terdapat beberapa divisi mobil yang dilombakan, seperti ITCC, Japan Super Touring Car (JSTC), Super Touring Car (STC) serta One Make Race (OMR) Honda Jazz.-Brio. Pebalap dan tim diperbolehkan turun di beberapa kelas selama tunggangannya sesuai dengan regulasi tiap kelas.

>>> Sedang mencari Toyota Yaris dan Toyota Agya?

Pada ISSOM 2018, TTI turun di dua kelas, yakni ITCC 1.600 Max dan JSTC, masing-masing diwakili oleh Haridarma Manoppo dan Alinka Hardianti untuk ITCC, serta Demas Agil di JSTC. Lawan berat TTI adalah Honda Racing Indonesia dengan Alvin Bahar di balik kemudi. 

Berikut video Toyota Team Indonesia saat berlaga di ISSOM 2018 seri ketujuh!

>>> Berita otomotif terbaru lainnya, baca di sini!

Wisnu Setioko

Ulasan anda

Apakah artikel ini bermanfaat untuk Anda?
0

berita lain