Kisah Toyota Hilux, Andalan Kelompok Bersenjata Dalam Berbagai Palagan

19/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Toyota Hilux menjadi ujung tombak andalan kelompok bersenjata dalam berbagai palagan di Afrika dan Timur Tengah untuk melakukan serangan kepada musuhnya

Beredar sejak tahun 1968, Toyota Hilux sukses menciptakan segudang legenda. Dan  salah satu legenda itu terkait kiprah pick-up Hilux sebagai salah satu ikon paling terkenal dalam berbagai palagan sejak dulu hingga  di berbagai pelosok dunia. Bagi Toyota, predikat Toyota Hilux sebagai  jagoan perang malah menjadi beban tersendiri.  Lalu  apa saja yang membuat Toyota Hilux menjadi “technical” idaman kelompok bersenjata di penjuru dunia?  

>>> Fitur Ini Mempermudah Toyota Hilux Facelift saat Diajak Off-Road

Populasi Banyak

Toyota memasarkan pick-up Hilux di seluruh dunia disertai dukungan dealer yang memberikan layanan penjualan, perawatan dan suku cadang. Toyota mencatat, penjualan kumulatif global Toyota Hilux melebihi 17,7 juta unit pada kurun waktu 1968-2017. Wilayah pemasaran pick-up Hilux meliputi lebih dari 180 negara di seluruh dunia.  

gambar toyota hilux

Dari sekitar 20-an jua unit, ada sekian banyak yang dimiliki oleh kelompok bersenjata

Kini, sangat boleh jadi populasi Toyota Hilux sudah melampaui 20 juta unit. Jadi wajar kalau  ada saja Toyota Hilux yang bisa dimiliki oleh  berbagai kelompok bersenjata untuk mendukung beragam kepentingan mereka. Toyota sendiri mengakui bingung dengan “kebocoran” tersebut  Makanya sekarang ada perjanjian khusus berupa larangan menjual mobil yang sudah dibeli.  

Keunggulan Teknis

Bagi  kelompok bersenjata terutama di  Afrika dan Timur Tengah, pick-up Hilux memiliki  nilai jual unggulan dalam hal keandalan, daya tahan dan ground clearance. Semua kelebihan tersebut menjadi faktor penting bagi kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan mendadak  dengan taktik “hit and run”. Tujuannya agar musuh menderita banyak kerugian.  

gambar toyota hilux 

Ketangguhan di medan off road tidak perlu diragukan lagi 

Dukungan ground clearance tinggi memudahkan pick-up Toyota ini untuk melintasi berbagai  kondisi jalan. Aspek keandalan dan daya tahan menjadikan Toyota Hilux sebagai  kendaraan kavaleri ringan  modern andalan. Jadi bisa digunakan untuk bertempur maupun mengangkut senjata dan personel  ke mana  saja dengan cepat dan efektif. 

Karikatur Toyota Hilux

Tak heran ia jadi andalan saat perang

Pada sisi lain, banyaknya populasi pick-up Hilux berarti tersedia dealer, bengkel, mekanik dan suku cadang yang tersebar di mana saja. Selama bayarannya cocok, mereka siap memberikan layanan apa saja. Mulai servis ringan hingga perbaikan berat (overhaul) untuk kendaraan hingga pengadaan senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata.  

Great Toyota War

Pengalaman perang pick-up Hilux yang paling terkenal adalah “Great Toyota War” pada tahun 1987 yang melibatkan Chad dan Libya. Saat itu, pasukan Chad mengandalkan pick-up Hilux (dan Toyota Land Cruiser) yang dilengkapi dengan peluru kendali anti-tank MILAN untuk  mengusir pasukan Libya yang didukung tank. 

gambar toyota hilux

Pasukan Chad mengandalkan pick-up Hilux saat konflik dengan Libya pada tahun 1987

Pasukan Chad dengan pick-up Hilux memasuki wilayah darat Libya sejauh 150 km untuk menyerang pangkalan militer. Untuk melewati ladang  ranjau anti-tank di daerah perbatasan, pasukan Chad memacu Toyota Hilux hingga di atas 100 km/jam. Hasilnya,  tidak ada satu pun ranjau anti tank yang  meledak.  Dan akhirnya pasukan Libya mengalami kekalahan.  

Istilah Militer

Dalam bahasa militer, sebutan untuk pick-up Toyota versi kelompok bersenjata adalah “Non-Standard Tactical Vehicle” atau “light improvised fighting vehicle”. Bentuknya adalah pick-up 4x4 sipil yang dilengkapi dudukan khusus untuk beragam senjata.

gambar toyota hilux

Punya nama spesifik “Non-Standard Tactical Vehicle” alias mobil sipil yang dimiliterkan

Konsumen tinggal pilih  senjatanya, mulai  senapan mesin, artileri anti pesawat, recoilless gun, peluncur roket, peluru kendali, mortir, atau amunisi senjata sehingga kerap disebut light military gun truck. 

Asal Usul

Awal mulanya, pick-up Toyota bersenjata berat alias “kendaraan tempur ringan” muncul di  Somalia pada awal dekade 1990-an. Ketika itu, banyak LSM asing di Somalia yang menyewa jasa perlindungan kelompok bersenjata dan membayar  sejumlah uang yang disamarkan sebagai “dana hibah bantuan teknis”. Berbekal uang tadi, kelompok bersenjata tersebut akhirnya bisa memiliki pick-up Toyota yang dilengkapi aneka senjata. 

gambar toyota hilux

Berawal mula dari kelompok bersenjata di Somalia

Akhirnya, pick-up Toyota bersenjata pada bak belakang menjadi sarana gengsi bagi kelompok bersenjata. Semakin banyak jumlah pick-up Hilux bersenjata yang dipunyai, semakin besar pengaruh kelompok bersenjata tersebut. Juga semakin disegani oleh kelompok bersenjata lainnya yang lebih kecil. 

>>> Selain Toyota Hilux, Truk Pikap Ini Jadi ‘Amunisi’ Tentara Taliban

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top