Tilang Elektronik di Banten Mulai Berlaku April 2021

03/02/2021

Pasar mobil

3 menit

Bagi Anda yang berdomisili di provinsi Banten kota Serang perlu diketahui bahwa mulai awal April 2021 tilang elektronik akan mulai diberlakukan.

Ditlantas Polda Banten secara bertahap bakal menerapkan tilang Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik mulai April 2021. Tahap pertama E-TLE akan diterapkan di wilayah hukum Polres Serang Kota dan akan secara bertahap diperluas ke wilayah lainnya.

>>> Polisi Targetkan Tilang Elektronik Berlaku Maret 2021 di 19 Provinsi

Gambar menunjukan Tilang elektronik

Kota Serang menjadi yang pertama

Berlaku Mulai April 2021

Penerapan tilang elektronik tersebut merupakan salah satu program Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Direktur Lalu Lintas Polda Banten Kombes Pol Rudy Purnomo mengatakan, sesuai jadwal penerapan penegakan hukum pelanggaran lalu lintas secara E-TLE di wilayah hukum Polda Banten akan dimulai pada bulan April 2021.

“Saat ini masih tahapan persiapan sarana prasarana dulu dengan vendor. Kita rencanakan bulan april sudah diberlakukan di beberapa titik dulu di Kota Serang,” kata Kombes Pol. Rudy Purnomo seperti dikutip dari laman NTMC Polri.

Selain persiapan sarana dan prasarana tilang elektronik, Polda Banten juga sedang berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan untuk mensukseskan program E-TLE tersebut. Dirlantas Polda Banten mengatakan bahwa sistem ETLE sangat mengandalkan kamera pemantau atau CCTV yang dipasang di sejumlah titik. 

Nantinya, tidak ada lagi petugas di lapangan yang menilang pengendara yang melanggar.

“Tilang elektronik ini mengandalkan CCTV untuk memantau. Nantinya, pelanggar akan dikirimkan surat tilang ke alamatnya dan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya,” tandas Polda Banten akan Terapkan E-Tilang Perdana di Kota Serang.

>>> Ini Sebabnya Servis Berkala 1.000 Km Pertama Penting Dilakukan

Gambar menunjukan Tilang elektronik

Kamera e-TLE telah diterapkan dibanyak kota di Indonesia

Kamera e-TLE Deteksi Banyak Pelanggaran Lalu Lintas

Kamera e-TLE telah digunakan sejak Juli 2019 silam.. Kini banyak jalan di Indonesia mencanangkan sistem ini di banyak kota-kota besar. Adapun berikut di bawah jenis pelanggaran yang bisa tertangkap kamera e-TLE.

- Pelanggaran ganjil-genap
- Pelanggaran marka dan rambu jalan
- Parkir tidak pada tempatnya
- Pelanggaran batas kecepatan
- Kesalahan jalur
- Pelanggaran di jalur TransJakarta
- Kelebihan daya angkut dan dimensi
- Menerobos lampu merah
- Melawan arah
- Mengemudi dengan kecepatan melebihi batas
- Tidak menggunakan sabuk pengaman
- Menaikkan atau menurunkan penumpang dan berhenti di sembarang tempa
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Tidak menggunakan helm
- Membonceng lebih dari satu

>>> Pilih Mana All New CBR150R, YZF-R15 atau GSX-R150?

Rahmat menjadi jurnalis otomotif media daring sejak 2014 silam. Tercatat Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019 hingga saat ini.

Lulusan jurusan Sastra Indonesia ini sejak awal kuliah memang bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sebelum berkiprah di media yang berfokus di Industri otomotif, Rahmat terlebih dulu menulis untuk sebuah majalah sebuah media lokal di Kota Tangerang Selatan.

Setelah setahun lamanya menulis untuk sebuah majalah lokal akhirnya ia berpindah menulis untuk sebuah media daring otomotif. Tepatnya di tahun 2014 ia mulai menulis berkaitan dengan industri otomotif nasional dalam dan juga luar negeri. 

Setelah lulus kuliah di tahun 2017 ia memutuskan untuk keluar dari dunia kewartawanan yang selama ini menghidupinya. Ia mencoba peruntungan dunia marketing mobil bekas. Tak lama berselang ia mencoba peruntungan bekerja di Cintamobil.com pada posisi yang sama. Tak lama setelah itu Rahmat dipindahkan ke tim redaksi Cintamobil.com

Orang bijak pernah berkata rumah bukan sebuah tempat, melainkan perasaan. Sejauh manapun Anda melangkah rumah adalah tempat untuk kembali. Kira-kira seperti itulah yang menggambarkan nasib Rahmat yang akhirnya bisa kembali ke dunia penulisan. 

 
back to top