Truk Otonom Bisa Tempuh Jarak Bandung - Padang dalam 14 Jam

18/06/2021

Pasar mobil

3 menit

Dengan menghilangkan waktu istirahat, sebuah startup TuSimple mengungkapkan bahwa truk otonom bisa menempuh jarak 1.500 km lebih cepat dari sopir manusia.

Mengemudikan sebuah truk, apalagi berkendara dengan jarak yang jauh dan memakan waktu berjam-jam bukanlah perkara mudah. Sehingga truk otonom atau self-driving (mampu berkendara sendiri) disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk mengatasi lamanya perjalanan untuk efisiensi waktu di jalan.

Waktu tempuh lebih cepat

Dilansir dari SingularityHub, sebuah startup bernama TuSimple menerapkan teknologi truk otonom mereka untuk mengirim semangka dari Arizona ke Oklahoma dengan jarak sekitar 1.500 km. Sebagai perbandingan, jarak tersebut hampir sama dengan jarak dari Bandung, Jawa Barat ke Padang, Sumatera Barat.

Dengan teknologi otonom mengambil alih kendaraan lebih dari 80% perjalanan, truk otonom milik TuSimple diklaim mampu menyelesaikan rute hanya dalam 14 jam dan 6 menit. Dengan rute yang sama, pengemudi biasa diperkirakan akan memakan waktu sekitar 24 jam jam.

Tak dilepas sendiri, masih ada pengendara yang berada di belakang kemudi. Sistem self-driving dari TuSimple dioptimalkan untuk pengemudian di jalan bebas hambatan. Pengendaraan melalui area built-up seperti jalanan kerikil/tanah maupun memasuki perkotaan yang padat ditangani oleh pengemudi manusia.

>>> Desain Truk Jadi Acuan Unsur Fungsional Hingga Karakter

Pengemudi bisa beristirahat

Waktu perjalanan yang lebih singkat bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga demi efisiensi. TuSimple memiliki produk segar seperti semangka untuk memperlihatkan manfaat pengiriman yang lebih cepat; produk yang segar serta potensi limbah akibat pembusukkan akan menjadi lebih sedikit.

truk otonom TuSimple berwarna hitam
Truk angkutan barang TuSimple yang bisa berkendara sendiri

“Mengingat fakta bahwa truk otonom dapat beroperasi hampir terus menerus tanpa istirahat berarti produk segar dapat dipindahkan dari asal ke tujuan lebih cepat, menghasilkan makanan yang lebih segar dan lebih sedikit limbah,” jelas Jim Mullen, Kepala Staf Administrasi dan Hukum TuSimple.

Teknologi ini juga menguntungkan pengemudi. Mengingat pengemudi truk diperbolehkan mengemudi maksimal 11 jam dalam setiap 14 jam di jalanan, pengemudi tak lagi membutuhkan waktu tambahan untuk istirahat. Malahan, pengemudi bisa beristirahat ketika truk sedang melaju.

>>> Duh! Negara Rugi Rp 43 Triliun Gara-gara Truk ODOL

Masih butuh pengembangan

Namun pertanyaan yang masih tersisa: dengan pengawasan manusia di dalam kabin, maka batas perjalanan pun harus ditentukan. Mengingat program Self-Driving Level 4 masih membutuhkan manusia di belakang kemudi untuk tetap siaga selama perjalanan. Belum lagi kejelasan tentang kapan pengemudi manusia harus mengambil alih kemudi.

Hanya saja belum ada kejelasan tentang kapan teknologi ini akan dilempar ke pasaran. TuSimple sudah mengembangkan truk otonom selama beberapa tahun dengan berbagai halangan. Bukan hanya rintangan teknis, tapi juga protes dari pengemudi truk yang khawatir pekerjaannya digantikan oleh robot.

>>> Dapatkan berbagai pilihan mobil baru dan bekas terbaik di sini

Penulis
Pria asal Minang ini menjadi salah satu tim pelopor eksistensi Cintamobil.com di Indonesia dan bergabung sejak 2017. Dengan bekal ilmu SEO yang mumpuni, Padli menjadi salah satu spesialis SEO di Cintamobil.com.
 
back to top