Penggunaan energi terbarukan hingga 50% di tahun 2030 menjadi ambisi besar pemerintah negara bagian Victoria Australia. Untuk itulah pemerintah berinvestasi besar dengan menggandeng produsen energi terbarukan asal Prancis, NEOEN. Dan kabar terbaru NEOEN Australia berhasil menggandeng Tesla dengan kontrak baru untuk Victorian Big Battery (VBB) milik NEOEN. Tesla bersama dengan AusNet Services bakal menjadi pemasok penyimpanan baterai skala-utilitas berkapasitas 300 MW / 450 MWh untuk VBB.
Investasi 1,8 triliun
Nilai investasi untuk proyek besar ini mencapai 160 juta Dollar Australia atau hampir mencapai Rp 1,8 triliun. Untuk pembiayaan ditanggung Clean Energy Finance Corporation (CEFC), sebagai perwakilan dari Pemerintah Australia.
“Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Victorian Big Battery telah mencapai tonggak finansial penting ini. Saya ingin berterima kasih kepada CEFC atas kepercayaan dan komitmen mereka yang diperbarui untuk mendukung solusi penyimpanan yang inovatif.” kata Direktur pelaksana Neoen Australia Louis de Sambucy dalam keterangan resminya, (25/2/2021)
>>> Daftar Harga Mobil Listrik di Indonesia
Tesla garap proyek baterai utilitas 300 MW di Australia
“Dengan bantuan dan kerja keras dari mitra kami, Tesla dan AusNet Services, kami berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan proyek ini sebelum musim panas Australia berikutnya dan berharap dapat memainkan peran kami dalam membantu Victoria mencapai target ambisiusnya yaitu 50% energi terbarukan pada tahun 2030.” lanjut Louis.
Dilansir dari TechAU dari laman resmi CEFC, (25/2/2021) proyek ini akan memanfaatkan Tesla MegaPack, bersama dengan perangkat lunak Autobidder mereka untuk menjual listrik ke jaringan listrik. Autobidder adalah salah satu produk Tesla yang paling 'kurang dihargai' dari perusahaan.
Proyek ini bakal menciptakan pekerjaan baru untuk 80 orang, dari sejak pengerjaan infrastruktur hingga operasional. Diharapkan VBB terbaru ini bisa beroperasi selama musim panas 2021-2022.
Indonesia masih wacana
Keberhasilan Victorian Big Battery (VBB) menggandeng Tesla dalam proyek baterai penyimpanan energi menjadi salah satu bukti kesuksesan Australia dalam proyek Energy Storage System (ESS). Hal ini berbeda cukup jauh dengan Indonesia dimana ESS dengan Tesla masih dalam batas wacana. Terlebih untuk proyek mobil listrik dimana Tesla lebih memilih mendirikan pabrik barunya di Bengaluru - India Selatan.
>>> Tesla Bakal Bangun Pabrik Mobil Listrik di India Selatan
Proyek penyimpanan energi di Victoria Australia memanfaatkan baterai Tesla Megapack

