Teknologi Wuling Almaz RS Sukses Bikin Orang Indonesia Kepincut

12/08/2021

Pasar mobil

3 menit

Share this post:
Teknologi menjadi modal andalan Wuling Almaz RS untuk bisa bersaing dengan mobil SUV di kelasnya. Tampaknya teknologi itu mampu memikat hati orang Indonesia.

Segmen SUV tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Tak heran kalau masing-masing pabrikan mengandalkan mobil jenis SUV belakangan sebagai salah satu tonggak penjualan. Wuling salah satunya. Sejak tahun 2019, Wuling mulai menjajaki segmen SUV dengan merilis Almaz.

Tapi untuk bisa bersaing dengan para rivalnya tentu Wuling harus tampil berani dan menghadirkan sesuatu yang berbeda. Pada Maret 2021, Wuling mengenalkan Almaz RS di segmen SUV Tanah Air.

Wuling Almaz RS

Teknologi pada Almaz RS bikin penasaran

>>> Mobil Listrik Wuling Dijual Rp 60 Jutaan, Ada Lagi yang Lebih Murah?

Teknologi Jadi Modal Wuling Almaz RS untuk Bersaing

Supaya bisa bersaing, Wuling Almaz varian RS ini dibekali segudang teknologi kekinian bahkan sudah bisa terhubung dan dioperasikan lewat ponsel. Rasanya untuk mobil dengan harga di bawah Rp 500 juta, teknologi semacam ini masih jarang ditemukan pada kendaraan roda empat di Tanah Air.

Fitur kekinian itu berupa teknologi WISE yang merupakan kepanjangan dari Wuling Interconnected Smart Ecosystem. Teknologi WISE sendiri terbagi dalam dua fitur yakni Internet of Vehicle (IoV) dan Advanced Driver Assistance System  (ADAS).

Wuling Almaz RS

Kontrol mobil bisa dilakukan melalui aplikasi di ponsel

IoV dapat menghubungkan pengguna dengan kendaraan melalui aplikasi MyWuling+ dan head unit yang didukung dengan perintah suara berbahasa Indonesia, Wuling Indonesian Command (WIND). ADAS pun hadir untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan selama berkendara bersama Almaz RS yang terbagi dalam empat kategori, yaitu Adaptive Cruise, Lane Recognition, Safe Distance & Braking Assistance, dan Automatic Light.

Tak habis sampai di situ, ada juga fitur panoramic sunroof, start-stop button, 360 Camera, Electric Parking Brake (EPB) hingga Auto Vehicle Holding (AVH). Itu baru teknologi, strategi penempatan harga pun tak kalah penting.
 
Meski bukan salah satu model yang mendapat relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nyatanya Wuling tetap memberikan subsidi pada Almaz RS. Termasuk program penjualan khusus seperti PayLater yang masih berlangsung hingga Agustus.

>>> Mobil Crossover Wuling Terlihat di Jalanan, Bakal Segera Meluncur?

Penjualan Wuling Almaz Series Terdongkrak Berkat Varian RS

Dengan begitu harganya pun lebih ramah di kantong sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam situs resminya, Wuling Almaz RS EX 5-seater dibanderol Rp 350,8 juta. Kemudian pada Almaz RS EX 7-seater harganya Rp 360,3 juta dan yang tertinggi, tipe Pro, seharga Rp 379,8 juta.

Bak gayung bersambut, tampaknya strategi pengenalan teknologi canggih sekaligus harga kompetitif berhasil membuat Wuling Almaz RS memikat hati masyarakat Indonesia. Mengutip data distribusi wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari-Juni 2021, penjualan Almaz RS sanggup memberikan kontribusi lebih dari 50% dibandingkan keseluruhan model Almaz.

wuling almaz

Penjualan Almaz series meningkat berkat kehadiran varian RS

Dari 4.415 unit keseluruhan penjualan Almaz selama enam bulan pertama tahun 2021 ini, 2.883 unit di antaranya disumbang dari Almaz RS. Berkat Almaz RS penjualan varian Almaz juga terlihat meningkat. Bila pada tahun 2020 hanya 1.947 unit, maka berkat Almaz RS meningkat lebih dari dua kali lipat pada paruh semester pertama tahun 2021.

Rapor hijau Wuling Almaz RS bukan cuma meningkatnya penjualan, melainkan juga diganjar ragam penghargaan mulai dari mobil SUV terbaik hingga inovasi terbaik pada kendaraan.

>>> Daftar Lengkap Harga Mobil Wuling Setelah Diskon PPnBM 100%

 

Menjadi jurnalis otomotif di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2016 dan telah memiliki ragam pengalaman menguji mobil hingga mengunjungi pameran otomotif tingkat dunia. Bergabung sebagai Editor di Cintamobil sejak tahun 2020.

Lulusan Universitas Trisakti ini mengawali karir sebagai jurnalis di kanal ekonomi di salah satu media ternama di Indonesia sejak 2015. Kemudian pada tahun 2016, dipercaya untuk mengisi kanal otomotif. Sebagai jurnalis di bidang otomotif, tentu dituntut untuk mengetahui ragam informasi yang berkaitan dengan mobil, motor, hingga lalu lintas kendaraan. Pun demikian dengan aturan lalu lintas yang berlaku saat ini. 

Tidak cuma memiliki pengetahuan soal industri otomotif Tanah Air, bekerja di media mainstream artinya dituntut juga untuk menyajikan berita secara cepat dan akurat. 

Dengan kemampuan yang dimiliki, sejak saat itu pula mulai dipercaya untuk mengetes ragam mobil baru di Indonesia maupun luar negeri. Adapun ragam mobil yang pernah dicoba antara lain di kelas LCGC, Low MPV, SUV, mobil listrik murni hingga Supercar sekelas Ferrari.

Tak cuma itu, aneka pameran otomotif berskala nasional dan internasional di berbagai negara juga telah dihadirinya. Pada tahun 2020, memutuskan untuk bergabung dengan Cintamobil.com sebagai Editor.

Experience

  • Tokyo Auto Salon 2019
  • Geneva International Motor Show 2017
  • GIIAS 2016, 2017, 2018, 2019
  • IIMS 2017, 2018, 2019
  • IMOS 2016, 2018
 
back to top