Thailand Mau Pimpin Penjualan Mobil listrik di ASEAN

30/07/2021

Pasar mobil

3 menit

Thailand akan selesaikan pajak cukai baru untuk mobil listrik sebelum tahun ini. Selain itu penjualan mobil bensin dan diesel juga akan dilarang.

Thailand sedang menyusun struktur pajak cukai baru untuk kendaraan listrik (EV) dan berharap sudah siap sebelum akhir tahun ini. Menurut direktur jenderal departemen cukai Thailand, Lavaron Sangsnit, pajak baru ditujukan untuk merangsang permintaan publik untuk EV di Negeri Gajah Putih tersebut.

>>> Jangan Sombong Kalau Punya Ferrari, Beli Nih Mobil Terbang!

Gambar menunjukan Mobil listrik

Thailand berambisi produksi 725.000 mobil listrik di tahun 2030

Dilakukan Secara Bertahap

Semua pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan tersebut dikutip dari Bangkok post akan mengadakan pertemuan Minggu ini untuk lebih mendorong perkembangannya. Dikatakan ditargetkan akan adanya produksi 225.000 unit dari semua jenis EV pada tahun 2025 sebagaimana diuraikan oleh roadmap EV tiga fase yang diluncurkan pada bulan Mei lalu.

Roadmap itu akan terdiri dari mobil dan truk pick-up dan termasuk model hybrid dan plug-in hybrid. Pada saat itu, produksi mobil listrik akan mewakili 10% dari total produksi kendaraan di Thailand, sebelum akhirnya menuju target 725.000 unit pada tahun 2030 di bawah fase akhir roadmap tersebut. Rencana itu juga akan mencakup pembuatan baterai dalam negeri.

Saat ini, EV menarik pajak cukai 8%, tetapi untuk pembuat mobil yang telah diberikan hak investasi dari Dewan Investasi (BoI), tarif pajak 2% berlaku. Selain itu, dari tahun 2020 hingga akhir tahun 2022, tingkat 0% diterapkan di bawah promosi investasi khusus BoI.

>>> Mobil Futuristik Toyota LQ Unjuk Gigi di Olimpiade Tokyo 2020\

Gambar menunjukan deretan mobil

Mobil bensin dan diesel akan dilarang di Thailand tahun 2035

Thailand Akan Hentikan Produksi Mobil Bensin dan Diesel

Komite kebijakan EV juga akan menyiapkan insentif keuangan dan pajak serta standar keselamatan untuk produsen EV dan baterai. Ditargetkan juga Thailand untuk memiliki total 12.000 pengisi daya cepat pada tahun 2030. Thailand juga telah menyatakan niatnya untuk melarang penjualan bensin baru dan mobil diesel pada tahun 2035.

Pelarangan ini sejalan dengan rencana Thailand untuk menjadi pusat produksi di Asia Tenggara di segmen mobil listrik. Ambisi itu bukanlah hal yang baru dan sekarang pergerakan sedang dipercepat untuk bisa segera direalisasikan.

“Kita bisa melihat dunia sedang menuju ke arah itu, jadi kita harus bergerak cepat. Kami ingin menangkap pertumbuhan pasca pandemi, dan kami memiliki ambisi untuk menjadi pusat produksi karena kami sudah memiliki rantai pasokan yang ada,” kata Kawin Thangsupanich, penasihat komite kebijakan nasional kementerian energi Thailand.

>>> Begini Cara Menjaga Harga Jual Kembali Mobil Bekas Tetap Tinggi

Sejak kuliah, Rahmat telah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Sarjana Sastra Indonesia ini mulai menjadi jurnalis sejak 2013 dan terjun di media otomotif setahun kemudian. Rahmat bergabung dengan tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top