Trans Semarang Umumkan Libur Beroperasi Pada 24-25 Mei 2020

23/05/2020

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Trans Semarang Umumkan Libur Beroperasi Pada 24-25 Mei 2020
Bantu pencegahan COVID-19 layanan transportasi Kota Semarang, Trans Semarang tidak akan beroperasi selama hari raya Idul Fitri 1441 H, tanggal 24-25 Mei 2020.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengumumkan penghentian layanan bus Trans Semarang secara menyeluruh pada 24-25 Mei 2020. Selain bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1441 H, penghentian sementara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Semarang.

Dengan ditiadakannya layanan Trans Semarang, bagi warga yang 'terpaksa' keluar rumah mau tidak mau harus menggunakan moda transportasi umum lain yang masih beroperasi, baik itu ojek online, taksi online maupun yang lain.

Namun sangat disarankan, warga untuk #DiRumahAja agar rantai penyebaran COVID-19 bisa segera terputus.

>>> Sisi Positif di Rumah Aja dan Tak Berkendara di Bulan Puasa

Gambar pengumuman libur bus Trans Semarang pada hari raya idul fitri 1441 H

Libur selama selama Idul Fitri 1441 H

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memilih menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dibanding PSBB. Hal tersebut didasarkan pada Peraturan Walikota Nomor 28 tahun 2020, tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Semarang. Kebijakan ini dimulai pada 27 April 2020 dan berlangsung hingga 24 Mei mendatang.

Secara prinsip aturan dalam PKM sama dengan aturan PSBB, yaitu membatasi aktivitas di beberapa sektor, termasuk transportasi. Hanya saja pembatasan dalam PKM lebih longgar dibanding PSBB sehingga masyarakat masih memiliki banyak kesempatan beraktivitas dengan syarat mematuhi protokol kesehatan.

>>> Berlakukan PKM, Dua Jalan Penting di Kota Semarang Ditutup 24 Jam

Tindakan preventif Trans Semarang

Foto menunjukkan Penutupan Jalan di Semarang

Penutupan jalan utama di Kota Semarang diperluas

Trans Semarang sendiri sudah melakukan langkah-langkah pencegahan COVID-19 sejak sebelum PKM diberlakukan. Misalnya mewajibkan seluruh penumpang memakai masker dan menerapkan physical distancing, mendisinfeksi secara rutin kendaraan setelah selesai beroperasi, menyediakan hand sanitizer di halte transit point dan halte keberangkatan, serta membatasi jam operasional dari semula berakhir pukul 21.00 WIB menjadi pukul 17.00 WIB guna membatasi aktivitas warga di malam hari.

Angkutan umum favorit warga Semarnag itu juga mendukung pembatasan aktivitas warga dengan menonaktifkan beberapa koridor dan halte seperti halte Pemuda, dan halte Bandara Ahmad Yani.

Diliburkannya operasional Trans Semarang pada tanggal 24-25 Mei 2020 mendatang selain bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1441 H juga bertepatan dengan berakhirnya kebijakan PKM. Bagaimana kelanjutnnya, sampai berita ini ditulis belum ada kejelasan apakah bakal dilanjutkan atau diakhiri.

>>> Berita otomotif yang menarik lainnya ada disini!

Share this post:
Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.

Berita lain

Mulai 26 April 2020 Trans Semarang Tidak Masuk Bandara Ahmad Yani

27/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Menyusul dihentikannya seluruh penerbangan penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah, operasional bus Trans Semarang arah bandara juga dihentikan.

Lihat juga

Mulai 22 April, Penumpang Trans Semarang Wajib Pakai Masker

21/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Untuk meminimalisir penyebaran virus Corona (COVID-19) mulai 22 April seluruh penumpang Trans Semarang diwajibkan memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan

Lihat juga

Cegah Covid-19, Bus Trans Semarang Hanya Beroperasi Sampai Sore

05/04/2020

Pasar mobil

3 menit

Bus Trans Semarang biasa beroperasi dari pukul 06.00-21.00 WIB, kini beroperasi hingga sore hari saja untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Lihat juga
 
back to top