Terkerek Urus, Penjualan Lamborghini Naik 43% Sepanjang 2019

24/01/2020

Pasar mobil

3 menit

Terkerek Urus, Penjualan Lamborghini Naik 43% Sepanjang 2019
Perjudian Lamborghini dengan menggarap segmen SUV melalui Urus membuahkan hasil. Terbukti sepanjang 2019 penjualan pabrikan supercar Italia itu naik hampir 50%, dengan Lamborghini Urus jadi model yang paling laris.

Pertama kali diperkenalkan Februari 2018, Lamborghini Urus mencatatkan angka impresif dengan 1.761 unit terjual pada tahun debutnya. Memasuki tahun 2019, SUV super itu bahkan jadi model paling laris dan berperan dalam peningkatan penjualan Lamborghini di seluruh dunia yang menyentuh 8.205 unit, lebih besar 43% dibandingkan tahun lalu.

Lamborghini Urus, super SUV yang jadi lini utama penjualan Lamborghini sepanjang 2019

Lamborghini Urus terjual hampir 5.000 unit sepanjang 2019

Bagaimana tidak, lebih dari separuh angka penjualan Lamborghini tahun 2019 disumbangkan super SUV Lamborghini Urus, yang terjual 4.962 unit, atau 61%. Huracan jadi model paling laris kedua dengan 2.139 unit terjual, sedangkan Aventador ada di posisi ketiga dengan 1.104 unit sepanjang 2019.

>>> Dua varian Lamborghini Urus hadir tahun ini, apa saja?

Tidak hanya secara model, penjualan Lamborghini di tiap region juga meningkat selama 2019, dengan 165 dealer dari 51 negara melaporkan peningkatan penjualan. Adapun Amerika Serikat jadi negara terbesar dengan penjualan 2.374 unit, disusul Tiongkok dengan 770 unit, Inggris 658 unit, Jepang dengan 641. Sementara itu pasar Jerman (562), Timur Tengah (387), Kanada (376), dan Italia (370).

Lamborghini Aventador yang terjual lebih dari 1.000 unit sepanjang 2019

Aventador jadi model dengan penjualan paling rendah sepanjang 2019

“Tahun 2019 merupakan tahun paling sukses selama sejarah kami. Tim memberikan peningkatan penjualan besar lainnya, dan membawa kami menuju sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar CEO Automobili Lamborghini S.p.A., Stefano Domenicali.

>>> Pilihan mobil berkualitas ada di sini

“Hanya dalam waktu dua tahun, kami bisa melipat gandakan angka penjualan kami, kesuksesan yang tidak bisa diremehkan. Ini jelas membuktikan kekuatan brand kami, serta kualitas dan kesinambungan dari strategi produk dan komersial kami. Super SUV kami, Lamborghini Urus terjual hampir 5.000 unit, angka yang mendekati penjualan kami sepanjang 2018. Dengan konten serta teknologi baru, mobil V10 dan V12 kami dapat mempertahankan kesuksesan mereka di pasar.”

Siapkan program elektrifikasi

Tak ingin terlena dengan kesuksesan sepanjang 2019, Lamborghini menatap 2020 dengan lebih banyak model masuk dalam agendanya. Salah satunya mobil balap Urus ST-X yang akan hadir akhir tahun ini, serta Lamborghini Urus Hybrid.

>>> Update terbaru seputar pasar mobil ada di sini

Tidak hanya melulu soal Urus, Lamborghini juga mengonfirmasi program elektrifikasinya dengan mengembangkan varian hybrid untuk semua hypercar generasi berikutnya. Dengan kata lain, suksesor Aventador dan Huracan saat ini akan mengkombinasikan mesin konvensional dengan motor listrik. Namun, rasanya Aventador akan lebih dulu mendapatkan generasi baru mengingat mobil bermesin V12 itu sudah ada di pasar selama hampir 10 tahun.

Lamborghini Sian FKP 37, mobil hybrid pertama Lamborghini yang diproduksi terbatas

Lamborghini sudah menjajaki elektrifikasi dengan Sian FKP 37

Sebagai catatan, saat ini Lambo juga sudah memulai rencana elektrifikasinya dengan melucurkan Sian FKP 37 yang jadi Lamborghini terkencang saat ini dengan tenaga 807HP, dan hanya 63 unit yang dijual dengan banderol $3,6 juta (setara Rp 50 miliar).

>>> Berita otomotif terbaru dan terlengkap ada di Cintamobil.com

Bergabung di Cintamobil sejak 2019, Derry adalah seorang penyuka kecepatan tulen. Pengalaman di salah satu situs motorsport global membuatnya khatam soal dunia balap. Masih mengejar gelar Sarjana, Derry juga sering memacu adernalin dengan go-kart.
 
back to top