Titik Terang Ekspor-Impor Mobil Antara Indonesia Dan Vietnam

08/10/2018

Pasar mobil

7 menit

Minggu kemarin, aktivitas impor mobil Indonesia di negara Vietnam menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Indonesia menempati podium pertama dengan total ekspor 673 unit mengalahkan Thailand yang berada di posisi kedua sebanyak 608 unit. Ada apa dengan hal ini? Apakah proses ekspor-impor mobil Indonesia dan Vietnam sudah menemukan titik terang?

Sebelum masuk ke pembahasan utama, menarik rasanya apabila Cintamobil.com melihat aktivitas impor mobil menuju Vietnam dari minggu sebelumnya. Di posisi pertama Thailand nampak melakukan ekspor sebesar 2.122 unit melampaui Indonesia yang berada di angka 952 unit, Mexico sebesar 241 unit dan disusul China di angka 111 unit. Bisa dibilang, keempat negara di atas berkontribusi sebanyak 99% dari total impor mobil di negara Vietnam. Sisanya adalah dari negara Jepang, Inggris, Slovakia dan sebagainya.

Arus mobil Vietnam terbilang cukup ramai dengan kehadiran produk-produk impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Suasana jalanan kota di negara Vietnam

Memang tak dipungkiri, data di atas adalah berdasarkan kegiatan impor mobil berkategori 9-Seaters dan di bawahnya. Nyatanya, Indonesia di minggu ini menempati posisi teratas mengalahkan posisi Thailand di minggu lalu.

>>> Belum lama ini, perusahaan otomotif nasional Vietnam yakni VinFast merilis produk SUV-nya di acara Paris Motor Show 2018, simak ulasan lengkapnya

1. HAMBATAN EKSPOR-IMPOR MOBIL INDONESIA KE VIETNAM

Memang jika ditilik dari isu hambatan akan Non-Tariff Barrier dari kegiatan ekspor Indonesia menuju Vietnam, menjadi sebuah batu sandungan antar kedua negara. Sebagai informasi saja, dari total ekspor mobil yang direncanakan Pemerintah Indonesia ke ranah global sebesar 225.000 unit, khusus negara Vietnam mendapat jatah 30.000 hingga 40.000 unit per tahunnya.

Ekspor Mobil Indonesia memang memiliki targetnya sendiri sesuai perencanaan pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia menargetkan kuantitas ekspor mobil di angka 225.000 unit

>>> Jangan lupa untuk mampir ke lapak Cintamobil.com yang menjual berbagai merk mobil dengan harga terjangkau

2. KEBIJAKAN BARU VIETNAM AKAN IMPOR KENDARAAN

Kebijakan Vietnam tentang impor mobil yang tertera ada PM Decree No.116/2017 dan Circular No.03/2018 memang menjadi hambatan kegiatan ekspor-impor kedua negara tersebut. Dari ketentuan tersebut dituliskan bahwa “Regulation on Checking on Imported Automobiles for Technical Safety and Environmental Protection in line with the Decree No. 116/2017/ND-CP.” Dengan kata lain, mobil impor yang masuk ke negara Vietnam dibutuhkan inspeksi kritis akan fitur keselamatan serta aspek ramah lingkungan. Hal tersebut akhirnya membutuhkan keselarasan dari kedua negara sehingga berdampak langsung pada kegiatan ekspor-impor keduanya.

3. DAMPAK DARI KEBIJAKAN BARU VIETNAM TERHADAP KEGIATAN IMPOR INDONESIA

Memang perubahan kebijakan dalam suatu negara bisa memberi halangan akan aktivitas perdagangan. Hal itulah yang terjadi antara Indonesia dengan Vietnam. Aturan baru Vietnam yang diberlakukan mulai 1 Januari 2018, membuat proses ekspor mobil Indonesia menjadi terhambat selama 6 bulan pertama di tahun 2018.

Bahkan direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Aza, menuturkan bahwa proses hambatan seperti ini bisa berpotensi mendatangkan defisit senilai Rp. 3 triliun per bulannya. Sejatinya, TMMIN juga telah melakukan ke 15 negara termasuk Vietnam yang notabene lebih mengedepankan produk Toyota Fortuner serta Town Ace dalam model CBU.

PT. TMMIN memang telah melakukan berbagai kegiatan ekspor mobil di 15 negara

PT. TMMIN juga sempat menyuarakan isu regulasi impor Vietnam

>>> Negara Vietnam baru saja merilis mobil nasionalnya yakni VinFast, simak spesifikasi dan keunggulannya dalam review sedan VinFast LUX A2.0 2019

4. TITIK TERANG PROSES EKSPOR-IMPOR INDONESIA DAN VIETNAM

Jika dibandingkan dengan total ekspor mobil Indonesia ke Vietnam mulai Januari hingga Juli 2018 yang tercatat 1.528 unit saja, dari hasil yang terhitung minggu ini, nampak Indonesia bisa berbangga hati. Sepertinya aturan kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengikuti ketentuan PM Decree 116 dan Circular 03 dari Vietnam, membuahkan hasil yang terbilang memuaskan.

Meski belum berujung pada ketentuan target Indonesia yang menyiapkan 30.000 hingga 40.000 unit mobil penumpang Completely Built Up (CBU), namun dari fakta hari ini, setidaknya ada sebuah arah positif dari segala hambatan yang ditemui sebelumnya. Tak dipungkiri, nilai ekspor dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar US$ 10 miliar bisa terealisasi pada tahun 2020 mendatang.

Kesepakatan Ekspor-Impor Indonesia dan Vietnam akhirnya menemui titik terangnya setelah kunjungan Presiden Indonesia, Joko Widodo ke Hanoi, Vietnam kapan lalu

Dari angka impor Indonesia ke negara Vietnam yang melejit di minggu ini, setidaknya bisa menjadi salah satu titik terang antara keduanya

Sejatinya, tak ada salahnya bagi Vietnam untuk lebih menentukan kualitas kendaraan yang hendak memasuki negaranya. Bukan hanya keterlibatan verifikasi teknologi keselamatan dari pihak negara pengekspor saja namun pihak Vietnam pun juga ingin terlibat dalam proses tersebut. Bagi Cintamobil.com, hal ini terbilang sah-sah saja untuk dilakukan oleh Vietnam, mengingat kualitas produk yang dipasarkan untuk masyarakatnya harus terbilang sempurna dalam hal aspek keselamatan dan teknologi ramah lingkungan. Dari fenomena ini, hal yang bisa dipetik adalah meningkatkan keselarasan antara kedua negara. Tentu komitmen serta sinergi antara Vietnam dan Indonesia menjadi hal yang sangat penting supaya hambatan seperti ini bisa diminimalisir di kemudian hari.

>>> Ikuti terus kabar otomotif terbaru dari nasional dan mancanegara hanya di situs Cintamobil.com

 
back to top