Bahan bakar Biosolar B30 atau campuran 30 persen bahan bakar nabati dan solar sudah dijual sejak 1 Januari 2020 di seluruh SPBU Pertamina. Bahan bakar ini menggantikan biosolar B20 dan menjadi pilihan lain bagi pemilik mobil diesel saat pengisian BBM selain Dexlite dan Pertamina Dex.
Biosolar B30 resmi dipasarkan mulai 1 Januari 2020
Dalam perjalanannya sejak mulai dipasarkan beragam respon muncul. Diantara yang paling santer, Biosolar B30 berubah menjadi gel saat dipakai di daerah bersuhu dingin seperti Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, yang membuat mesin mobil susah dihidupkan.
>>> Ada Banyak Faktor, Inilah Penyebab Mobil Boros BBM
Tanggapan para APM
Tak ingin berlama-lama Tim Teknis B30 dari Kementerian ESDM pun turun langsung, menghubungi beberapa perwakilan APM (Agen Pemegang Merek) untuk mengkonfirmasi kebenaran hal ini, diantaranya PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Hino Motor Manufacturing Indonesia dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Dan berikut tanggapan dari mereka sebagaimana dirilis Kementerian ESDM di laman resminya, (28/1/2020).
-
Isuzu
Prototype & Test Dept. Head, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, Harmoko Setyawan, menuturkan hingga saat ini pihaknya belum menerima keluhan dari konsumen terkait penggunaan Biosolar B20 maupun B30. Komponen kendaraan Isuzu yang terkait fuel line, sudah memenuhi standar penggunaan Biosolar sejak tahun 2016. "Kami akan berkoordinasi lebih intensif dengan seluruh bengkel Isuzu, untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi", tutur Harmoko.
>>> Temukan berbagai pilihan mobil bekas berkualitas di sini
-
Hino
Hino menyatakan kesiapannya mengikuti program B30
Product License & Certification at PT. Hino Motor Manufacturing Indonesia, Andi Tauji juga menyatakan belum ada konsumen yang mengadukan keluhan kendaraan gara-gara mengkonsumsi B30. "Sampai saat ini belum ada pengaduan atau keluhan dari konsumen terkait dengan penggunaan B30", katanya.
-
UD Trucks
UD Product Management, Catur Satyawira, juga belum menemukan komplain dari konsumennya sehubungan penggunaan Biosolar B30, termasuk yang berada di daerah dingin. "Sesuai dengan test yang dilakukan bersama dengan Kementerian ESDM, terbukti UD Truck tidak ada kendala masalah mengenai mesin", ungkap Catur.
-
GAIKINDO
Asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) juga melakukan konfirmasi terhadap beberapa APM. Hasilnya, "Belum ada laporan yang diterima APM mengenai problem filter blocking tersebut", tutur Sekretaris Gabungan Kepala Kompartemen Teknik Lingkungan dan GAIKINDO, Abdul Rochim.
>>> Berteknologi Canggih Tapi Kendaraan Niaga Mercedes-Benz Siap Pakai Bahan Bakar B30
Kesimpulan
Biosolar B30 aman dipakai mobil diesel
Bahan bakar Biosolar B30 aman digunakan pada semua mobil bermesin diesel, meskipun di daerah bersuhu dingin. Hasil uji jalan B30 yang dilakukan sepanjang tahun 2019 yang diikuti sejumlah APM menunjukkan tidak terjadi dampak yang signifikan antara penggunaan B20 dengan B30. Selain itu juga uji start-ability yang dilakukan di dataran tinggi Dieng menunjukkan bahwa kendaraan dapat dihidupkan dengan normal setelah didiamkan (soaking) sampai 21 hari dengan menggunakan B30.
Terkait kendaraan lain yang mengeluhkan terjadi masalah usai menggunakan B30 tidak bisa seratus persen diyakini penyebabnya murni dari B30, alias bisa saja terjadi karena sebab lain.


