Tesla Dinilai Sebagai Pembunuh Hewan Peliharaan

20/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Tesla Dinilai Sebagai Pembunuh Hewan Peliharaan
Tesla dianggap merupakan mobil yang berbahaya bukan saja buat manusia tapi juga untuk hewan peliharaan. Ini karena adik dari artis Britney Spears mengeluh kalau hewan peliharaannya mati akibat sebuah mobil Tesla.

Kendaraan berbasis tenaga listrik kini sedang gencar-gencarnya digaungkan oleh pemerintah Indonesia. Ini karena pemerintah berharap, Indonesia juga jadi pemain di pasar kendaraan tanpa bahan bakar fosil tersebut.

Sementara di negara-negara maju seperti Eropa, populasi kendaraan listrik juga semakin masif. Satu diantaranya adalah Tesla Model S yang juga cukup banyak peminatnya. Karena Tesla mampu memboyong Model S menjadi sosok mobil listrik tapi punya tenaga setara mobil sport konvensional.

Namun ada beberapa kendala dari keberadaan mobil listrik yang sampai sekarang masih banyak diperdebatkan. Antara lain perihal akselerasi instan yang dianggap berbahaya bagi pengemudi pemula. Lalu kendaraan listrik yang cenderung "sunyi" juga dinilai menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan yang lain.

>>> Penjualan Mobil Listrik di Negara Ini Lebih Tinggi Ketimbang Mobil Biasa

Dianggap Penyebab Matinya Kucing Peliharaan

Tesla Model S merah

Adik Britney Spears menegur Elon Musk karena dinilai ikut andil dalam kematian hewan peliharaannya

Dan belum lama ini keluhan atas mobil listrik yang tidak mengeluarkan suara ini kembali dilayangkan seseorang. Kali ini dari Jamie Lynn Spears yang tak lain adalah adik dari penyanyi internasional, Britney Spears.

Jamie menyalahkan Elon Musk karena ia menilai sebuah Tesla Model S telah menyebabkan kematian kucingya. Dia beranggapan, Tesla yang tidak mengeluarkan suara sehingga tidak didengar oleh hewan peliharaannya itu yang menyebabkan si kucing jadi tertabrak.

>>> Seberapa Laku Mobil Listrik di Indonesia Tahun 2020?

Diberi Julukan Tesla Si Pembunuh Kucing

Tesla Model S

Mobil listrik yang tak bersuara dinilai berbahaya

>>> Review Nissan Kicks e-Power 2020 Indonesia: Mobil Listrik Paling Cocok di Indonesia

"Kami telah kehilangan, saya tidak akan memberi tahu berapa banyak kucing, tapi mereka tidak mendengar suara Tesla. Itu benar-benar tragis bagi semua orang yang terlibat," kata Jamie melalui unggahan di laman media sosial miliknya seperti dikutip dari Carbuzz, Selasa (19/01/2021).

Sayangnya sebuah video yang ia unggah melalui laman Instagram sudah dihapus oleh Jamie. Namun dirinya hingga sekarang masih menilai kalau Tesla adalah mobil yang berbahaya bagi manusia dan hewan, sehingga perlu untuk memikirkan ulang saat hendak membelinya.

Bahkan adik dari selebritas dunia itu sudah menyebut Tesla sebagai "Si Pembunuh Kucing". Ia juga menilai, suara yang tidak keluar bahkan saat mobil pertama kali distarter membuat kucing peliharaannya tidak menyinggir dari mobil. Inilah kondisi yang menyebabkan hewan peliharaannya itu tertabrak mobil listrik besutan Elon Musk dan timnya tersebut.

Pernyataan keras Jamie ini sepertinya merujuk pada peraturan lalu lintas di Amerika Srikat, dimana National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) sudah mengeluarkan peraturan sejak September 2020 kalau setiap mobil listrik setidaknya harus mengeluarkan suara minimal 43 desibel saat melaju. Sayangnya peraturan itu tidak diterapkan oleh Elon Musk.

Di Indonesia pun kendaraan listrik harus memiliki suara seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 44 tahun 2020 tentang Pengujian Tipe Fisik Kendaraan Bermotor dengan Motor Penggerak Menggunakan Motor Listrik yang diundangkan pada 22 Juni 2020.

Disebutkan pada pasal 32, kendaraan bertenaga listrik pada kategori M,N,O wajib memiliki suara demi memnuhi aspek keselamatan. Sebagai informasi, kategori M diperuntukan untuk mobil penumpang dan bus, sedangkan N serta O untuk mobil barang. 

Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top