Toyota Hilux 2021, Si Buas Bermesin AMG V8 dari Afrika Selatan

15/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Tidak merasa puas dengan performa mesin diesel standar pabrik, sang pemilik Toyota Hilux 2021 asal Afrika Selatan ini memilih mesin bensin V8 racikan AMG.

Popularitas Toyota Hilux menjadi salah satu faktor pendorong banyaknya modifikasi untuk pick-up legendaris tersebut. Nyatanya bukan cuma orang Australia saja yang hobi utak-atik Toyota Hilux secara ekstrem. Nun jauh di ujung selatan benua Afrika, muncul modifikasi Toyota Hilux yang tidak kalah sangar. Dan tidak hanya sangar, juga benar-benar buas! 

Modifikasi Sleeper

Sang pemilik Toyota Hilux 2021 ini memang tidak mau setengah-setengah dan sudah menjadi passion dirinya untuk membuat “one-off vehicle” alias mobil custom total.

gambar toyota hilux

Modifikasi jenis engine swap namun dengan tampilan standar pabrik

Adalah Quentin Boylan dari Colt & Toyota Spares di Pretoria, Afrika Selatan, yang merasa mesin standar pabrik (diesel 2,4 liter 148 hp dan 2,8 liter 201 hp) kurang memuaskan. Target Quentin Boylan adalah mengganti mesin standar dengan mesin yang memiliki tenaga 500 hp dan torsi 630 Nm.

>>> Fitur Ini Mempermudah Toyota Hilux Facelift saat Diajak Off-Road

Mesin AMG V8

Pilihan jatuh pada mesin AMG M156 V8 6,2 liter yang menghasilkan 500 hp dan 630 Nm. Tampil dengan engine cover warna hitam dan garnish merah serta open box air filter, mesin buas sangar ini dikendalikan oleh ECU MoTeC M150 stand alone yang harganya lebih dari US$ 3.000.

Harga ECU aftermarket memang mahal bukan main, namun Quentin Boylan bisa mengatur segalanya mulai dari drive-by-wire system, fuel/ignition mapping, intercooler spray.

gambar mesin amg

Mesin AMG V8 yang dirakit secara hand made oleh engine builder Marcus Jacobi

Segenap output mesin AMG V8 disalurkan kepada semua roda melalui transmisi standar pabrik (otomatis 6-speed Toyota Hilux 2021). Penggunaan sebagai daily driver maupun towing membutuhkan sistem penerus daya yang “badak” dan transmisi standar Toyota Hilux dianggap sudah memadai.

Biasanya, dengan alasan tidak mau ribet, modifikasi mesin Jerman dipadankan bersama transmisi Jerman. Contohnya, mesin AMG dikawinsilang dengan transmisi ZF.

>>> Wah! Di Negara Ini Toyota Hilux Bisa Dibarter dengan Hasil Panen

Aura AMG

Nuansa AMG bukan hanya pada mesin yang dilengkapi header standar milik C63 karena keterbatasan ruang mesin. Terlihat kaliper AMG yang dicat warna merah untuk rem depan dan kursi AMG dengan jahitan motif intan milik Opel Corsa OPC (hot hatch).

gambar velg amg

Paduan velg dan kaliper AMG melengkapi tampilan luar

O iya velg AMG 20 inci dibalut ban Davanti 275/40 R20 melengkapi penampilan luar. Pada kabin terdapat sentuhan Alcantara untuk dashboard serta campuran Alcantara dan kulit bagi kemudi, panel pintu dan konsol tengah.

>>> Dapatkan harga Toyota Hilux dan promo terbaru hanya di sini

Sudah makan asam garam jadi wartawan, mulai dari wartawan kampus sejak 1988, dan jadi wartawan bidang otomotif sejak 1995. Pernah menulis untuk beberapa media top mulai dari koran, majalah dan tabloid. Tahun 2021 ia menulis untuk Cintamobil.com.

Sejak usia 3 tahun sering diajak ayah untuk membantu mengurus mobil dinas semisal membawakan alat kerja, minyak, fluida dan suku cadang. Akhirnya otomotif menjadi bagian hidup. 
Selepas kuliah dan sebelum wisuda, bergabung menjadi reporter tabloid Otomotif yang berada dalam naungan Kelompok Kompas Gramedia dengan bidang utama penulisan roda empat. Kemudian pindah ke Liputan6 dan mengisi berita untuk desk internasional. Lalu tahun 1998 bergabung dengan majalah Mobil Motor, majalah otomotif tertua di Indonesia (terbit sejak tahun 1970). 
Kemudian tahun 2003, pindah ke majalah Motor Trend (edisi Indonesia). Tahun 2009 kembali ke majalah Mobil Motor dan tahun 2014 mudik ke majalan Motor Trend. Pada tahun 2020 mengisi Otoblitz.net dan mulai tahun 2021 menulis untuk Cintamobil.com. 

Awards

  • 2003: Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Produk) 
  • 2007:  Juara 1, Lomba Menulis General Motors Indonesia (Review Teknologi)
 
back to top