Tertidur 40 Tahun, Aston Martin Bulldog Siap Catatkan Rekor Kecepatan Tertinggi

12/01/2021

Pasar mobil

5 menit

Tertidur 40 Tahun, Aston Martin Bulldog Siap Catatkan Rekor Kecepatan Tertinggi
Aston Martin Bulldog merupakan mobil konsep yang tak pernah jadi diproduksi massal yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Namun kini mobil tersbeut siap mencatat sebagai mobil konsep terkencang sesuai usianya.

Aston Martin bukan produsen mobil sport kemarin sore yang baru punya satu atau dua model produksi. Sudah cukup banyak sportcar yang lahir dari pabrikan mobil asal Inggris tersebut. Misalnya DBS Superleggera atau DBX yang juga masih layak disebut mobil sport meskipun berwujud SUV.

Tapi mungkin Anda belum pernah mendengar nama Bulldog. Bukan, ini bukan nama satu spesies anjing penjaga, namun ini adalah Aston Martin Bulldog yang pernah muncul ke muka publik di penghujung tahun 1979. Walaupun sudah masuk jadi mobil klasik, tetapi ada yang menarik dari mobil sport Aston Martin yang satu ini. Karena Bulldog pernah direncanakan untuk memecahkan rekor mobil terkencang di dunia pada masanya tetapi mobil ini tidak pernah diproduksi massal.

>>> Satu-Satunya Porsche Carrera GT-R ini Dijual, Harga Rp 14 Miliar

Satu-satunya Aston martin Bulldog yang Dibuat

Aston Martin Bulldog 1979

Hasil rancang William Towns dengan kode sasis DP K901, Aston Martin Bulldog adalah supercar mid-engine dengan tipe bodi bersudut dan menggunakan bukaan pintu model gullwing. Mungkin jika melihat mobil ini, Anda sedikit teringat pada DMC DeLorean yang muncul di film Back to The Future. Namun percayalah, Bulldog dari Aston Martin lebih kuat daripada itu.

Karena mobil ini dibekali mesin 5.300 cc V8 twin-turbo yang mampu menghasilkan tenaga puncak 700 hp. Dimasanya, jelas pencapaian itu termasuk tenaga yang sangat bersar dibanding mobil-mobil era 1980-an. Dengan mesin yang digendongnya ini pula Aston Martin berusaha menjadikan Bulldog sebagai mobil produksi tercepat kala itu. Hasil pengujian di rek lurus MIRA pada tahun 1979, mobil ini tercatat sanggup melesat dengan kecepatan 191 mph atau 307 km/jam.

Awalnya Bulldog direncanakan untuk bisa diproduksi 15-25 unit. Sayangnya proyek untuk memproduksi Bulldog dibatalkan oleh Chairman Aston Martin sendiri Victor Gauntlett. Ini karena perusahaan merasa biaya produksi mobil tersebut terlampau tinggi.

>>> 10 Mobil Klasik Indonesia dari yang Terlangka sampai Termahal

Dihidupkan Lagi Setelah Lebih dari 40 Tahun Tertidur

Aston Martin Bulldog restoration

Butuh 18 bulan untuk merestorasi mobil ini

>>> Review Aston Martin Vanquish 25 2019: Ketika Ex-Bos Jaguar"Re-Release" Mobil James Bond Lama

Sudah lebih dari 40 tahun Aston Martin Bulldog ini tertidur di sudut gudang perusahaan. Namun kini Richard Gauntlett yang tak lain adalah putra dari Victor Gauntlett sendiri yang berniat membangunkan kembali Sang Bulldog. Dibantu tim dari Classic Motor Cars, ia pun menjalani restorasi untuk mobil tersebut selama 18 bulan belakangan.

Setelah semua kondisi mobil kembali seperti semula, Aston Martin klasik ini pun akhirnya muncul dalam sebuah uji coba jalan. Tujuannya cuma satu, memastikan Bulldog bisa kembali mencatatkan rekor kecepatan tertinggi di atas aspal dengan target kecepatan 200 mph (321 km/jam) yang sempat tertunda.

Untuk mencapai ambisi ini, pembalap Aston Martin, Darren Turner akan ditunjuk sebagai jokinya.

"Saya telah mendengar tentang legenda Bulldog dari Aston Martin. Dan ketika ada berita tentang mobil ini yang kembali dipulihkan untuk mencapai target 200 mph, saya pikir itu hal yang keren untuk dilakukan," kata Turner dikutip dari Carbuzz, Selasa (12/01/2021).

Sayangnya Aston Martin belum menentukan kapan tanggal pasti pencatatan rekor untuk Bulldog berlangsung dan dimana lokasinya. Namun jika semua dalam kondisi sesuai jadwal, maka diharapkan peristiwa itu akan terjadi di akhir tahun ini.

 

Penulis
Sudah menulis di media online sejak 2009, Pras sangat berpengalaman di bidang otomotif. Pria penggemar mobil modifikasi ini sudah mencicipi berbagai jenis mobil, mulai LCGC hingga Hypercar. Pras menjadi anggota tim redaksi Cintamobil.com sejak 2019.
 
back to top