Tanpa Diskon PPnBM, 5 Model LCGC Masuk 20 Besar Mobil Terlaris

16/06/2021

Pasar mobil

3 menit

Meski tidak mendapat diskon PPnBM dari Pemerintah segmen LCGC tetap favorit, 5 dari 6 model yang ada bahkan masuk 20 besar mobil terlaris di tanah air.

Relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tidak menyasar pada segmen low cost green car (LCGC). Meski demikian mobil ini tetap favorit. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan 5 dari 6 model LCGC masuk daftar 20 mobil terlaris pada bulan Mei 2021.

>>> Wuling Peringkat Keenam Merek Mobil Terlaris di Indonesia

LCGC terlaris

Toyota Calya memimpin dengan penjualan sebanyak 2.026 unit. LCGC 7 penumpang ini berada di urutan 7 penjualan mobil nasional di bawah Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Honda Brio, Toyota Rush, Suzuki Carry PU, dan Toyota Kijang Innova.

Di belakang Calya ada Honda Brio Satya yang mencatatkan penjualan 1.757 unit. Disusul Daihatsu Sigra dengan penjualan 1.368 unit, Daihatsu Ayla 1.216 unit, dan Toyota Agya 1.196 unit dan berada di peringkat 14 penjualan nasional.

Foto Toyota Calya tampak samping depan

Toyota Calya, model LCGC paling laris di Indonesia

Satu-satunya model LCGC yang tidak masuk dalam daftar 20 mobil terlaris yaitu Suzuki Karimun Wagon R. Sepanjang Mei 2021 hanya terjual 188 unit. Meski penjualannya kecil di dalam negeri, mobil ini jadi salah satu tulang punggung di pasar ekspor. Berdasarkan data Gaikindo, pengiriman Karimun Wagon R ke luar negeri pada bulan Mei 2021 mencapai 7.440 unit.

Berikut data penjualan model LCGC bulan Mei 2021, dikutip dari Gaikindo:

  1. Toyota Calya : 2.026 unit
  2. Honda Brio Satya : 1.757 unit
  3. Daihatsu Sigra : 1.368 unit
  4. Daihatsu Ayla : 1.216 unit
  5. Toyota Agya : 1.196 unit
  6. Suzuki Karimun Wagon R : 188 unit

>>> Mau beli Toyota Calya, cek harga serta promonya di sini!

Foto Honda Brio Satya tampak samping depan

Honda Brio Satya, dijual mulai Rp 151 jutaan

Diskon PPnBM

Diskon PPnBM kendaraan bermotor roda empat jadi salah satu kebijakan Pemerintah untuk membangkitkan ekonomi nasional di tengah pandemi. Program ini dimulai bulan Maret 2021 dengan besaran mencapai 100% alias PPnBM ditiadakan. Namun, tidak semua model mengikutinya.

Mobil yang menerima insentif harus memenuhi ketentuan, diantaranya berpenggerak 4x2, berkubikasi di bawah 1.500 cc, dan paling penting memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%. Tercatat ada 23 model yang memenuhi ketentuan tersebut.

Model LCGC tidak masuk dalam program insentif PPnBM karena sejak awal sudah bebas PPnBM berkat program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).

Sedianya diskon PPnBM 100% berakhir pada Mei, namun pemerintah memutuskan memperpanjang hingga akhir Agustus 2021.

>>> Ini Sebabnya Mobil LCGC Tak Ikut Dapat Relaksasi PPnBM

Penulis
Satu-satunya anggota redaksi yang berbasis di Jawa Tengah. Bergabung di Cintamobil.com sejak 2017 sebagai Content Writer. Saat ini, kerap menulis berbagai informasi seputar lalu lintas dan perkembangan transportasi di Indonesia.
 
back to top