Tim Mahasiswa Indonesia Mendominasi Dalam Ajang Shell Eco-marathon Asia 2019

09/05/2019

Pasar mobil
Share this post:
Tim Mahasiswa Indonesia Mendominasi Dalam Ajang Shell Eco-marathon Asia 2019
Pada tahun penyelenggaraan yang kesepuluh, Shell Eco-marathon Asia 2019 kembali menjadi ajang para mahasiswa Asia untuk merancang kendaraan hemat energi. Untuk tahun ini, perwakilan tim mahasiswa Indonesia kembali berhasil menjadi yang terbaik dalam beberapa kategori dalam ajang Shell Eco-marathon Asia 2019

Tim mahasiswa Indonesia selalu mencetak prestasi yang membanggakan di ajang Shell Eco-marathon Asia setiap tahunnya. Pada tahun ini, selain enam tim mahasiswa Indonesia yang meraih penghargaan untuk kategori UrbanConcept, dua tim mahasiswa Indonesia juga meraih posisi juara untuk kategori Prototype. Shell Eco-marathon Asia 2019 sendiri berlangsung dari 29 April hingga 2 Mei 2019 dengan mengambil tempat di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Perwakilan dari Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya atau ITS Team 5

ITS Team 5 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih juara kedua dalam kompetisi Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia serta penghargaan Hydrogen Newcomer Award

>>> Baca juga:

Perwakilan dari Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya atau ITS Team 5 berhasil menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua dalam adu balap Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia. Dengan prestasi tersebut, ITS Team 5 berhak maju ke Grand Final Drivers’ World Championship di London, dan akan berhadapan dengan tim-tim unggulan lainnya dari Asia, Eropa dan Amerika. Selain itu, berkat desain mobil yang optimal secara keseluruhan serta efisiensi energi yang digunakan, ITS Team 5 juga dianugerahi Penghargaan Pendatang Baru untuk sumber energi Hidrogen (Hydrogen Newcomer Award) dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai USD 3.000.

Foto perwakilan tim mahasiswa Universitas Gajah Mada

Perwakilan dari tim mahasiswa Universitas Gajah Mada yang berhasil meraih posisi ketiga di kelas Battery Electric

>>> Temukan mobil idaman dengan harga bersaing di sini

Hasil membanggakan juga ditorehkan oleh mobil hemat energi rancangan mahasiswa Indonesia lainnya, salah satunya Tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyabet juara ketiga untuk kategori Prototype di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 926 km/liter. Selain itu, Semar Proto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga berhasil mengamankan posisi ketiga untuk kelas Battery Electric dengan rekor jarak tempuh 387 km/kWh.

Foto perwakilan dari tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Perwakilan dari tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung meraih

Kompetisi Shell Eco-marathon Asia 2019 menantang para mahasiswa untuk merancang dan merakit beragam mobil hemat energi dan berkompetisi di lintasan balap. “Setiap tahun kami menyaksikan standar performa tim yang semakin meningkat. Begitu juga semangat dan kegigihan para mahasiswa peserta Shell Eco-marathon Asia,” ujar Shanna Simmons, selaku Direktur Teknis Shell Eco-marathon Global melalui siaran pers. Pada kompetisi kali ini, Shell Eco-marathon Asia 2019 diikuti oleh lebih dari 100 tim yang berlaga dari seluruh kawasan di Asia dan Timur Tengah. Tantangan lomba masih sama, yaitu menguji kendaraan hemat energi yang mampu menempuh jarak terjauh. Ajang lomba dibagi menjadi tiga kategori utama yaitu Prototye, Urban Concept, dan Driver’s World Championship Qualifier Regional Asia.

>>> Kumpulan berita otomotif terkini hanya ada di Cintamobil.com

Share this post:

Berita lain

7 Perbedaan Mesin Bensin dan Mesin Diesel Yang Belum Anda Ketahui

02/11/2018

Pengemudian

4 menit

Memilih mobil umumnya membutuhkan pertimbangan matang. Pada aspek mesin misalnya, tersedia pilihan tenaga bensin maupun diesel. Mungkin sebagian dari Anda masing bingung, manakah yang lebih baik diantara keduanya? Sebenarnya masing-masing pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Menjawab hal tersebut, berikut Cintamobil.com memberikan informasi lengkap tentang perbedaan mesin bensin dan diesel.

Lihat juga

Yang Perlu Diketahui Tentang Kapasitas Tangki Bensin

Setiap mobil pasti memiliki kapasitas tangki bensin yang berbeda-beda. Dengan mengetahui kapasitas tangki bensin, pengemudi dapat menentukan jarak tempuh, waktu pengisian, dan biaya yang dibutuhkan untuk mengisi ulang tangki bahan bakar.

Lihat juga

Tak Mau Silau Elektrifikasi, 85% Produksi BMW Pakai Mesin Bensin Pada 2030

14/10/2018

Pasar mobil

Meskipun BMW telah memulai investasi besar-besaran dalam teknologi baru dan perlombaan elektrifikasi, pembangun mobil mewah tersebut mengambil pendekatan konservatif dengan mempertahankan mesin bertenaga bensin hingga 2030.

Lihat juga

Kemampuan Mobil Saat Indikator Bensin Sudah Di Posisi E

05/04/2018

Pengemudian

Ketika anda sedang asik mengendarai mobil, ada kalanya anda lupa memperhatikan indikator bensin mobil anda. Jika indikator bensin masih berada di posisi F atau didekatnya, maka anda tidak perlu khawatir. Namun bagaimana jika indikator bensin sudah menyentuh di posisi E? Apakah kemampuan mobil untuk bergerak hingga ke tempat pengisian bahan bakar masih dapat dilakukan?

Lihat juga

Alasan Tangki Bensin Tidak Boleh Dibiarkan Kosong

Sering membiarkan tangki bensin hampir kosong ketika sedang berkendara? cintamobil.com menyarankan untuk menghilangkan kebiasaan ini. Mengapa demikian? Begitu banyak potensi resiko yang terjadi ketika anda masih sering membiarkan tangki bensin hampir kosong.

Lihat juga
 
back to top