Transjakarta 'Normal' Lagi Demi Cegah Penyebaran Virus Corona

17/03/2020

Pasar mobil

2 menit

Transjakarta 'Normal' Lagi Demi Cegah Penyebaran Virus Corona
Terkait dengan upaya pencegahan virus Corona, pemerintah provinsi DKI Jakarta kembali 'menormalkan' jam operasional Transjakarta dengan pembatasan penumpang.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta mendapat banyak keluhan terkait pembatasan operasional transportasi umum seperti bus Transjakarta dan juga MRT yang membuat antrean panjang. Seperti diketahui, pembatasan sendiri dilakukan berkaitan dengan langkah pemerintah mengurangi interaksi warga Jakarta di luar rumah. 

Bus Transjakarta yang biasanya beroperasi selama 24 jam, hari ini hanya melayani warga Jakarta mulai pukul 06.00-18.00. Begitu juga dengan MRT yang diberlakukan pembatasan jam operasional serupa mirip bus Transjakarta. 

>>> Duh! Operasional Dibatasi, Antrean Transjakarta Mengular Panjang

Akibat adanya pembatasan tersebut, antrean panjang tampak mengular di halte-halte bus Transjakarta dan stasiun MRT. Waktu tunggu bus pun cukup panjang, disebut-sebut hingga dua jam. Hal itu lantas menjadikan Transjakarta sebagai sebagai topik pembicaraan paling populer di jagat Twitter. 

Antrean Transjakarta sempat mengular di halte-halte

Jagat Twitter sempat heboh soal cuitan antrean Transjakarta yang mengular hingga ke jalan Foto: @Antonjuniorche

1. Jam Operasional kembali Normal

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta kembali mengoperasikan Transjakarta dengan frekuensi semula. Hanya saja ada pembatasan penumpang di dalamnya untuk menghindari penumpukan yang justru berisiko terhadap penularan. 

"Kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta dan kita akan laksanakan dengan social distanscing secara disiplin. Artinya akan ada pembatasan jumlah penumpang per bus dan per gerbong di setiap kendaraan umum yang beroperasi di bawah Pemprov Jakarta," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Senin malam (16/3/2020). 

"Juga ada pembatasan antrean di dalam halte dan jumlah antrean di dalam stasiun sekali lagi tujuannya untuk mengurangi risiko penularan, ini semua punya konsekuensi bahwa antrean akan lebih banyak di luar halte dan stasiun, antrean di luar ini lebih mengurangi risiko penularan di banding di dalam," lanjutnya. 

>>> Ini Cara Menghindari Tertular Virus Corona di Transportasi Umum

2. Aturan Ganjil-genap Masih Belum Berlaku

Aturan ganjil-genap di Jakarta

Aturan ganjil-genap masih belum berlaku agar masyarakat beralih ke kendaraan pribadi demi mencegah virus Corona

>>> Transjakarta Rutin Bersihkan Halte dan Bus untuk Mencegah Virus Corona

Jika operasional MRT dan Transjakarta kembali kepada frekuensi tinggi, berbeda halnya dengan aturan ganjil-genap di 25 ruas jalan Ibu Kota. Aturan ini tetap diberlakukan agar masyarakat Jakarta yang semula menggunakan transportasi umum ketika berpergian untuk sementara beralih mengendarai kendaraan pribadi. 

"Kebijakan ini konsisten karena prinsipnya social distancing, di dalam kendaraan umum dibatasi supaya jaraknya lebih longgar. Di sisi lain kendaraan pribadi yang kemarin dibatasi lewat kebijakan ganjil genap tujuannya memindahkan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dengan kondisi seperti sekarang kami izinkan untuk kembali ke. Dengan berada di kendaraan pribadi dia lebih berjarak dari 1 pribadi dengan pribadi yang lain," pungkas Anies. 

>>> Berita menarik lainnya seputar perkembangan virus corona ada disini

Penulis
Berpengalaman sebagai jurnalis otomotif sejak 2016 di media mainstream ternama di Indonesia, Dina juga pernah menguji beragam jenis mobil dan mengunjungi pameran otomotif dunia. Saat ini Ia dipercaya sebagai Editor redaksi Cintamobil sejak awal 2020
 
back to top